BINUS @Malang Percantik Pesona Aji Saptorenggo Lewat Program Mural Kolaboratif BINUSIAN Plants Hope

Malang — Banyak destinasi wisata desa masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan daya tarik visual, branding digital, serta keberlanjutan ekonomi masyarakatnya. Potensi lokal yang besar kerap belum diimbangi dengan sentuhan kreatif dan strategi pengemasan destinasi yang relevan dengan kebutuhan wisatawan di era digital.

Menjawab tantangan tersebut, BINUS @Malang melalui Teach For Indonesia (TFI) menyelenggarakan kegiatan BINUSIAN Plants Hope “Jejak Warna Saptorenggo”, sebuah program mural kolaboratif yang menjadi bagian dari rangkaian BINUS Festival. Kegiatan ini dilaksanakan di Objek Wisata Pesona Aji Saptorenggo, Desa Saptorenggo, Kabupaten Malang, sebagai upaya nyata untuk mempercantik kawasan wisata desa sekaligus meningkatkan daya tarik visual dan digital destinasi.

Program ini berlangsung selama lima hari, dimulai dari tahap perancangan konsep, pembuatan sketsa, hingga proses pengecatan dan finishing mural. Sebanyak 171 volunteer dan 35 inisiator BINUSIAN terlibat aktif dalam kegiatan ini, bekerja sama dengan Rotary dan Rotaract Indonesia, serta Pemerintah Desa Saptorenggo.

Melalui mural-mural tematik yang artistik dan bermakna, kawasan Pesona Aji Saptorenggo disulap menjadi ruang publik yang lebih hidup, berwarna, dan Instagramable. Kehadiran mural diharapkan mampu memperkuat identitas visual destinasi, meningkatkan eksposur digital melalui media sosial, serta menarik minat wisatawan untuk berkunjung.

Sebagai kampus yang menanamkan semangat Digital Technopreneur, BINUS @Malang mendorong mahasiswa untuk memandang pariwisata desa sebagai bagian dari ekosistem kreatif yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan digital. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan kreativitas, kolaborasi lintas sektor, serta nilai-nilai entrepreneurship dalam membangun destinasi wisata yang berkelanjutan.

Direktur kampus BINUS @Malang Dr. Robertus Tang Herman, S.E., M.M menyampaikan bahwa “kegiatan ini merupakan wujud komitmen kampus dalam menjalankan peran sosialnya secara nyata. Melalui BINUSIAN Plants Hope ‘Jejak Warna Saptorenggo’, BINUS @Malang ingin menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Program ini tidak hanya memperindah desa wisata, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan seni, edukasi, dan semangat digital technopreneurship dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara kampus, mahasiswa, komunitas, dan pemerintah desa, BINUSIAN Plants Hope “Jejak Warna Saptorenggo” menjadi bukti bahwa seni dapat menjadi medium pemberdayaan, edukasi menjadi fondasi penguatan masyarakat, dan technopreneurship menjadi penggerak pengembangan desa wisata yang inklusif dan berdaya saing. Program ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan temporer, tetapi menjadi awal dari transformasi berkelanjutan Desa Saptorenggo sebagai destinasi wisata kreatif yang memiliki identitas kuat, daya tarik visual yang relevan dengan era digital, serta mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial jangka panjang bagi masyarakat setempat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Raflux Raih Pendanaan US$300.000, Siapkan Vault Fisik di BSD City

    Raflux Vault akan menghadirkan fasilitas penyimpanan, showroom collectibles, dan ruang pertemuan komunitas, dengan target pembukaan November–Desember 2026. Jakarta, Indonesia. Raflux, platform collectibles yang menghubungkan pengalaman digital dengan kepemilikan koleksi fisik,…

    KAI Daop 2 Imbau Pengguna Jasa KA Datang Lebih Awal, Antisipasi Lalu Lintas Padat di Kota Bandung

    Info Daop 2 Bd Jumat, 18 September 2026 KAI Daop 2 Imbau Pengguna Jasa KA Datang Lebih Awal, Antisipasi Lalu Lintas Padat di Kota Bandung Bandung (Jawa Barat), 18 September…

    You Missed

    Raflux Closes $300K Pre-Seed to Scale Super Gacha on Solana

    Raflux Closes 0K Pre-Seed to Scale Super Gacha on Solana

    The Missing Breastfeeding Conversation: What Happens Six Months After Discharge?

    The Missing Breastfeeding Conversation: What Happens Six Months After Discharge?

    Raflux Raih Pendanaan US$300.000, Siapkan Vault Fisik di BSD City

    Raflux Raih Pendanaan US0.000, Siapkan Vault Fisik di BSD City

    KAI Daop 2 Imbau Pengguna Jasa KA Datang Lebih Awal, Antisipasi Lalu Lintas Padat di Kota Bandung

    KAI Daop 2 Imbau Pengguna Jasa KA Datang Lebih Awal, Antisipasi Lalu Lintas Padat di Kota Bandung

    The finishing touches on George Street’s transformation

    The finishing touches on George Street’s transformation

    Biaya Rutin dalam Rumah Tangga: Cara Mengatur Tagihan agar Keuangan Lebih Teratur

    Biaya Rutin dalam Rumah Tangga: Cara Mengatur Tagihan agar Keuangan Lebih Teratur