BRI Finance Catatkan Kualitas Aset yang Solid dengan NPF 2,23%

Jakarta, 4 Mei 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menunjukkan ketahanan kinerja di tengah meningkatnya kewaspadaan industri terhadap risiko pembiayaan. Hingga Februari 2026, Perseroan berhasil menjaga rasio non-performing financing (NPF) pada level 2,23%, mencerminkan kualitas portofolio yang tetap terkelola dengan baik dan berada dalam batas yang sehat sesuai ketentuan regulator.

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menegaskan bahwa capaian ini tidak terlepas dari konsistensi Perseroan dalam mengedepankan prinsip kehati-hatian serta penguatan kerangka manajemen risiko secara menyeluruh. “Kami memastikan setiap proses pembiayaan dijalankan secara disiplin, mulai dari proses underwriting, analisis kelayakan debitur, hingga pemantauan portofolio yang dilakukan secara berkala dan terukur,” ujarnya.

Seiring dengan itu, BRI Finance juga terus meningkatkan efektivitas fungsi collection serta memperkuat sistem monitoring terhadap kewajiban pembayaran debitur. Langkah ini menjadi bagian integral dari strategi mitigasi risiko guna menjaga stabilitas kualitas aset di tengah dinamika eksternal yang terus berkembang.

Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat adanya tren peningkatan rasio pembiayaan bermasalah di industri dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut mendorong pelaku industri pembiayaan untuk semakin memperketat penerapan prinsip kehati-hatian dan meningkatkan selektivitas dalam ekspansi bisnis.

“Dinamika tersebut berimplikasi pada meningkatnya kebutuhan pencadangan serta mendorong industri untuk lebih prudent dalam menyalurkan pembiayaan, dengan tetap menjaga kualitas portofolio,” tambah Wahyudi.

Meski demikian, BRI Finance melihat ruang pertumbuhan tetap terbuka pada awal tahun 2026. Penyaluran pembiayaan masih menunjukkan tren yang positif, dengan strategi yang lebih selektif dan berbasis pada profil risiko debitur serta daya beli masyarakat.

Hal ini sejalan dengan aktivitas industri yang masih bergerak positif, ditopang oleh perbaikan aktivitas ekonomi dan kinerja sektor otomotif. Dalam konteks tersebut, Perseroan terus menjaga keseimbangan antara akselerasi bisnis dan kualitas aset.

“Dengan disiplin dalam penerapan manajemen risiko serta penguatan fungsi monitoring dan collection, kami optimistis dapat mempertahankan kinerja yang sehat dan berkelanjutan,” tutup Wahyudi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Dorong UMK Naik Kelas, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Fasilitasi Sertifikasi Halal UMK Jakarta Utara

    Jakarta, 25 September 2026 – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong pemberdayaan dan peningkatan daya saing Usaha Mikro dan Kecil (UMK) melalui Program Tanggung Jawab…

    Indonesia Contact Center Association Sukses Gelar Awards Ceremony TBCCI 2026

    JAKARTA, 25 September 2026 – Indonesia Contact Center Association (ICCA) resmi menuntaskan rangkaian ajang The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2026 melalui seremoni penyerahan penghargaan di Birawa Assembly Hall, Hotel…

    You Missed

    Dorong UMK Naik Kelas, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Fasilitasi Sertifikasi Halal UMK Jakarta Utara

    Dorong UMK Naik Kelas, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Fasilitasi Sertifikasi Halal UMK Jakarta Utara

    Indonesia Contact Center Association Sukses Gelar Awards Ceremony TBCCI 2026

    Indonesia Contact Center Association Sukses Gelar Awards Ceremony TBCCI 2026

    Bank Neo Commerce Resmi Jadi Official Banking Partner VOTCHA 2026, Ajak Komunitas Trail Runner Kelola Keuangan Selincah Menaklukkan Trek

    Bank Neo Commerce Resmi Jadi Official Banking Partner VOTCHA 2026, Ajak Komunitas Trail Runner Kelola Keuangan Selincah Menaklukkan Trek

    PBA Labs Opens Enrollment for the Certified Blockchain Developer Course

    PBA Labs Opens Enrollment for the Certified Blockchain Developer Course

    PBA Labs Buka Pendaftaran Certified Blockchain Developer Course

    PBA Labs Buka Pendaftaran Certified Blockchain Developer Course

    SEC Buka Jalan bagi Tokenisasi Saham AS, Bittime Cermati Perkembangan Pasar

    SEC Buka Jalan bagi Tokenisasi Saham AS, Bittime Cermati Perkembangan Pasar