USDJPY Masih Bullish, NFP AS Jadi Katalis Pergerakan Pekan Depan

Pergerakan USDJPY pada pekan depan berpotensi kembali menjadi perhatian pasar setelah pasangan mata uang tersebut berada di area 158 yen per dolar menjelang rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat pada Jumat (2/10/2026).

NFP menjadi salah satu katalis penting yang dapat menentukan arah USDJPY karena data tenaga kerja AS berpengaruh terhadap ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed), Treasury yield, dan pada akhirnya pergerakan dolar AS terhadap yen Jepang.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat secara teknikal USDJPY masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan. Pada timeframe Daily, harga menunjukkan kegagalan menembus zona support di level 156.969–155.917. Kondisi tersebut membuka peluang bagi USDJPY untuk kembali bergerak menuju zona resistance terdekat di 160.163–160.869.

Secara teknikal, pergerakan tersebut didukung oleh pola Rally Base Rally yang dikonfirmasi dengan pola ABC Correction. Formasi ini menunjukkan bahwa fase koreksi sebelumnya berpotensi telah berakhir dan harga dapat kembali mengikuti arah bullish apabila support tetap bertahan.

“USDJPY masih menunjukkan struktur bullish pada timeframe Daily. Selama harga mampu bertahan di atas area support 156.969–155.917, peluang pergerakan menuju resistance 160.163–160.869 masih terbuka,” ujar Geraldo.

Dari sisi fundamental, perhatian utama pasar pada pekan depan akan tertuju pada bagaimana pasar merespons data tenaga kerja AS yang dirilis hari ini. Berdasarkan konsensus ekonom yang dikutip Reuters, NFP September diperkirakan bertambah sekitar 90.000 pekerjaan dengan tingkat pengangguran bertahan di 4,1%.

Jika data NFP menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja yang lebih kuat dari ekspektasi, pasar dapat kembali memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter AS yang lebih ketat. Kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan Treasury yield dan memperkuat dolar AS, sehingga memberikan dorongan tambahan terhadap USDJPY.

Sebaliknya, data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan dapat meningkatkan ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed. Penurunan yield AS dan pelemahan dolar berpotensi memberikan tekanan terhadap USDJPY, sementara yen dapat memperoleh dukungan.

“Respons USDJPY terhadap NFP akan sangat bergantung pada bagaimana data tersebut mengubah ekspektasi suku bunga AS. NFP yang lebih kuat berpotensi memperlebar kembali keunggulan yield AS terhadap Jepang, sedangkan data yang lemah dapat memicu koreksi USDJPY melalui penurunan yield dan penguatan yen,” jelas Geraldo.

Kondisi yield AS memang menjadi salah satu faktor penting bagi pergerakan pasangan mata uang tersebut. Reuters melaporkan yield Treasury 10 tahun sempat mencapai 5,344% pada Kamis, level tertinggi sejak 2002, sebelum bergerak turun ke sekitar 5,25% pada Jumat. Pada saat yang sama, yen berada di sekitar 157,8 per dolar menjelang rilis data payrolls.

Di sisi Jepang, penguatan dolar terhadap yen juga perlu dilihat dari perkembangan kebijakan Bank of Japan (BOJ). Reuters melaporkan BOJ membuka ruang untuk percepatan kenaikan suku bunga, dengan inflasi inti Tokyo September juga menunjukkan penguatan. Kondisi tersebut dapat menjadi faktor pendukung yen dan membatasi kenaikan USDJPY apabila ekspektasi kenaikan suku bunga Jepang semakin kuat.

Selain itu, risiko intervensi tetap menjadi perhatian ketika yen kembali mengalami pelemahan tajam. Pada akhir September, diplomat mata uang Jepang Atsushi Mimura menegaskan kepada Reuters bahwa pasar perlu memperhatikan peringatan Tokyo dan Washington terkait pelemahan yen. Pemerintah Jepang sebelumnya juga telah melakukan intervensi bersama Amerika Serikat untuk menopang yen.

Dengan kombinasi faktor tersebut, USDJPY pada pekan depan berpotensi melanjutkan tren bullish selama zona support 156.969–155.917 tetap bertahan. Secara teknikal, area 160.163–160.869 menjadi resistance yang perlu diperhatikan. Namun, arah pergerakan tetap akan sangat bergantung pada hasil NFP, perubahan Treasury yield, ekspektasi kebijakan The Fed dan BOJ, serta respons pemerintah Jepang terhadap pelemahan yen.

Bagi pelaku pasar, rilis NFP hari ini menjadi momentum penting untuk melihat apakah penguatan USDJPY dapat memperoleh katalis fundamental baru atau justru menghadapi tekanan koreksi setelah data tenaga kerja AS dirilis.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    BRI BO Kelapa Gading Gelar BRILiaN Culture Festival di Bogor

    Dalam rangka memperkuat implementasi budaya kerja dalam aktivitas sehari-hari, BRI Branch Office (BO) Kelapa Gading menyelenggarakan BRILiaN Culture Festival (BCF) yang dilaksanakan di Bogor dan diikuti oleh seluruh pekerja BO…

    Apresiasi Semangat dan Sportivitas, BRI Region 6 Gelar Awarding Pemenang Lomba BCF

    Rangkaian BRILiaN Culture Festival (BCF) BRI Region 6 di Ciloto berlangsung semakin meriah dengan digelarnya acara awarding bagi para pemenang berbagai lomba yang telah dilaksanakan selama rangkaian kegiatan. Momen tersebut…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    CAPTCHA


    You Missed

    BRI BO Kelapa Gading Gelar BRILiaN Culture Festival di Bogor

    BRI BO Kelapa Gading Gelar BRILiaN Culture Festival di Bogor

    VRITIMES Highlights PR Solutions for SEO and AI Search at 4th MCION Summit 2026

    VRITIMES Highlights PR Solutions for SEO and AI Search at 4th MCION Summit 2026

    Apresiasi Semangat dan Sportivitas, BRI Region 6 Gelar Awarding Pemenang Lomba BCF

    Apresiasi Semangat dan Sportivitas, BRI Region 6 Gelar Awarding Pemenang Lomba BCF

    BRI Region 6 Gelar BRILiaN Culture Festival di Bogor, Perkuat Implementasi Budaya Kerja

    BRI Region 6 Gelar BRILiaN Culture Festival di Bogor, Perkuat Implementasi Budaya Kerja

    BRI BO Gading Boulevard Gelar BRILiaN Culture Festival di Bogor

    BRI BO Gading Boulevard Gelar BRILiaN Culture Festival di Bogor

    USDJPY Masih Bullish, NFP AS Jadi Katalis Pergerakan Pekan Depan

    USDJPY Masih Bullish, NFP AS Jadi Katalis Pergerakan Pekan Depan