Investor Dorong Reli Emas Ditengah Prospek Pelonggaran Kebijakan Moneter Fed

Harga emas (XAU/USD) kembali melanjutkan penguatan tajam pada awal pekan ini, mencerminkan respons pasar terhadap meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat. Kenaikan yang mencapai lebih dari 2% pada hari Senin (10/11) menunjukkan bahwa para pelaku pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve dapat menurunkan suku bunga pada pertemuan Desember. Pandangan ini turut memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai, terutama ketika data ekonomi AS mulai menunjukkan tanda perlambatan.

Selama sesi Asia pada hari Selasa (11/11), harga emas bergerak stabil di dekat $4.120, tetap berada di zona positif setelah mencetak level tertinggi dua minggu pada sesi sebelumnya. Menurut analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, pola teknikal yang terbentuk saat ini memperlihatkan bahwa dorongan bullish pada emas masih cukup kuat. “Melihat struktur candlestick serta posisi harga terhadap garis Moving Average, momentum kenaikan masih terjaga. Pasar sedang berada dalam fase risk-on terhadap emas,” jelas Andy.

Lonjakan harga emas tersebut tidak terlepas dari prospek penurunan suku bunga oleh The Fed. Pasar saat ini memperkirakan kemungkinan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember mencapai sekitar 67%, dan peluang tersebut diperkirakan meningkat menjadi 80% pada Januari mendatang, mengacu pada perangkat CME FedWatch. Ekspektasi ini muncul setelah rilis data ketenagakerjaan swasta dan indikator konsumsi pekan lalu menunjukkan perlambatan aktivitas ekonomi, yang membuka ruang bagi The Fed untuk mengambil langkah stimulus.

“Dalam kondisi suku bunga yang berpotensi lebih rendah, daya tarik emas akan semakin menguat karena biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil menjadi lebih kecil,” tambah Andy. Bila tekanan beli berlanjut, emas memiliki peluang untuk menguji level resistance di sekitar $4.158. Namun, jika tekanan koreksi muncul, maka area $4.104 menjadi level penopang penting yang perlu dicermati.

Faktor fundamental lainnya juga memberikan dinamika tambahan. Kabar mengenai kemungkinan berakhirnya penutupan pemerintahan AS memberi sedikit tekanan bagi emas sebagai aset safe haven. Reuters melaporkan bahwa Senat AS telah melanjutkan pembahasan langkah pembukaan kembali pemerintahan federal. Presiden AS Donald Trump bahkan menyatakan dukungan terhadap kesepakatan bipartisan yang memungkinkan aktivitas pemerintah kembali berjalan normal dalam waktu dekat. Jika proses ini berjalan lancar, permintaan terhadap aset lindung nilai seperti emas dapat mengalami penyesuaian jangka pendek.

Dari sisi pasar mata uang dan obligasi, Indeks Dolar AS (DXY) menguat tipis ke level 99,67, sedangkan imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun stabil di sekitar 4,115%. Imbal hasil riil AS yang naik ringan juga menjadi variabel yang perlu diperhatikan karena memiliki korelasi terbalik dengan pergerakan harga emas.

Andy Nugraha menekankan bahwa pergerakan emas dalam jangka pendek masih akan sensitif terhadap data ekonomi AS berikutnya, khususnya laporan Perubahan Ketenagakerjaan ADP yang akan dirilis hari ini. “Jika data kembali menunjukkan pelemahan, peluang kenaikan emas semakin besar. Namun, volatilitas tetap harus diantisipasi,” tutupnya.

  • Related Posts

    Faculty of Engineering BINUS University Bekerjasama dengan Tongji University untuk Pengembangan Akademik dan Kerjasama Riset

    30 mahasiswa Architecture BINUS University berkesempatan mengenal lebih dekat dunia arsitektur di Tiongkok melalui kunjungan ke College of Architecture and Urban Planning (CAUP), Tongji University, Shanghai, pada 12 Oktober 2026.…

    Pasar Kripto Menanti Keputusan The Fed Akhir Oktober, Bagaimana Nasib Bitcoin?

    Jakarta, 26 Oktober 2026 — Pasar kripto memasuki pekan terakhir Oktober dengan volatilitas yang masih tinggi. Bitcoin (BTC) bergerak di sekitar US$80.000 pada Senin (26/10), setelah mengalami tekanan dalam beberapa sesi…

    You Missed

    Faculty of Engineering BINUS University Bekerjasama dengan Tongji University untuk Pengembangan Akademik dan Kerjasama Riset

    Faculty of Engineering BINUS University Bekerjasama dengan Tongji University untuk Pengembangan Akademik dan Kerjasama Riset

    Pasar Kripto Menanti Keputusan The Fed Akhir Oktober, Bagaimana Nasib Bitcoin?

    Pasar Kripto Menanti Keputusan The Fed Akhir Oktober, Bagaimana Nasib Bitcoin?

    OSL Indonesia Berkolaborasi dengan SMSI Bangka Belitung Dorong Literasi Aset Kripto di Kalangan Mahasiswa

    OSL Indonesia Berkolaborasi dengan SMSI Bangka Belitung Dorong Literasi Aset Kripto di Kalangan Mahasiswa

    Harga Emas Bertahan Dekat Level Terendah Tiga Bulan, Investor Menanti Keputusan The Fed

    Harga Emas Bertahan Dekat Level Terendah Tiga Bulan, Investor Menanti Keputusan The Fed

    Atasi Masalah Leaky Gut, GAPS Diet Indonesia Edukasi Pola Makan Anti-Inflamasi untuk Pemulihan Kesehatan Holistik

    Atasi Masalah Leaky Gut, GAPS Diet Indonesia Edukasi Pola Makan Anti-Inflamasi untuk Pemulihan Kesehatan Holistik

    GASA ผนึก Gogolook และ Meta จัด Global Anti-Scam Summit Asia ในกรุงเทพฯ เป็นครั้งแรก

    GASA ผนึก Gogolook และ Meta จัด Global Anti-Scam Summit Asia ในกรุงเทพฯ เป็นครั้งแรก