Transisi Energi Butuh Mineral Kritis, MIND ID di Pusat Ekosistem

JAKARTA — Percepatan transisi energi nasional sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) menempatkan sektor mineral dan batubara sebagai fondasi penting dalam mendukung pengembangan energi bersih.

Sekertaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Yudha menegaskan, peningkatan porsi energi surya dan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) ke depan tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan mineral kritis yang menjadi komponen utama sistem energi masa depan.

“Kalau kita melihat peta transisi energi dalam PP KEN, energi surya akan mempunyai porsi sangat besar, PLTN juga signifikan pada 2060. Dengan begitu, mineral-mineral untuk baterai dan komponen pendukungnya ada di sektor Minerba. Itu mendukung langsung transisi energi,” ujar Satya.

Menurut dia, keterkaitan antara kebijakan energi nasional dan sektor minerba bersifat dua arah. Di satu sisi, mineral kritis seperti nikel, bauksit, tembaga hingga material ikutan menjadi bahan baku utama teknologi energi bersih. Di sisi lain, proses hilirisasi di sektor minerba sendiri membutuhkan pasokan energi yang andal dan berkelanjutan.

“Smelter tidak mungkin berjalan tanpa listrik, apalagi ke depan kita berbicara listrik yang lebih hijau dan sustainable. Jadi sektor energi dan minerba ini saling menopang,” kata Satya.

Ia menambahkan, dalam skenario KEN terbaru, transisi energi tidak hanya berbicara mengenai bauran pembangkit, tetapi juga kesiapan rantai pasok mineral yang menopang teknologi energi bersih. Peningkatan kapasitas pembangkit energi surya, pengembangan PLTN, hingga sistem penyimpanan energi akan meningkatkan kebutuhan terhadap mineral strategis yang selama ini dikelola sektor pertambangan nasional.

“Agenda kita adalah agenda transisi. Kalau energi surya porsinya besar, kalau PLTN masuk signifikan, maka kebutuhan mineral untuk baterai, kabel, komponen listrik, itu otomatis meningkat. Artinya sektor Minerba berada di jantung ekosistem transisi,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, peran holding industri pertambangan seperti MIND ID menjadi krusial. Sebagai entitas yang membawahi sejumlah BUMN tambang strategis, MIND ID dinilai memiliki posisi sentral dalam memastikan ketersediaan dan pengolahan mineral kritis guna mendukung transformasi energi nasional.

Satya menegaskan, keberhasilan kebijakan energi nasional tidak bisa dilepaskan dari kesiapan industri dalam menyediakan bahan baku strategis sekaligus menjalankan hilirisasi bernilai tambah.

“Sehebat apa pun skenario energi nasional, itu tidak lepas dari supply dan demand. Siapa yang men-supply? Siapa yang memakai? Industri adalah pengguna energi terbesar sekaligus penyedia bahan baku penting bagi transisi. Karena itu kolaborasi antara pembuat kebijakan dan pelaku industri menjadi sangat penting,” katanya.

Ia menambahkan, Dewan Energi Nasional berperan merumuskan arah kebijakan, sementara implementasinya bergantung pada sinergi lintas sektor, termasuk industri minerba. Dengan target pertumbuhan ekonomi 8 persen dan komitmen menuju net zero emission 2060, penguatan ekosistem mineral kritis menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi ketahanan energi nasional.

“Transisi energi ini bukan hanya soal mengganti sumber energi, tetapi juga membangun fondasi industrinya. Dan di situlah peran sektor Minerba, termasuk MIND ID, menjadi strategis,” ujar Satya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbuyut

    Way Kanan — Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Regional 7 menggelar Safari Ramadan 1447 H di Komplek Kantor Sentral Kebun Tulungbuyut, Way Kanan, Rabu (25/2/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh…

    MyRepublic Indonesia Kembali Raih 2 Penghargaan Ookla: Internet Rumah Terbaik dan Tercepat di Indonesia

    MyRepublic Indonesia dinobatkan oleh Ookla sebagai Best Fixed Network Q3–Q4 2025 dan Fastest Fixed Network Q3–Q4 2025 di Indonesia. Jakarta, 2 Maret 2026 – MyRepublic Indonesia (PT. Eka Mas Republik)…

    You Missed

    Is Indonesia the Right Market for Your Business in 2026?

    Is Indonesia the Right Market for Your Business in 2026?

    Sprout Solutions Powers HR and Payroll Growth with Human-Led AI

    Sprout Solutions Powers HR and Payroll Growth with Human-Led AI

    Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbuyut

    Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbuyut

    What are cross-border payments? How B2B businesses can use Payoneer for global transactions

    What are cross-border payments?  How B2B businesses can use Payoneer for global transactions

    MyRepublic Indonesia Kembali Raih 2 Penghargaan Ookla: Internet Rumah Terbaik dan Tercepat di Indonesia

    MyRepublic Indonesia Kembali Raih 2 Penghargaan Ookla: Internet Rumah Terbaik dan Tercepat di Indonesia

    DHS Hospitality Academy and ICYM Launch Strategic Youth Development Programs in Melaka Ahead of Visit Malaysia Year 2026

    DHS Hospitality Academy and ICYM Launch Strategic Youth Development Programs in Melaka Ahead of Visit Malaysia Year 2026