Dari imbauan Barang Bawaan hingga Barang Tertinggal, KAI Jaga Kenyamanan Pengguna di LRT Jabodebek

KAI mengingatkan pengguna LRT Jabodebek untuk menyesuaikan barang bawaan dengan ketentuan bagasi yang berlaku dan menyediakan layanan penitipan barang di Stasiun Halim serta layanan Lost and Found.

Bekasi, 6 Januari 2026 – Aktivitas masyarakat perkotaan kerap tercermin dari barang yang dibawa dalam perjalanan. Untuk menjaga kenyamanan bersama, KAI mengingatkan pengguna agar menyesuaikan barang bawaan dengan ketentuan bagasi yang berlaku, yakni berukuran maksimal 100 x 40 x 30 sentimeter serta tidak termasuk barang berbahaya atau dilarang.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan pengguna LRT Jabodebek dapat memanfaatkan ruang yang disediakan untuk menaruh barang : seperti rak di atas kursi dan area khusus, agar tidak mengganggu akses maupun aktivitas pengguna lain.

“Barang bawaan merupakan bagian dari aktivitas harian masyarakat kota. Dengan menempatkannya secara tepat, pengguna ikut menjaga agar ruang perjalanan dapat digunakan secara nyaman oleh semua,” ujarnya.

Selain itu, KAI juga menyediakan layanan penitipan barang di Stasiun Halim. Layanan ini beroperasi setiap hari pukul 05.00 hingga 23.00 WIB, dengan durasi penitipan maksimal 72 jam.

Kehadiran layanan ini memberi pilihan bagi pengguna untuk tetap melanjutkan aktivitas di kawasan perkotaan tanpa harus membawa seluruh barang ke dalam kereta, khususnya bagi mereka yang ingin berkeliling kota dan kembali mengunakan layanan kereta api cepat Whoosh.

Ditambahkannya, LRT Jabodebek memiliki layanan Lost and Found bagi barang yang tertinggal di area stasiun maupun di dalam kereta. Layanan pendukung ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan transportasi publik yang tertata dan responsif terhadap kebutuhan pengguna.

Sepanjang 2025, tercatat 6.995 barang temuan, dengan 3.399 barang telah dikembalikan kepada pemiliknya, sementara 3.596 barang masih tersimpan dalam pengelolaan petugas, dengan estimasi nilai mencapai Rp797,7 juta.

“Transportasi publik tidak hanya berbicara tentang perpindahan dari satu titik ke titik lain, tetapi tentang bagaimana ruang mobilitas dikelola. Pengaturan bagasi, penitipan barang, hingga layanan barang temuan menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, tertib, dan berkelanjutan,” tutupnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Raflux Raih Pendanaan US$300.000, Siapkan Vault Fisik di BSD City

    Raflux Vault akan menghadirkan fasilitas penyimpanan, showroom collectibles, dan ruang pertemuan komunitas, dengan target pembukaan November–Desember 2026. Jakarta, Indonesia. Raflux, platform collectibles yang menghubungkan pengalaman digital dengan kepemilikan koleksi fisik,…

    KAI Daop 2 Imbau Pengguna Jasa KA Datang Lebih Awal, Antisipasi Lalu Lintas Padat di Kota Bandung

    Info Daop 2 Bd Jumat, 18 September 2026 KAI Daop 2 Imbau Pengguna Jasa KA Datang Lebih Awal, Antisipasi Lalu Lintas Padat di Kota Bandung Bandung (Jawa Barat), 18 September…

    You Missed

    Raflux Closes $300K Pre-Seed to Scale Super Gacha on Solana

    Raflux Closes 0K Pre-Seed to Scale Super Gacha on Solana

    The Missing Breastfeeding Conversation: What Happens Six Months After Discharge?

    The Missing Breastfeeding Conversation: What Happens Six Months After Discharge?

    Raflux Raih Pendanaan US$300.000, Siapkan Vault Fisik di BSD City

    Raflux Raih Pendanaan US0.000, Siapkan Vault Fisik di BSD City

    KAI Daop 2 Imbau Pengguna Jasa KA Datang Lebih Awal, Antisipasi Lalu Lintas Padat di Kota Bandung

    KAI Daop 2 Imbau Pengguna Jasa KA Datang Lebih Awal, Antisipasi Lalu Lintas Padat di Kota Bandung

    The finishing touches on George Street’s transformation

    The finishing touches on George Street’s transformation

    Biaya Rutin dalam Rumah Tangga: Cara Mengatur Tagihan agar Keuangan Lebih Teratur

    Biaya Rutin dalam Rumah Tangga: Cara Mengatur Tagihan agar Keuangan Lebih Teratur