Hari Pertama dan Kedua Masa Angkutan Nataru 2025/2026, KAI Daop 1 Jakarta Layani Lebih dari 114 Ribu Pelanggan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat tingginya jumlah pelanggan pada dua hari pertama Masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, yakni Kamis–Jumat (18–19 Desember 2025) sebanyak 114.315 pelanggan yang naik dan turun. Jumlah tersebut terdiri dari 62.993 pelanggan yang berangkat dan 51.322 pelanggan yang tiba dari stasiun wilayah Daop 1 Jakarta.

Pada hari pertama Masa Angkutan Nataru, Kamis (18/12/2025), jumlah pelanggan yang berangkat dari stasiun wilayah Daop 1 Jakarta tercatat sebanyak 28.112 orang, sedangkan pelanggan yang tiba mencapai 25.353 orang.

Adapun sebaran pelanggan pada 18 Desember 2025 antara lain:

Stasiun Pasar Senen: berangkat 10.885 pelanggan, tiba 8.691 pelanggan

Stasiun Gambir: berangkat 10.700 pelanggan, tiba 8.099 pelanggan

Stasiun Bekasi: berangkat 3.226 pelanggan, tiba 3.488 pelanggan

Stasiun Jatinegara: berangkat 1.674 pelanggan, tiba 3.321 pelanggan

Sementara itu, pada hari kedua Masa Angkutan Nataru, Jumat (19/12/2025) hingga pukul 10.00 WIB, jumlah pelanggan yang berangkat dari stasiun wilayah Daop 1 Jakarta mencapai 34.881 orang, dan pelanggan yang tiba tercatat sebanyak 26.907 orang.

Sebaran pelanggan pada 19 Desember 2025 meliputi:

Stasiun Pasar Senen: berangkat 14.266 pelanggan, tiba 8.646 pelanggan

Stasiun Gambir: berangkat 12.522 pelanggan, tiba 8.670 pelanggan

Stasiun Bekasi: berangkat 3.911 pelanggan, tiba 3.892 pelanggan

Stasiun Jatinegara: berangkat 2.276 pelanggan, tiba 3.066 pelanggan

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa jumlah pelanggan pada hari tersebut masih berpotensi terus bertambah hingga pukul 24.00 WIB, seiring dengan masih berlangsungnya jadwal kedatangan dan keberangkatan kereta api.

“KAI Daop 1 Jakarta secara konsisten melakukan posko di stasiun guna memastikan perjalanan pelanggan tetap berjalan dengan aman, lancar, dan nyaman selama Masa Angkutan Natal dan Tahun Baru,” ujar Franoto.

Lebih lanjut, Franoto menjelaskan bahwa hingga saat ini penjualan tiket pada periode Masa Angkutan Nataru 2025/2026 tanggal 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 di wilayah Daop 1 Jakarta telah mencapai 425.575 tiket kereta api jarak jauh, serta 34.280 tiket kereta api lokal.

KAI Daop 1 Jakarta mengimbau para pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun, memperhatikan jadwal keberangkatan, serta mematuhi ketentuan yang berlaku demi kelancaran perjalanan selama Masa Angkutan Nataru.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Related Posts

Raflux Raih Pendanaan US$300.000, Siapkan Vault Fisik di BSD City

Raflux Vault akan menghadirkan fasilitas penyimpanan, showroom collectibles, dan ruang pertemuan komunitas, dengan target pembukaan November–Desember 2026. Jakarta, Indonesia. Raflux, platform collectibles yang menghubungkan pengalaman digital dengan kepemilikan koleksi fisik,…

KAI Daop 2 Imbau Pengguna Jasa KA Datang Lebih Awal, Antisipasi Lalu Lintas Padat di Kota Bandung

Info Daop 2 Bd Jumat, 18 September 2026 KAI Daop 2 Imbau Pengguna Jasa KA Datang Lebih Awal, Antisipasi Lalu Lintas Padat di Kota Bandung Bandung (Jawa Barat), 18 September…

You Missed

Understanding Gold Purity: The Differences Between 999, 916, and 750 Gold

Understanding Gold Purity: The Differences Between 999, 916, and 750 Gold

Raflux Closes $300K Pre-Seed to Scale Super Gacha on Solana

Raflux Closes 0K Pre-Seed to Scale Super Gacha on Solana

The Missing Breastfeeding Conversation: What Happens Six Months After Discharge?

The Missing Breastfeeding Conversation: What Happens Six Months After Discharge?

Raflux Raih Pendanaan US$300.000, Siapkan Vault Fisik di BSD City

Raflux Raih Pendanaan US0.000, Siapkan Vault Fisik di BSD City

KAI Daop 2 Imbau Pengguna Jasa KA Datang Lebih Awal, Antisipasi Lalu Lintas Padat di Kota Bandung

KAI Daop 2 Imbau Pengguna Jasa KA Datang Lebih Awal, Antisipasi Lalu Lintas Padat di Kota Bandung

The finishing touches on George Street’s transformation

The finishing touches on George Street’s transformation