Bukan Sekadar Pakai AI, Telkom AI Center Bali Ajarkan Cara ‘Menyetir’ AI untuk Konten Kreatif

Telkom Indonesia melalui Telkom AI Center of Excellence Bali bersama CABE Academy menggelar AI Introductory bertema “Practical AI for Your Creativity” untuk meningkatkan literasi AI kreatif, prompting, dan pembuatan konten digital berbasis AI secara praktis dan etis.

Ruang Telkom AI Center Bali dipenuhi antusiasme saat “AI Introductory: Practical AI for Your Creativity” digelar secara luring, menghadirkan pengalaman belajar interaktif bagi para kreator dan pelaku konten digital. Acara yang berlangsung pada 8 Mei lalu ini merupakan kolaborasi Telkom AI Center Bali dengan CABE Academy dan dipandu oleh I Gede Suartha Eriyasa, Direktur PT Cabe Melek Literasi sekaligus pemegang sertifikasi Google Prompting Essentials Specialization, yang membawa pendekatan praktis untuk mengintegrasikan AI ke dalam proses kreatif.

Kegiatan ini dirancang untuk menjembatani pemahaman teknis dan aplikatif, dari konsep dasar prompting hingga alur kerja end-to-end pembuatan konten video. Sebagai bagian dari rangkaian pembelajaran, Suartha menekankan hal yang harus dipahami kreator, dalam hal ini konteks dalam merumuskan perintah dan kerangka kerja prompting yang terstruktur, agar AI dapat berfungsi sebagai mitra kreatif yang andal.

Suartha membuka sesi dengan penegasan yang lugas, “AI bukanlah cenayang, melainkan mesin probabilitas kata yang kualitas output-nya sangat bergantung pada instruksi yang diberikan.” Ia memperkenalkan konsep Garbage In, Garbage Out dan prinsip Konteks = Kualitas. Tidak hanya itu, ia juga memaparkan dua framework prompting yang menjadi inti praktik yaitu, CTF (Context, Task, Format) untuk tugas harian dan PARTS (Persona, Aim, Recipient, Theme, Structure) untuk produksi konten kompleks.

Lebih jauh, Suartha memperkenalkan workflow yang disebut “The Duo”: kombinasi Gemini Gems sebagai alat untuk memprogram AI agent dengan peran dan SOP permanen, serta Google Labs Flow sebagai studio kreatif yang mengeksekusi instruksi menjadi video menggunakan teknologi Veo 3.1 dan Imagen. Dengan pendekatan ini, peserta belajar bagaimana merancang Gems yang konsisten dan menerjemahkan prompt terstruktur menjadi output visual yang siap dipublikasikan.

Bagian praktik menjadi puncak acara. Peserta dipandu menyusun prompt menggunakan metode PARTS, membangun Gems, lalu mengeksekusi hasilnya ke Google Labs Flow untuk menghasilkan video dari teks atau gambar. Antusiasme terlihat jelas: dari peserta yang baru pertama kali mencoba hingga yang sudah familiar, semua aktif bereksperimen, bertanya, dan saling berbagi hasil karya, menegaskan bahwa pendekatan hands‑on mempercepat pemahaman dan kemampuan produksi.

Sesi ditutup dengan penekanan etika penggunaan AI melalui prinsip CABE: Cakap dalam mengoperasikan alat, Aman dari penyalahgunaan seperti deepfake, Berbudaya dengan mempertahankan orisinalitas karya, dan Etis dengan mengakui peran AI dalam proses kreatif. Pesan ini menegaskan bahwa kemampuan teknis harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab kreatif dan sosial.

Melalui kolaborasi dengan CABE Academy, Telkom AI Center Bali berharap inisiatif seperti ini terus hadir sebagai ruang belajar praktis bagi kreator digital. Dengan kerangka prompting yang tepat dan perhatian pada etika, AI dapat menjadi alat yang memperkaya kreativitas, bukan menggantikan, serta mendorong lahirnya konten berkualitas yang berdampak bagi ekosistem ekonomi digital lokal.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Bitcoin dan Nasdaq Futures Melemah, Ketegangan AS-Iran Kembali Jadi Sorotan

    Bitcoin kembali menunjukkan penguatan setelah berhasil menembus level psikologis US$80.000 pada perdagangan Jumat, 18 September 2026. Kenaikan tersebut juga diikuti sejumlah aset kripto lainnya, meski pasar sebelumnya menghadapi tekanan akibat…

    90% UMKM RI Belum Optimalkan AI, yang Sudah Pakai Pun Lupa Cek Hal Ini

    Studi Small Business Credit Survey yang dirilis oleh Federal Reserve Bank of San Francisco mencatat bahwa hampir 40% bisnis kecil di Amerika Serikat sudah menggunakan atau berencana menggunakan AI. Penggunaannya…

    You Missed

    Bitcoin dan Nasdaq Futures Melemah, Ketegangan AS-Iran Kembali Jadi Sorotan

    Bitcoin dan Nasdaq Futures Melemah, Ketegangan AS-Iran Kembali Jadi Sorotan

    NDR MEDICAL RECEIVES HSA APPROVAL FOR ANT-C SYSTEM FOR LUNG BIOPSY IN COLLABORATION WITH SINGAPORE GENERAL HOSPITAL

    NDR MEDICAL RECEIVES HSA APPROVAL FOR ANT-C SYSTEM FOR LUNG BIOPSY IN COLLABORATION WITH SINGAPORE GENERAL HOSPITAL

    90% UMKM RI Belum Optimalkan AI, yang Sudah Pakai Pun Lupa Cek Hal Ini

    90% UMKM RI Belum Optimalkan AI, yang Sudah Pakai Pun Lupa Cek Hal Ini

    Raih Rating A+++ Bappebti, HSB Investasi Buktikan Jadi Aplikasi Trading yang Taat Regulasi di Indonesia

    Raih Rating A+++ Bappebti, HSB Investasi Buktikan Jadi Aplikasi Trading yang Taat Regulasi di Indonesia

    The Consulate General of The Republic of San Marino in the Philippines Puts Solidarity Into Action for Pasay Families

    The Consulate General of The Republic of San Marino in the Philippines Puts Solidarity Into Action for Pasay Families

    IDSurvey Resmikan Desa Binaan Nglarangan, Perkuat Ekonomi dan Kemandirian Warga

    IDSurvey Resmikan Desa Binaan Nglarangan, Perkuat Ekonomi dan Kemandirian Warga