Carbon Offset Lewat Mangrove: LindungiHutan Rilis eBook Panduan di Tengah Krisis Iklim

Semarang, 3 September 2025 – Di tengah eskalasi krisis iklim global, LindungiHutan meluncurkan eBook edukatif bertajuk “Panduan Komprehensif Carbon Offset dan Peran Mangrove dalam Mitigasi Perubahan Iklim” sebagai kontribusi nyata mendorong berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha, pemerintah, hingga komunitas, untuk mengambil peran aktif dalam aksi iklim.

Fokus utama eBook ini adalah carbon offset berbasis ekosistem mangrove, salah satu solusi alami paling efektif untuk menyerap emisi karbon sekaligus melindungi kawasan pesisir dari dampak bencana iklim.

Menurut Climate Watch dan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), emisi karbon Indonesia masih didominasi sektor energi dan alih fungsi lahan. Meski sejumlah korporasi telah menetapkan target Net Zero Emission, banyak yang belum memiliki panduan implementasi mitigasi yang terstruktur. Di sinilah eBook ini hadir, memberikan panduan praktis mulai dari konsep dasar carbon offset, potensi karbon biru (blue carbon), hingga studi kasus penanaman mangrove dengan tingkat keberhasilan tinggi di Indonesia.

“Carbon offset bukan sekadar jargon hijau. Jika dilakukan secara tepat, ini adalah instrumen yang mampu menekan laju perubahan iklim sambil memberikan manfaat sosial-ekonomi. Lewat eBook ini, kami ingin memberikan peta jalan yang jelas untuk aksi nyata,” ujar Ben, CEO LindungiHutan.

Salah satu sorotan dalam eBook ini adalah efektivitas mangrove sebagai penyerap karbon, bahkan mampu menyimpan 4–5 kali lebih banyak karbon dibanding hutan tropis daratan. Selain itu, mangrove juga memperkuat ketahanan pangan, melindungi garis pantai dari abrasi, hingga membuka peluang ekonomi melalui ekowisata.

LindungiHutan telah mencatat berbagai keberhasilan rehabilitasi mangrove, seperti di Pantai Mangunharjo, Semarang, dengan tingkat keberhasilan penanaman 93% berkat kolaborasi bersama kelompok tani lokal. Hingga kini, ribuan pohon telah ditanam, menghijaukan kembali area pantai seluas 1,2 hektare, serta menyerap lebih dari 5.900 kg CO₂eq. Proyek serupa di Tambakrejo dan Trimulyo menunjukkan dampak signifikan meski menghadapi tantangan, seperti konflik penggunaan lahan akibat pembangunan infrastruktur jalan tol.

“Banyak pihak ingin berkontribusi pada aksi iklim, tetapi terkendala kurangnya panduan implementasi yang berbasis data dan pengalaman lapangan. EBook ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan tersebut,” tambah Ben.

LindungiHutan mengajak semua sektor, terutama dunia usaha, untuk memandang carbon offset sebagai peluang, bukan beban. Peluang ini mencakup peningkatan citra merek, loyalitas pelanggan, hingga akses pada green financing dan insentif pemerintah yang mulai digulirkan.

eBook ini dapat diunduh gratis di https://lynk.id/lindungihutan/kekr1pdek2r0 dan dapat diakses hanya dalam waktu tertentu. Pembaca dapat mengunduh selagi tersedia dan jadilah bagian dari gerakan mitigasi iklim berbasis mangrove.

Dengan peluncuran eBook ini, LindungiHutan berharap semakin banyak pihak tergerak untuk bergabung dalam mitigasi perubahan iklim melalui langkah nyata, terukur, dan kolaboratif. Karena menyelamatkan bumi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi misi bersama seluruh lapisan masyarakat.

  • Related Posts

    Dari Ruang Kelas ke Panggung MotoGP Mandalika, Pertamina Buka Akses Digital bagi Anak Disabilitas Netra

    LOMBOK TENGAH, NTB – Sebuah smartphone mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang. Namun, bagi anak penyandang disabilitas netra, perangkat tersebut dapat menjadi pintu menuju dunia pengetahuan yang lebih luas membantu…

    GADAI ATAU JUAL ASET? MANA YANG LEBIH TEPAT SAAT MEMBUTUHKAN DANA?

    Menjual aset berarti kepemilikan barang berpindah secara permanen dan Anda tidak memiliki kewajiban pembayaran kembali. Pilihan ini lebih cocok jika aset sudah tidak dibutuhkan, ingin mengurangi kewajiban, atau tidak memiliki…

    You Missed

    Dari Ruang Kelas ke Panggung MotoGP Mandalika, Pertamina Buka Akses Digital bagi Anak Disabilitas Netra

    Dari Ruang Kelas ke Panggung MotoGP Mandalika, Pertamina Buka Akses Digital bagi Anak Disabilitas Netra

    GADAI ATAU JUAL ASET? MANA YANG LEBIH TEPAT SAAT MEMBUTUHKAN DANA?

    GADAI ATAU JUAL ASET? MANA YANG LEBIH TEPAT SAAT MEMBUTUHKAN DANA?

    Harga Minyak Pekan Depan Berpeluang Bullish, Risiko Pasokan Timur Tengah Jadi Sorotan

    Harga Minyak Pekan Depan Berpeluang Bullish, Risiko Pasokan Timur Tengah Jadi Sorotan

    Prediksi XAUUSD Pekan Depan: Koreksi Naik Terbuka, Dolar AS Jadi Penentu

    Prediksi XAUUSD Pekan Depan: Koreksi Naik Terbuka, Dolar AS Jadi Penentu

    ASHTA District 8 Menjadi Ruang Eksplorasi Kreatif Dalam Rangkaian WCCE 2026E

    ASHTA District 8 Menjadi Ruang Eksplorasi Kreatif Dalam Rangkaian WCCE 2026E

    BP Tapera Dorong Penguatan Ekosistem Perumahan dalam Evaluasi PKPN Program Tiga Juta Rumah

    BP Tapera Dorong Penguatan Ekosistem Perumahan dalam Evaluasi PKPN Program Tiga Juta Rumah