BRI Finance Optimalkan Strategi Pendanaan, Jaga Stabilitas Cost of Fund Kuartal I-2026

Jakarta, 18 Mei 2026 – Di tengah tren kenaikan suku bunga dan meningkatnya imbal hasil (yield) obligasi yang masih membayangi industri jasa keuangan, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) tetap mampu menjaga efisiensi biaya pendanaan perusahaan pada kuartal I-2026. Kondisi ini menjadi perhatian penting bagi industri multifinance yang saat ini masih mengandalkan pendanaan dari sektor perbankan sebagai sumber utama pendanaan.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa hingga Maret 2026, pendanaan industri pembiayaan nasional masih didominasi oleh pinjaman perbankan dengan total mencapai Rp279,74 triliun atau setara 73,65% dari keseluruhan sumber pendanaan. Ketergantungan tersebut membuat industri multifinance menghadapi tantangan yang cukup besar ketika suku bunga bergerak naik dan pasar obligasi mengalami tekanan yield.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “BRI Finance secara aktif melakukan penyesuaian strategi pendanaan agar tetap adaptif terhadap dinamika suku bunga dan kondisi likuiditas pasar. Dukungan sinergi dengan Group BRI juga menjadi salah satu faktor yang memperkuat stabilitas biaya dana perusahaan.”

Hingga Maret 2026, komposisi pendanaan BRI Finance berasal dari pendanaan perbankan sebesar Rp2,32 triliun atau 56,01% dari total pendanaan perusahaan. Selain itu, pendanaan dari obligasi tercatat sebesar Rp1 triliun atau 24,22%, sementara joint financing mencapai Rp818,7 miliar atau 19,77%.

Perseroan kemudian melakukan penyesuaian strategi pendanaan pada April 2026 seiring perkembangan kondisi pasar. Porsi pendanaan dari perbankan tercatat turun menjadi 52,72% atau sebesar Rp2,20 triliun. Di saat yang sama, kontribusi joint financing meningkat menjadi Rp973,9 miliar atau 23,29%, sedangkan porsi obligasi berada di level 23,99% atau sekitar Rp1 triliun.

Peningkatan porsi joint financing dilakukan karena skema tersebut dinilai mampu memberikan alternatif pendanaan dengan tingkat bunga yang lebih kompetitif. Perusahaan juga memanfaatkan pendanaan jangka pendek secara lebih optimal untuk menjaga fleksibilitas pengelolaan dana.

Selain melakukan diversifikasi sumber pendanaan, BRI Finance turut memperkuat pengelolaan likuiditas internal melalui optimalisasi arus kas dan efisiensi penggunaan dana. Perseroan juga terus meningkatkan kualitas penagihan guna mempercepat cash inflow serta menjaga posisi likuiditas tetap solid.

Dalam strategi penerbitan obligasi, BRI Finance juga menerapkan pendekatan yang lebih selektif dengan mempertimbangkan momentum pasar serta tenor yang dinilai paling optimal bagi perusahaan. “Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menjaga kesinambungan bisnis sekaligus mendukung pertumbuhan pembiayaan secara sehat di tengah tantangan industri yang terus bergerak dinamis,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Kirim Uang ke Keluarga Beda Bank? Perhatikan Hal Ini

    Mengirim uang kepada orang tua, saudara, atau anggota keluarga yang tinggal di kota berbeda sudah menjadi bagian dari kebutuhan finansial sehari-hari. Namun, ketika rekening pengirim dan penerima berasal dari bank…

    KEPATIHAN MANAJEMEN / K MANAJEMEN PECAHKAN REKOR PESERTA FASHION SHOW TERBANYAK TAHUN 2026 MELALUI “KETAPANG ETHNIC DAY 2026”

    KETAPANG – Ajang “Ketapang Ethnic Day 2026 – Pemilihan Putra/Putri Ethnic Ketapang 2026” yang diinisiasi oleh Kepatihan Manajemen (K-Manajemen) sukses mencetak sejarah baru! Kompetisi yang diselenggarakan di Citimall Ketapang ini…

    You Missed

    Kirim Uang ke Keluarga Beda Bank? Perhatikan Hal Ini

    Kirim Uang ke Keluarga Beda Bank? Perhatikan Hal Ini

    KEPATIHAN MANAJEMEN / K MANAJEMEN PECAHKAN REKOR PESERTA FASHION SHOW TERBANYAK TAHUN 2026 MELALUI “KETAPANG ETHNIC DAY 2026”

    KEPATIHAN MANAJEMEN / K MANAJEMEN PECAHKAN REKOR PESERTA FASHION SHOW TERBANYAK TAHUN 2026 MELALUI “KETAPANG ETHNIC DAY 2026”

    New GASA Research: 71% of Adults Surveyed Across 13 Asian Markets Encountered Scams, with Estimated Losses of US$136.5 Billion

    New GASA Research: 71% of Adults Surveyed Across 13 Asian Markets Encountered Scams, with Estimated Losses of US6.5 Billion

    “Gods within Her”: Vietnamese Youth at the Heart of Milan Fashion Week

    “Gods within Her”: Vietnamese Youth at the Heart of Milan Fashion Week

    “Gods within Her”: Bản Lĩnh Người Trẻ Việt Tại Kinh Đô Thời Trang Milan

    “Gods within Her”: Bản Lĩnh Người Trẻ Việt Tại Kinh Đô Thời Trang Milan

    Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 18 Persen pada September 2026

    Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 18 Persen pada September 2026