Dukung Program Swasembada Pangan, Kementerian PU Revitalisasi Jaringan Irigasi Akedaga dan Opiyang Di Halmahera

PULAU HALMAHERA, 31 Agustus 2025 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menggenjot pembangunan infrastruktur sumber daya air untuk mendukung salah satu program prioritas nasional, yakni swasembada pangan. Sebagai wujud nyata dari program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, Kementerian PU kini tengah merevitalisasi dua jaringan irigasi penting, Akedaga dan Opiyang, di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, dengan total panjang mencapai 5,7 kilometer (km).

Proyek strategis ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret untuk menjamin
ketersediaan air bagi lahan persawahan, yang pada akhirnya akan meningkatkan
produktivitas panen para petani setempat.

Menteri PU, Dody Hanggodo, dalam kunjungan kerjanya di Maluku Utara pada
Kamis (28/8/2025), menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap
jengkal sawah produktif mendapatkan pasokan air yang memadai. Menurutnya,
revitalisasi ini adalah bagian dari upaya komprehensif untuk mengalirkan air
dari bendungan, bendung, dan sungai hingga ke sawah-sawah yang paling jauh
sekalipun.

“Kami memastikan air yang ada di bendungan, bendung dan sungai bisa
mengalir ke sawah-sawah terjauh,” ujar Menteri Dody. “Kami melakukan
rehabilitasi daerah irigasi yang menjadi kewenangan Pusat, Provinsi, Kabupaten
dan Kota karena sudah ada Inpres Irigasi Nomor 2 Tahun 2025 yang memungkinkan
kami mengerjakan irigasi kewenangan non-Pemerintah Pusat,” jelasnya.

Pekerjaan revitalisasi itu dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS)
Maluku Utara dan telah dimulai sejak Maret 2025. Proyek
ini terbagi dalam dua jaringan utama:

1.     
Jaringan Irigasi Akedaga:
Meliputi perbaikan bangunan bagi dan sadap serta saluran pembawa sekunder
sepanjang 1,4 km di Daerah Irigasi (DI) Akedaga-Tutiling-Meja. Pasokan air
untuk jaringan ini berasal dari Bendung Akedaga yang memanfaatkan aliran Sungai
Dodoga.

2.     
Jaringan Irigasi Opiyang:
Mencakup perbaikan bangunan kantong lumpur, bangunan sadap, serta saluran
pembawa primer dan sekunder sepanjang 4,3 km di DI Opiyang-Mancalele.

Hingga akhir
Agustus 2025, progres seluruh pekerjaan konstruksi dilaporkan telah mencapai
70% dan ditargetkan akan rampung sepenuhnya pada Desember 2025.

Kepala BWS
Maluku Utara, M. Saleh Talib, menambahkan bahwa proses konstruksi dirancang
agar tidak mengganggu aktivitas pertanian. Selama proses konstruksi, air irigasi ke sawah
petani tetap mengalir menggunakan saluran pengelak dan pompanisasi.
Rehabilitasi ini sangat diperlukan untuk menjaga fungsi saluran irigasi agar
tetap optimal.

“Diharapkan dengan ketersediaan air yang cukup, produktivitas
pertanian tanam padi dapat meningkat dan mampu mewujudkan swasembada
pangan,” kata M. Saleh Talib.

Petani Rasakan Manfaat Langsung

Dampak positif dari proyek ini sudah dirasakan langsung oleh para petani di
sekitar lokasi. Sutarno, seorang petani yang juga menjabat sebagai Kepala Desa
Toboino, mengungkapkan bahwa sistem irigasi yang lebih baik telah menghilangkan
konflik perebutan air antarpetani yang dulu sering terjadi.

“Untuk
ketersediaan air, kami cukup. Konflik perebutan air tidak terjadi lagi. Dalam sekali panen, kami bisa
menghasilkan hingga 3 ton per hektare,” jelas Sutarno.

Rasa syukur serupa juga diungkapkan oleh Supandi, petani dari Desa
Sidomulyo yang lahannya dialiri oleh DI Akedaga. Ia mengaku sangat bersyukur
karena dengan adanya perbaikan jaringan irigasi, kebutuhan air untuk sawahnya
kini selalu tercukupi, sehingga tanaman padi dapat tumbuh dengan baik dan
subur.

Revitalisasi Jaringan Irigasi Akedaga dan Opiyang ini menjadi bukti bahwa
pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran merupakan kunci untuk meningkatkan
kesejahteraan petani dan langkah penting dalam mewujudkan cita-cita besar
swasembada pangan nasional.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

  • Related Posts

    Melangkah ke Rusia dan Membuka Perspektif Dunia, Inilah Kisah Study Abroad William Budihartos

    Melihat dunia luar secara langsung seringkali memberikan perspektif yang jauh lebih luas dibandingkan apa yang tertulis di dalam buku teks. Inilah yang dirasakan oleh William Budiharto, mahasiswa program studi Information…

    Lagi Cari Solusi Hemat Biaya WhatsApp Pasca 1 Okt? Begini Solusinya

    Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan…

    You Missed

    Melangkah ke Rusia dan Membuka Perspektif Dunia, Inilah Kisah Study Abroad William Budihartos

    Melangkah ke Rusia dan Membuka Perspektif Dunia, Inilah Kisah Study Abroad William Budihartos

    75 ECOMAX modules, 250 MW: Italian AB’s Power&Cooling application for U.S. Data Centers – and why ANKA wants to bring that model to the Philippines

    75 ECOMAX modules, 250 MW: Italian AB’s Power&Cooling application for U.S. Data Centers – and why ANKA wants to bring that model to the Philippines

    Lagi Cari Solusi Hemat Biaya WhatsApp Pasca 1 Okt? Begini Solusinya

    Lagi Cari Solusi Hemat Biaya WhatsApp Pasca 1 Okt? Begini Solusinya

    Momcozy Celebrates 11.11 with a Focus on Making Every Mom Moment Better

    Momcozy Celebrates 11.11 with a Focus on Making Every Mom Moment Better

    Belum Terlambat! Kesempatan Bawa Pulang Mobil Listrik hingga Liburan ke Jepang Masih Terbuka di Shopvaganza Mitra10

    Belum Terlambat! Kesempatan Bawa Pulang Mobil Listrik hingga Liburan ke Jepang Masih Terbuka di Shopvaganza Mitra10

    BRI Region 11 Yogyakarta Kobarkan Semangat Patriotisme dan Kegigihan dalam Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026

    BRI Region 11 Yogyakarta Kobarkan Semangat Patriotisme dan Kegigihan dalam Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026