KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat

Info Daop 2 Bd

Selasa, 6 Oktober 2026

KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat

Bandung (Jawa Barat), 6 Oktober 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menyampaikan bahwa keselamatan, keamanan, dan kelancaran perjalanan kereta api bukan hanya menjadi tanggung jawab PT KAI, tetapi membutuhkan peran serta seluruh masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di sekitar jalur rel dan pengguna jalan yang melintasi perlintasan sebidang.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan bahwa jalur rel kereta api merupakan area yang harus steril dari berbagai aktivitas masyarakat yang tidak berkaitan dengan operasional perjalanan kereta api. Hal tersebut penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan serta memastikan perjalanan kereta api dapat berlangsung dengan aman, selamat, dan lancar.

“Keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab kita bersama. PT KAI terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga keselamatan perjalanan KA, namun upaya tersebut harus didukung oleh masyarakat dengan tidak melakukan aktivitas di jalur rel serta mematuhi seluruh ketentuan keselamatan saat berada di sekitar jalur kereta api,” ujar Kuswardojo.

Kuswardojo menjelaskan, ketentuan mengenai jalur kereta api sebagai ruang yang diperuntukkan bagi operasional perkeretaapian telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Oleh karena itu, masyarakat dilarang memasuki, beraktivitas, maupun menggunakan area jalur rel untuk kepentingan selain yang berkaitan dengan operasional kereta api.

“Jalur rel bukan merupakan tempat untuk beraktivitas, bermain, berkumpul, maupun melakukan kegiatan lainnya. Selain membahayakan diri sendiri, keberadaan masyarakat di jalur rel juga dapat mengganggu keselamatan perjalanan kereta api. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga agar jalur kereta api tetap steril,” tegas Kuswardojo.

Data KAI Daop 2 Bandung menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga September 2026 telah terjadi 38 kejadian KA tertemper orang dan 14 kejadian KA tertemper kendaraan, baik yang terjadi di jalur rel maupun di perlintasan sebidang. Dari berbagai kejadian tersebut tercatat 34 orang meninggal dunia dan 12 orang mengalami luka-luka. Selain itu, terdapat 9 kejadian kendaraan menemper palang pintu perlintasan.

Menurut Kuswardojo, angka tersebut menjadi pengingat bahwa aspek keselamatan tidak dapat hanya mengandalkan petugas maupun sarana prasarana perkeretaapian. Kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi aturan keselamatan dan berlalu lintas menjadi bagian penting dalam mewujudkan perjalanan kereta api yang aman dan lancar.

“Kami sangat prihatin dengan masih terjadinya kejadian KA tertemper orang maupun kendaraan. Setiap kejadian memiliki risiko yang sangat besar, bukan hanya bagi pengguna jalan atau masyarakat yang berada di sekitar jalur rel, tetapi juga bagi perjalanan kereta api dan seluruh pengguna jasa KA di dalamnya,” kata Kuswardojo.

Sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, KAI Daop 2 Bandung secara rutin melaksanakan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang bersama stakeholder terkait serta komunitas pencinta kereta api. Sosialisasi dilakukan untuk mengedukasi masyarakat mengenai bahaya berada di jalur rel serta pentingnya mematuhi aturan ketika melintasi perlintasan sebidang.

Selain di perlintasan, KAI Daop 2 Bandung juga secara aktif melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar jalur rel. Edukasi keselamatan turut menyasar lingkungan sekolah di wilayah operasional KAI Daop 2 Bandung, khususnya untuk menanamkan kesadaran keselamatan perkeretaapian sejak usia dini.

“Edukasi harus dilakukan secara berkelanjutan. Kami tidak hanya menyampaikan pesan keselamatan kepada pengguna jalan di perlintasan, tetapi juga kepada masyarakat di sekitar jalur rel dan para pelajar. Harapannya, pemahaman mengenai bahaya di sekitar jalur kereta api dapat tumbuh menjadi budaya keselamatan di tengah masyarakat,” ungkap Kuswardojo.

KAI Daop 2 Bandung juga mengingatkan seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati ketika melewati perlintasan sebidang, baik perlintasan yang dijaga maupun yang tidak dijaga. Pengguna jalan wajib memperhatikan kondisi sekitar, mematuhi rambu dan aturan lalu lintas, serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melanjutkan perjalanan.

Kuswardojo menegaskan bahwa palang pintu perlintasan bukan merupakan alat untuk menjamin keselamatan pengguna jalan, melainkan salah satu alat bantu untuk mengamankan perjalanan kereta api. Karena itu, pengguna jalan tetap memiliki tanggung jawab untuk memastikan keselamatan dirinya ketika akan melintasi perlintasan sebidang.

“Palang pintu bukan jaminan bahwa pengguna jalan otomatis aman. Keselamatan tetap membutuhkan kedisiplinan dan kewaspadaan pengguna jalan. Jangan menerobos ketika palang sudah mulai menutup atau tanda kereta api akan melintas sudah dibunyikan. Berhentilah sejenak sebelum melalui perlintasan, tengok kiri dan kanan, pastikan benar-benar aman, kemudian baru melanjutkan perjalanan,” jelas Kuswardojo.

Untuk memudahkan masyarakat mengingat langkah keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang, KAI Daop 2 Bandung mengajak seluruh pengguna jalan menerapkan “BERTEMAN”, yaitu Berhenti, Tengok Kiri dan Kanan, Pastikan Aman Untuk Melanjutkan Perjalanan.

“BERTEMAN bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi kebiasaan setiap kali masyarakat akan melewati perlintasan sebidang. Mari kita bersama-sama menciptakan keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan seluruh pengguna jalan,” tutup Kuswardojo.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    CX100 Danantara: Membenahi Layanan BUMN dari Pengalaman Masyarakat

    CX100 menempatkan pengalaman masyarakat sebagai bagian penting dalam menilai kualitas layanan BUMN melalui aspek effectiveness, ease, dan emotion. Penilaian ini dapat diperkuat melalui survey kepuasan pelanggan untuk memahami persepsi dan…

    Holding Perkebunan Nusantara Dorong Produktivitas Sawit Rakyat melalui Pembelajaran di Kebun Adolina

    MEDAN — Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Regional 2 membuka akses edukasi lapangan di Kebun Adolina bagi 126 pekebun sawit asal Kabupaten Simalungun yang mengikuti Program Pengembangan Sumber…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    CAPTCHA


    You Missed

    CX100 Danantara: Membenahi Layanan BUMN dari Pengalaman Masyarakat

    CX100 Danantara: Membenahi Layanan BUMN dari Pengalaman Masyarakat

    Holding Perkebunan Nusantara Dorong Produktivitas Sawit Rakyat melalui Pembelajaran di Kebun Adolina

    Holding Perkebunan Nusantara Dorong Produktivitas Sawit Rakyat melalui Pembelajaran di Kebun Adolina

    BRIDS Salurkan Bantuan untuk Dukung Pemulihan Pascagempa di Nusa Tenggara Timur

    BRIDS Salurkan Bantuan untuk Dukung Pemulihan Pascagempa di Nusa Tenggara Timur

    KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat

    KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat

    Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber

    Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber

    Dua Puluh Lima Tahun: Narendra Modi dan Posisi India di Dunia

    Dua Puluh Lima Tahun: Narendra Modi dan Posisi India di Dunia