Deforestasi Indonesia Masih Meningkat, Inisiatif Pemulihan Hutan Mendesak Diperkuat

Semarang, 1 Oktober 2025 – Laporan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat bahwa deforestasi netto Indonesia pada 2024 mencapai 175,4 ribu hektare, meningkat dibandingkan 2023 yang sebesar 121,1 ribu hektare. Meski tren jangka panjang 10 tahun terakhir menunjukkan penurunan, data ini menegaskan bahwa tekanan terhadap hutan Indonesia belum berakhir. Saat ini, luas kawasan berhutan tercatat 95,5 juta hektare atau sekitar 51,1% dari total daratan Indonesia, dengan mayoritas (91,9%) berada di dalam kawasan hutan.

Penyebab deforestasi masih berulang dari tahun ke tahun, termasuk kebakaran hutan dan lahan gambut, pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit, pembalakan liar, pertambangan, serta pembangunan kawasan baru di Kalimantan Timur, termasuk lokasi Ibu Kota Nusantara. Dampaknya langsung dirasakan dalam bentuk hilangnya keanekaragaman hayati, terganggunya ekosistem, hingga meningkatnya emisi karbon yang memperparah krisis iklim.

Merespons kondisi tersebut, pemerintah telah memperkuat regulasi melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) No. 14 Tahun 2024 yang mewajibkan pengawasan ketat atas kegiatan usaha. Regulasi ini menekankan pentingnya peran perusahaan tidak hanya dalam mematuhi aturan lingkungan, tetapi juga dalam berkontribusi terhadap pemulihan ekosistem melalui program tanggung jawab sosial (CSR).

Penanaman mangrove di wilayah pesisir yang rawan abrasi (Foto: Tim LindungiHutan)

Salah satu bentuk nyata kontribusi tersebut adalah program Sedekah Pohon dari LindungiHutan. Program ini memberi kesempatan bagi individu maupun perusahaan untuk berpartisipasi langsung dalam pemulihan lahan kritis melalui penanaman pohon di berbagai wilayah Indonesia. Hingga kini, lebih dari 1,1 juta pohon telah tertanam di berbagai wilayah Indonesia, didukung oleh 62 ribu donatur dan 600+ mitra hijau melalui lebih dari 2.300 kampanye alam. .

Kolaborasi dengan merek dan perusahaan juga telah menunjukkan hasil positif. Velyasha dari Somethinc menuturkan, “Selama menjalin kolaborasi dan kerjasama dengan LindungiHutan berjalan sangat baik. Terlebih lagi, konsumen dapat ikut terlibat langsung dalam upaya penghijauan dengan membeli produk Somethinc. Harapannya, semoga lokasi penanaman bertambah banyak dan tersebar dari Sabang-Merauke.”

Krisis deforestasi adalah tantangan bersama. Melalui inisiatif pemulihan hutan, setiap pohon yang ditanam memiliki arti penting untuk menyerap karbon, memulihkan ekosistem, dan melindungi masyarakat pesisir maupun pedalaman dari dampak lingkungan.

“Lewat #SedekahPohon, kami ingin mengajak lebih banyak pihak melihat kontribusi lingkungan bukan sekadar kewajiban, tapi investasi jangka panjang untuk Bumi dan masa depan,” ungkap Siktiyana, Head of Content and Marketing LindungiHutan.

Dengan milestone keberhasilan yang sudah dicapai, LindungiHutan mengajak masyarakat dan dunia usaha untuk segera bergabung dalam program #SedekahPohon. Informasi lebih lanjut tentang cara berkontribusi dapat diakses melalui laman Sedekah Pohon LindungiHutan. Semakin cepat aksi dilakukan, semakin besar peluang untuk menahan laju deforestasi dan menciptakan masa depan yang lebih hijau.

  • Related Posts

    Dr. Dhiraj Kelly Sawlani Tekankan Manajemen Risiko Finansial Dalam Kolaborasi Edukasi di Universitas Sahid

    Praktisi bisnis dan edukator finansial Dr. Dhiraj Kelly Sawlani menggarisbawahi pentingnya manajemen risiko dan pemahaman strategi keuangan bagi mahasiswa dalam seminar literasi keuangan di Universitas Sahid, Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan…

    Cara Buat Nabung Emas Lebih Menyenangkan

    Menabung tidak harus selalu terasa seperti kegiatan yang membosankan. Selain menyisihkan uang ke rekening tabungan, kamu juga bisa mencoba cara lain untuk membangun kebiasaan finansial, salah satunya dengan menabung emas.…

    You Missed

    Dr. Dhiraj Kelly Sawlani Tekankan Manajemen Risiko Finansial Dalam Kolaborasi Edukasi di Universitas Sahid

    Dr. Dhiraj Kelly Sawlani Tekankan Manajemen Risiko Finansial Dalam Kolaborasi Edukasi di Universitas Sahid

    Cara Buat Nabung Emas Lebih Menyenangkan

    Cara Buat Nabung Emas Lebih Menyenangkan

    Perkuat Sinergi Bancassurance, BSI dan Prudential Syariah Dorong Gaya Hidup Sehat dan Kesiapan Finansial Nasabah di BSI International Expo 2026

    Perkuat Sinergi Bancassurance, BSI dan Prudential Syariah Dorong Gaya Hidup Sehat dan Kesiapan Finansial Nasabah di BSI International Expo 2026

    Bangunan Sudah Jadi, Tapi Belum Boleh Dipakai. Kenapa?

    Bangunan Sudah Jadi, Tapi Belum Boleh Dipakai. Kenapa?

    FAWCAR Officially Introduces JOYEE to the Philippines, Unveils Three New Models in Manila

    FAWCAR Officially Introduces JOYEE to the Philippines, Unveils Three New Models in Manila

    Sanct Social releases Episode 8 and a step-by-step look at the five features it shows, from a sleep alarm to friend categories

    Sanct Social releases Episode 8 and a step-by-step look at the five features it shows, from a sleep alarm to friend categories