Jakarta, Indonesia, 3 November 2026 – Alternativa Film Festival (AFF) 2027 kembali membuka pendaftaran bagi para sineas dari kawasan Afrika, Asia, dan Amerika Latin untuk menampilkan karya-karya film yang mengangkat isu sosial dan berpotensi mendorong perubahan positif di masyarakat. Pendaftaran dibuka secara gratis mulai 29 Oktober 2026 hingga 1 Maret 2027. Memasuki penyelenggaraan edisi keempat, festival film yang merupakan bagian dari Alternativa, sebuah inisiatif perfilman nirlaba yang didirikan oleh Arsen Tomsky dan didukung oleh inDrive, ini akan hadir di benua Afrika untuk pertama kalinya pada akhir 2027.
Liza Surganova, Head of Alternativa, menyampaikan bahwa setiap penyelenggaraan festival menjadi kesempatan untuk memperluas jangkauan, memperkuat komunitas, dan membuka peluang baru bagi para sineas. “Setiap penyelenggaraan Alternativa Film Festival terus berkembang, tidak hanya dari segi jangkauan dan skala, tetapi juga melalui koneksi dan berbagai peluang yang tercipta bagi para sineas. Menjelang penyelenggaraan pertama kami di Afrika, kami ingin melanjutkan pencapaian dari edisi-edisi sebelumnya dan menjadikan festival kali ini sebagai penyelenggaraan terbesar dan paling ambisius, sekaligus menghadirkan inisiatif baru bagi komunitas perfilman.”
Mengusung konsep festival nomaden, Alternativa Film Festival berpindah ke kawasan berbeda dalam setiap penyelenggaraannya. Perjalanan festival ini dimulai di Almaty, Kazakhstan, pada 2023, kemudian berlanjut ke Yogyakarta, Indonesia, pada 2024, dan Medellín, Kolombia, pada 2026. Kehadirannya di Afrika menjadi langkah baru untuk memperluas jangkauan festival sekaligus mempererat hubungan antar komunitas perfilman di negara-negara Global South. Melalui platform ini, Alternativa juga ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi sineas untuk memperkenalkan karya mereka kepada penonton yang lebih luas, membangun koneksi dengan pelaku industri, serta menjajaki kolaborasi lintas negara.
Pada edisi 2027, Alternativa Film Festival menyiapkan total hadiah sebesar US$120.000 yang akan diberikan melalui tujuh kategori penghargaan. Pendaftaran mencakup film panjang berdurasi minimal 40 menit dari sineas Afrika, Asia, dan Amerika Latin, serta film pendek berdurasi maksimal 40 menit yang secara khusus dibuka bagi sineas asal Afrika. Festival ini menerima berbagai jenis karya, mulai dari film fiksi, dokumenter, animasi, hingga film hybrid dari semua genre, dengan ketentuan telah selesai diproduksi setelah 1 Januari 2026. Selain kesempatan memperoleh penghargaan, film-film terpilih juga berpeluang mendapatkan eksposur internasional dan menjadi bagian dari jaringan perfilman global melalui berbagai program dan kegiatan yang dihadirkan Alternativa.
“Afrika memiliki keberagaman budaya, perspektif, dan suara sinema yang luar biasa. Kami percaya bahwa babak baru ini akan memperluas pemahaman mengenai peran film dalam mendorong perubahan serta membuka kesempatan untuk membangun lebih banyak kolaborasi. Kami mengundang para sineas dari Afrika, Asia, dan Amerika Latin untuk menjadi bagian dari perjalanan ini dan berbagi cerita melalui karya-karya mereka.” ujar Liza
Pada penyelenggaraan sebelumnya di Medellín, Kolombia, pada 2026, Alternativa Film Festival mencatat antusiasme tinggi dari para sineas dengan menerima 1.831 pendaftaran film dari 55 negara di kawasan Asia dan Amerika Latin. Dari total tersebut, sebanyak 1.499 film berasal dari Amerika Latin, terutama Brasil, Meksiko, dan Argentina. Sementara itu, dari kawasan Asia, pendaftaran terbanyak berasal dari India, Iran, dan Tiongkok, disusul kontribusi sineas dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina yang mendominasi kawasan Asia Tenggara, serta Kazakhstan dari Asia Tengah
Selain mencatat partisipasi sineas dari berbagai negara, Alternativa juga terus memperluas dukungannya terhadap industri perfilman melalui Alternativa Distribution, label distribusi film nirlaba yang diluncurkan pada pertengahan 2026. Inisiatif ini bertujuan membuka akses yang lebih luas bagi karya-karya sineas dari negara-negara Global South agar dapat menjangkau penonton internasional. Saat ini, Alternativa Distribution telah memiliki enam film dalam katalog distribusinya yang berasal dari penyelenggaraan festival sebelumnya. Ke depannya, film-film terpilih dari edisi 2027 juga berpeluang masuk ke dalam katalog tersebut sehingga karya para sineas dapat terus dikenal dan dinikmati oleh audiens global, bahkan setelah festival berakhir.
Arsen Tomsky, Founder and CEO of inDrive, mengatakan. “Film berkualitas dapat lahir dari mana saja, tetapi kesempatan untuk menjangkau penonton internasional masih belum merata. Alternativa Distribution hadir untuk membantu membuka akses tersebut sekaligus memperkenalkan kualitas dan kekuatan karya-karya perfilman dari negara-negara Global South kepada audiens yang lebih luas. Kami berharap film-film ini tidak hanya mendapatkan pengakuan di tingkat internasional, tetapi juga mampu membawa perspektif baru dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.”
Alternativa Film Festival 2027 akan menghadirkan berbagai program, mulai dari pemutaran film terbuka untuk masyarakat, sesi diskusi, hingga kegiatan yang mendorong dialog mengenai isu-isu sosial. Festival ini juga kembali menggelar Industry Days, program profesional gratis yang mempertemukan sineas, produser, pakar industri, dan pegiat dampak sosial untuk berbagi pengetahuan serta membuka peluang kolaborasi. Sebagai gambaran, penyelenggaraan sebelumnya di Medellín, Kolombia, berhasil menarik sekitar 11.000 pengunjung, menghadirkan 107 tamu internasional, dan melibatkan lebih dari 60 mitra.
Rangkaian festival akan ditutup dengan malam penghargaan bagi film-film terpilih dalam kategori Competition. Para sutradara yang karyanya masuk dalam kategori tersebut juga akan diundang untuk menghadiri festival, dengan biaya perjalanan dan akomodasi ditanggung oleh penyelenggara.. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan proses pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi https://alternativa.film/festival/open-call-2027.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES






