Emas Sentuh Rekor Baru di Atas $4.000, Tren Bullish Masih Menguat

Harga emas (XAU/USD) terus memperpanjang reli impresifnya pada perdagangan Selasa (7/10), setelah berhasil menembus rekor tertinggi sepanjang masa di level $3.991 per troy ounce dalam sesi perdagangan Amerika Utara. Logam mulia ini kemudian ditutup di sekitar $3.982, naik sekitar 0,60% dibandingkan hari sebelumnya. Menurut analisis Andy Nugraha, Analis dari Dupoin Futures Indonesia, penguatan ini didorong oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi penutupan pemerintah Amerika Serikat (AS) yang berkepanjangan dan meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

“Ketidakpastian fiskal serta prospek pelonggaran kebijakan moneter mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti emas. Kombinasi dua faktor ini menjaga dominasi tren bullish di pasar XAU/USD,” jelas Andy Nugraha dalam ulasannya.

Dari sisi teknikal, Andy menambahkan bahwa formasi candlestick dan indikator Moving Average (MA) menunjukkan sinyal penguatan tren naik yang masih kuat. Harga emas tetap bergerak di atas garis rata-rata pergerakan, menandakan momentum bullish masih terjaga. “Selama harga mampu bertahan di atas area support terdekat, peluang kenaikan menuju level psikologis $4.050 masih terbuka lebar,” ujarnya.

Meski demikian, Andy juga mengingatkan bahwa pasar berpotensi mengalami koreksi sehat di tengah reli besar ini. Jika tekanan beli mulai melemah dan harga gagal menjaga momentumnya, koreksi teknikal bisa membawa harga turun ke kisaran $3.962. Area ini akan menjadi acuan penting untuk menilai kekuatan pembeli di pasar emas.

Pada perdagangan hari ini, Rabu (8/10), emas kembali menunjukkan minat beli yang tinggi di sesi Asia dan untuk pertama kalinya menembus level $4.000 per troy ounce, memperbarui rekor sejarahnya. Kenaikan ini turut diperkuat oleh meningkatnya ekspektasi terhadap kemungkinan dua kali pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini, disertai eskalasi risiko geopolitik dan ketidakpastian akibat penutupan pemerintahan AS yang kini memasuki minggu kedua.

Menurut alat CME FedWatch, peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) pada pertemuan The Fed bulan Oktober mencapai sekitar 83%, yang berpotensi menurunkan kisaran suku bunga menjadi 3,75%–4,00%. Penurunan suku bunga akan mengurangi biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas, sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia ini di mata investor global.

Selain faktor kebijakan moneter, ketegangan politik di Jepang dan Prancis turut memperkuat permintaan terhadap aset aman. Di Jepang, kemenangan mengejutkan Sanae Takaichi dalam pemilihan kepemimpinan Partai Demokrat Liberal (LDP) menimbulkan ketidakpastian terhadap arah kebijakan Bank of Japan (BoJ). Sementara di Prancis, pengunduran diri Perdana Menteri Sebastien Lecornu beserta kabinetnya beberapa jam setelah dilantik memperdalam krisis politik di negara tersebut.

Pelaku pasar kini menantikan risalah rapat FOMC yang akan dirilis Kamis dini hari untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan The Fed. Dengan latar belakang ketegangan geopolitik, prospek pemangkasan suku bunga, serta meningkatnya minat terhadap aset aman, prospek emas dalam jangka pendek diperkirakan tetap positif.

“Selama tekanan beli masih mendominasi dan dolar AS tidak mengalami pembalikan yang signifikan, emas berpotensi memperpanjang reli menuju rekor baru di atas $4.000,” pungkas Andy Nugraha.

Dengan demikian, tren bullish XAU/USD masih menjadi skenario utama dalam perdagangan saat ini. Investor disarankan untuk tetap berhati-hati menghadapi potensi volatilitas, terutama menjelang rilis risalah FOMC yang dapat menjadi pemicu pergerakan harga berikutnya.

  • Related Posts

    Perkuat Sinergi dengan Agen BRILink, BRI Klaten Dorong Akses Layanan Keuangan yang Lebih Dekat dengan Masyarakat

    Branch Office (BO) Klaten terus memperkuat hubungan kemitraan dengan Agen BRILink sebagai mitra strategis dalam memperluas akses layanan perbankan bagi masyarakat. Klaten, 21 Oktober 2026 — PT Bank Rakyat Indonesia…

    Bank Mandiri Taspen dan UI Teken Nota Kesepahaman, Perkuat Kolaborasi Perbankan dan Pendidikan

    DEPOK, 28 Oktober 2026 — PT Bank Mandiri Taspen dan Universitas Indonesia (UI) menandatangani Nota Kesepahaman Bersama di Gedung Pusat Administrasi Universitas Indonesia, Depok, Rabu (28/10). Kerja sama ini menjadi…

    You Missed

    YAZA Property เปิดตัวแพลตฟอร์มอสังหาริมทรัพย์ขับเคลื่อนด้วย AI มุ่งยกระดับการค้นหาอสังหาริมทรัพย์ในประเทศไทย

    YAZA Property เปิดตัวแพลตฟอร์มอสังหาริมทรัพย์ขับเคลื่อนด้วย AI มุ่งยกระดับการค้นหาอสังหาริมทรัพย์ในประเทศไทย

    Research for Nation Building: Dr. Arsenio M. Balisacan’s legacy

    Research for Nation Building: Dr. Arsenio M. Balisacan’s legacy

    Korea and ASEAN Forge Cultural Cooperation Through ‘Cultural IP’ at 2026 Manila Forum

    Korea and ASEAN Forge Cultural Cooperation Through ‘Cultural IP’ at 2026 Manila Forum

    Perkuat Sinergi dengan Agen BRILink, BRI Klaten Dorong Akses Layanan Keuangan yang Lebih Dekat dengan Masyarakat

    Perkuat Sinergi dengan Agen BRILink, BRI Klaten Dorong Akses Layanan Keuangan yang Lebih Dekat dengan Masyarakat

    Bank Mandiri Taspen dan UI Teken Nota Kesepahaman, Perkuat Kolaborasi Perbankan dan Pendidikan

    Bank Mandiri Taspen dan UI Teken Nota Kesepahaman, Perkuat Kolaborasi Perbankan dan Pendidikan

    Bantu Penuhi Kebutuhan Dasar Warga, BRI Gombong Salurkan 13 Tangki Air Bersih di Kebumen

    Bantu Penuhi Kebutuhan Dasar Warga, BRI Gombong Salurkan 13 Tangki Air Bersih di Kebumen