Dinamika Awal Tahun, BRI Finance Terapkan Strategi Pembiayaan Kompetitif

Jakarta, 3 Februari 2025 – Memasuki awal tahun 2026, industri pembiayaan otomotif masih dihadapkan pada dinamika pasar yang menantang. Usai lonjakan transaksi di penghujung tahun, masyarakat kini cenderung lebih berhati-hati dan perhitungan dalam memilih produk pembiayaan otomotif. Penyesuaian harga kendaraan, ketidakpastian ekonomi, serta kehati-hatian dalam mengelola pengeluaran pasca-pergantian tahun turut memengaruhi kinerja pembiayaan kendaraan bermotor.

Dalam konteks tersebut, PT BRI Finance Indonesia (“BRI Finance”) mengungkapkan dua tantangan utama yang dihadapi industri multifinance dalam pembiayaan mobil baru. Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menjelaskan bahwa tantangan pertama berasal dari sisi permintaan yang melemah seiring sikap konsumen yang semakin berhati-hati. Tantangan kedua berkaitan dengan penyesuaian harga kendaraan yang berdampak langsung pada keputusan pembelian.

“Kondisi ini membuat persaingan di industri pembiayaan menjadi semakin ketat dan menuntut pengelolaan risiko yang lebih cermat dan prudent,” ujar Dhani.

Untuk merespons kondisi tersebut, BRI Finance melakukan penyesuaian strategi secara selektif, termasuk menerapkan skema pricing yang lebih kompetitif dan disesuaikan dengan profil risiko nasabah. Selain itu, perusahaan juga memberikan fleksibilitas tenor pembiayaan serta penyesuaian uang muka (down payment/DP) guna menjaga keterjangkauan bagi nasabah tanpa mengabaikan kualitas portofolio. Pendekatan ini diharapkan dapat menjaga penyaluran pembiayaan tetap sehat dan berkelanjutan.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan mobil baru oleh industri multifinance terkontraksi sebesar 4,65% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp142,59 triliun. Menanggapi tren tersebut, BRI Finance menilai penurunan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain penyesuaian harga jual kendaraan di pasar, perubahan preferensi konsumen yang mulai mengarah pada alternatif kendaraan yang lebih hemat energi, serta ketidakpastian ekonomi yang mendorong konsumen menunda pembelian jangka panjang.

Dengan mempertimbangkan kondisi pasar tersebut, BRI Finance memproyeksikan bahwa pada 2026 segmen pembiayaan kendaraan niaga ringan, segmen produktif, serta kebutuhan mobilitas yang terjangkau akan menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat dibandingkan segmen mobil penumpang premium. Oleh karena itu, perusahaan akan terus menyesuaikan strategi produk dan segmentasi nasabah untuk menangkap peluang pertumbuhan secara selektif dan berkelanjutan.

Saat ini, kontribusi pembiayaan mobil baru BRI Finance terhadap total portofolio tercatat sebesar 40,05%, sementara pembiayaan mobil bekas berkontribusi sebesar 9,87%. Permintaan saat ini cenderung mengarah pada kendaraan dengan total biaya kepemilikan yang lebih rendah, seperti Low Cost Green Car (LCGC), serta kendaraan yang fungsional untuk kebutuhan keluarga dan aktivitas harian, khususnya segmen SUV. Dhani menambahkan, “Minat terhadap kendaraan listrik memang mulai berkembang, namun belum menjadi dominan. Pergeseran preferensi ini turut memengaruhi komposisi pembiayaan mobil baru maupun bekas di pasar.”

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    70 tahun mengabdi, SUCOFINDO hadir melalui penyediaan Sarana Air Bersih di Sulawesi Selatan

    Makassar, (25/10) – PT SUCOFINDO (PERSERO) kembali menyelenggarakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berupa bantuan pembangunan sumur…

    Dr. Dhiraj Kelly Sawlani Tekankan Manajemen Risiko Finansial Dalam Kolaborasi Edukasi di Universitas Sahid

    Praktisi bisnis dan edukator finansial Dr. Dhiraj Kelly Sawlani menggarisbawahi pentingnya manajemen risiko dan pemahaman strategi keuangan bagi mahasiswa dalam seminar literasi keuangan di Universitas Sahid, Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan…

    You Missed

    Year 12 Past Papers and AI Marking: Check Your Answers

    Year 12 Past Papers and AI Marking: Check Your Answers

    Mulai.com Named Finalist in MAS Global FinTech Hackcelerator 2026 Out of 195 Global Applicants

    Mulai.com Named Finalist in MAS Global FinTech Hackcelerator 2026 Out of 195 Global Applicants

    70 tahun mengabdi, SUCOFINDO hadir melalui penyediaan Sarana Air Bersih di Sulawesi Selatan

    70 tahun mengabdi, SUCOFINDO hadir melalui penyediaan Sarana Air Bersih di Sulawesi Selatan

    Dr. Dhiraj Kelly Sawlani Tekankan Manajemen Risiko Finansial Dalam Kolaborasi Edukasi di Universitas Sahid

    Dr. Dhiraj Kelly Sawlani Tekankan Manajemen Risiko Finansial Dalam Kolaborasi Edukasi di Universitas Sahid

    Cara Buat Nabung Emas Lebih Menyenangkan

    Cara Buat Nabung Emas Lebih Menyenangkan

    Perkuat Sinergi Bancassurance, BSI dan Prudential Syariah Dorong Gaya Hidup Sehat dan Kesiapan Finansial Nasabah di BSI International Expo 2026

    Perkuat Sinergi Bancassurance, BSI dan Prudential Syariah Dorong Gaya Hidup Sehat dan Kesiapan Finansial Nasabah di BSI International Expo 2026