Biaya Hidup Meningkat, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank

Sejumlah pelaku industri melihat adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam mencari sumber likuiditas. Salah satu alternatif yang mulai banyak dilirik adalah pemanfaatan aset pribadi sebagai jaminan untuk memperoleh dana tunai tanpa harus menjual aset tersebut secara permanen.

Kenaikan biaya hidup yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir mulai mendorong perubahan perilaku keuangan masyarakat. Tekanan dari meningkatnya harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, serta ketidakpastian ekonomi global membuat kebutuhan akan dana tambahan menjadi semakin mendesak, terutama bagi kalangan produktif dan pelaku usaha.

Di tengah kondisi tersebut, pinjaman bank yang selama ini menjadi solusi utama mulai menghadapi tantangan. Selain proses yang relatif panjang, persyaratan yang ketat serta faktor penilaian kredit membuat tidak semua masyarakat dapat dengan mudah mengakses pembiayaan konvensional, khususnya untuk kebutuhan yang bersifat mendesak.

Sejumlah pelaku industri melihat adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam mencari sumber likuiditas. Salah satu alternatif yang mulai banyak dilirik adalah pemanfaatan aset pribadi sebagai jaminan untuk memperoleh dana tunai tanpa harus menjual aset tersebut secara permanen.

Skema ini dinilai memberikan fleksibilitas lebih, terutama dalam situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Aset seperti emas, jam tangan mewah, tas branded, hingga kendaraan dinilai memiliki nilai ekonomi yang cukup kuat dan relatif stabil, sehingga dapat digunakan sebagai instrumen likuiditas jangka pendek.

Business Development deGadai, David Tatangsurja, menyatakan bahwa tren ini menunjukkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap aset yang dimiliki. Menurutnya, aset tidak lagi hanya diposisikan sebagai barang konsumsi atau simbol gaya hidup, melainkan mulai dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi keuangan.

“Dalam kondisi seperti sekarang, kami melihat semakin banyak masyarakat yang memilih untuk tidak menjual asetnya. Mereka mencari cara agar tetap bisa mendapatkan dana cepat, tetapi tanpa kehilangan kepemilikan,” ujar David dalam keterangannya.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan likuiditas yang cepat menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat untuk mempertimbangkan alternatif di luar pinjaman bank. Dalam praktiknya, proses penilaian aset dinilai lebih sederhana dan dapat memberikan kepastian dalam waktu yang relatif singkat.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan berbasis gadai barang luxury, deGadai mencatat adanya peningkatan minat terhadap layanan gadai untuk aset bernilai tinggi. Aset seperti jam tangan premium dan tas branded disebut memiliki karakteristik likuiditas yang baik karena didukung oleh pasar sekunder yang aktif.

Fenomena ini juga sejalan dengan tren global, di mana aset luxury mulai dipandang sebagai bagian dari portofolio alternatif. Dalam kondisi ekonomi yang bergejolak, aset dengan nilai intrinsik dan pasar yang jelas dinilai mampu memberikan fleksibilitas bagi pemiliknya dalam mengelola kebutuhan finansial.

Meski demikian, para pengamat mengingatkan bahwa penggunaan skema pembiayaan apa pun tetap perlu disertai dengan perencanaan yang matang. Kemampuan untuk memenuhi kewajiban pelunasan serta pemahaman terhadap skema pembiayaan menjadi faktor penting yang harus diperhatikan.

Dengan tekanan biaya hidup yang masih berlangsung, kebutuhan akan solusi pendanaan yang cepat dan fleksibel diperkirakan akan terus meningkat. Dalam konteks ini, pemanfaatan aset sebagai sumber likuiditas menjadi salah satu opsi yang semakin relevan bagi masyarakat di tengah dinamika ekonomi saat ini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    MAPID Catalyst 2026 “Maps That Think” Pertemukan Talenta Muda, Industri, dan Pemerintah dalam Ekosistem Geospasial Indonesia

    Jakarta, 24 September 2026. MAPID, perusahaan teknologi geospasial Indonesia, menyelenggarakan MAPID Catalyst 2026 bertema “Maps That Think” pada 23 hingga 24 September 2026 di Jakarta. Acara ini didukung oleh Kementerian…

    Pilihan Perlindungan untuk Berbagai Rencana Perjalanan dengan Chubb Travel Insurance di neobank dari Bank Neo Commerce

    Merencanakan perjalanan tidak berhenti pada menentukan destinasi, transportasi, dan akomodasi. Ada pula berbagai risiko yang perlu diperhitungkan, mulai dari keterlambatan perjalanan, pembatalan, kehilangan bagasi, hingga kondisi medis yang membutuhkan biaya…

    You Missed

    Carziqo Adds CM-EX Autonomous Ride-Hailing Vehicles to Los Angeles Operations

    Carziqo Adds CM-EX Autonomous Ride-Hailing Vehicles to Los Angeles Operations

    MAPID Catalyst 2026 “Maps That Think” Pertemukan Talenta Muda, Industri, dan Pemerintah dalam Ekosistem Geospasial Indonesia

    MAPID Catalyst 2026 “Maps That Think” Pertemukan Talenta Muda, Industri, dan Pemerintah dalam Ekosistem Geospasial Indonesia

    Pilihan Perlindungan untuk Berbagai Rencana Perjalanan dengan Chubb Travel Insurance di neobank dari Bank Neo Commerce

    Pilihan Perlindungan untuk Berbagai Rencana Perjalanan dengan Chubb Travel Insurance di neobank dari Bank Neo Commerce

    Kebun Kopi Ijen, Warisan yang Terus Menghidupi

    Kebun Kopi Ijen, Warisan yang Terus Menghidupi

    Anjing Samoyed, Ciri Karakter dan Cara Merawatnya

    Anjing Samoyed, Ciri Karakter dan Cara Merawatnya

    FUGUKU Perkenalkan “GROUND ZERO” di PILLAR Plaza Indonesia

    FUGUKU Perkenalkan “GROUND ZERO” di PILLAR Plaza Indonesia