Harga Emas Stabil, Tren Bullish Terjaga di Tengah Tekanan Dolar

Harga emas (XAUUSD) memulai pekan ini dengan langkah hati-hati, namun tetap menunjukkan napas bullish yang belum padam. Di awal perdagangan Senin lalu (25/8), XAU/USD bertahan di kisaran $3.370 per troy ons, seiring Dolar AS mencoba bangkit setelah sempat melemah pasca pidato dovish Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, pada Jumat lalu (22/8) di Simposium Jackson Hole.

Minimnya jadwal rilis data ekonomi pada awal pekan membuat perhatian investor kini tertuju pada data besar yang akan hadir dalam beberapa hari ke depan: laporan pasar tenaga kerja AS dan Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) Inti, indikator inflasi favorit The Fed. Dua data ini diperkirakan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga bank sentral.

Menurut

analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, pergerakan emas hari ini masih terbilang positif. “Secara teknikal, gabungan pola candlestick dan indikator Moving Average masih menunjukkan kecenderungan bullish. Jika tekanan beli berlanjut, emas berpeluang menuju $3.383. Namun, bila momentum melemah, area $3.350 akan menjadi titik support penting,” jelasnya.

Artinya, meski tren naik masih kuat, pasar juga perlu waspada pada potensi koreksi teknikal yang bisa muncul sewaktu-waktu, apalagi dengan sentimen makro yang saat ini cukup rapuh.

Dari sisi fundamental, ekspektasi pasar jelas memihak emas. Alat FedWatch milik CME Group mencatat peluang 90% The Fed memangkas suku bunga pada September. Bahkan, sebagian pelaku pasar sudah memproyeksikan dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin hingga akhir tahun ini.

Namun, Powell masih menekankan perlunya kehati-hatian. Ia menyebut kondisi pasar tenaga kerja yang stabil memberi ruang bagi bank sentral untuk mengambil langkah bertahap. Nada ini sempat memicu aksi ambil untung di pasar emas, tetapi tidak cukup kuat untuk menghapus prospek bullish yang sudah terbentuk.

Selain The Fed, faktor geopolitik juga berpotensi mengguncang pasar emas. Pertemuan Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengenai isu denuklirisasi menjadi sorotan. Trump bahkan menyebut Putin enggan bertemu Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, yang memunculkan harapan akan adanya penurunan tensi konflik Rusia–Ukraina. Jika ketegangan mereda, emas bisa kehilangan sebagian daya tariknya sebagai aset safe haven.

Di sisi lain, isu perdagangan juga ikut mewarnai. CNBC melaporkan adanya kemungkinan tarif impor furnitur baru yang tengah dipertimbangkan oleh Gedung Putih. Kebijakan semacam ini bisa memperkuat Dolar AS, sekaligus menekan emas.

Minggu ini akan penuh agenda ekonomi: mulai dari Pesanan Barang Tahan Lama, Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II, klaim tunjangan pengangguran awal, hingga PCE Inti. Semua data tersebut berpotensi menggiring ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan The Fed.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik tipis ke 4,269%, dengan yield riil juga menguat ke 1,86%. Indeks Dolar AS (DXY) ikut terkerek 0,52% ke 98,24, sedikit membatasi pergerakan emas.

Meski demikian, secara keseluruhan tren emas masih berpihak pada pembeli. Selama support $3.350 mampu bertahan, peluang emas menapaki jalur ke $3.383 bahkan $3.400 tetap terbuka.

  • Related Posts

    India Siapkan Rp5,39 Triliun untuk Perkuat Industri Pengolahan Mineral Kritis

    JAKARTA — Pemerintah India menyetujui alokasi anggaran sebesar 2.814 crore rupee atau sekitar Rp5,39 triliun untuk memperkuat industri pengolahan mineral kritis dalam negeri. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya India mengurangi…

    Kuansing Siap Kirim 24 Atlet Pacu Jalur ke Ajang Internasional Mahanadi Boita Race 2026 di India

    JAKARTA — Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, berencana mengirimkan 24 anggota tim olahraga dayung atau Pacu Jalur untuk berpartisipasi dalam ajang 2nd International Mahanadi Boita Race yang akan diselenggarakan dalam…

    You Missed

    India Siapkan Rp5,39 Triliun untuk Perkuat Industri Pengolahan Mineral Kritis

    India Siapkan Rp5,39 Triliun untuk Perkuat Industri Pengolahan Mineral Kritis

    Volunteer and gift wrap to give back with STEPS Pathways Charity at Sunshine Plaza

    Volunteer and gift wrap to give back with STEPS Pathways Charity at Sunshine Plaza

    DEWellness เผยเบื้องหลัง Lemulia นวัตกรรมความงามจากนํ้าค้างหนึ่งเดียวในโลก ทุ่มทุนวิจัยกว่า 100 ล้านบาท สู่อนุสิทธิบัตรสูตรบํารุงผิว เสริมความเชื่อมั่นผู้บริโภค

    DEWellness เผยเบื้องหลัง Lemulia นวัตกรรมความงามจากนํ้าค้างหนึ่งเดียวในโลก ทุ่มทุนวิจัยกว่า 100 ล้านบาท สู่อนุสิทธิบัตรสูตรบํารุงผิว เสริมความเชื่อมั่นผู้บริโภค

    Kuansing Siap Kirim 24 Atlet Pacu Jalur ke Ajang Internasional Mahanadi Boita Race 2026 di India

    Kuansing Siap Kirim 24 Atlet Pacu Jalur ke Ajang Internasional Mahanadi Boita Race 2026 di India

    Siswa Bimbel Patriot Muda Bandar Lampung Tembus Akmil dan Bintara TNI AD 2026

    Siswa Bimbel Patriot Muda Bandar Lampung Tembus Akmil dan Bintara TNI AD 2026

    Tips Tidur Nyenyak Selama Mengalami Gejala PMS (Menstruasi)

    Tips Tidur Nyenyak Selama Mengalami Gejala PMS (Menstruasi)