Ketidakpastian Data Nonfarm Payrolls Jadi Pemicu Volatilitas Emas

Harga emas (XAU/USD) kembali jadi primadona pasar global. Pada perdagangan Jumat lalu (26/9), logam mulia ini menutup sesi Amerika Utara dengan kenaikan 0,60%, ditopang laporan inflasi yang tidak menunjukkan kejutan berarti. Hasil tersebut semakin menguatkan keyakinan investor bahwa Federal Reserve (The Fed) akan tetap condong ke arah dovish dengan melanjutkan pelonggaran moneter dalam beberapa bulan ke depan. Memasuki pekan baru, XAU/USD bertahan di area $3.840-an, menandakan permintaan yang kuat di tengah sentimen pasar yang masih diliputi ketidakpastian pada Selasa pagi ini (30/9).

Menurut analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, pola teknikal emas masih memberi sinyal positif. “Grafik candlestick dan indikator Moving Average menunjukkan tren bullish emas tetap dominan,” jelasnya. Andy menyebutkan peluang emas untuk melanjutkan kenaikan ke $3.875 cukup terbuka. Meski begitu, potensi koreksi tetap ada. “Jika tekanan beli melemah, harga bisa kembali menguji area $3.806,” tambahnya.

Faktor politik di AS turut menambah warna. Risiko shutdown pemerintahan federal kembali menghantui, seiring kebuntuan perpanjangan anggaran di Kongres. Jika shutdown terjadi, rilis data penting seperti Nonfarm Payrolls (NFP) kemungkinan tertunda karena Bureau of Labor Statistics (BLS) akan menghentikan operasionalnya. Situasi ini membuat investor semakin berhati-hati, sekaligus mendorong permintaan emas sebagai aset lindung nilai.

Sementara itu, komentar dari pejabat The Fed masih beragam. Alberto Musalem dari The Fed St. Louis menekankan inflasi masih tinggi, meskipun mengakui risiko pelemahan tenaga kerja meningkat. John Williams dari The Fed New York menyebutkan kebijakan moneter saat ini sudah cukup ketat untuk menekan inflasi, meski pasar tenaga kerja belum sepenuhnya mendingin. Dari sisi lain, Beth Hammack dari The Fed Cleveland mengingatkan inflasi masih jauh dari target, sehingga proses disinflasi berjalan lambat.

Tak hanya faktor makroekonomi, kondisi geopolitik juga ikut menopang harga emas. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim berhasil menguasai desa Shandryholove di wilayah Donetsk, Ukraina. Eskalasi konflik ini menambah ketidakpastian global dan memperkuat peran emas sebagai safe-haven.

Pasar obligasi juga menunjukkan pergeseran. Imbal hasil Treasury AS 10 tahun turun menjadi 4,141%, sementara imbal hasil riil selisih antara imbal hasil nominal dengan ekspektasi inflasi turun ke 1,761%. Penurunan ini membuat emas semakin menarik bagi investor, karena beban biaya peluang menahan logam mulia jadi lebih rendah.

Agenda pekan ini akan padat dengan data penting, termasuk laporan ADP Employment, PMI Manufaktur ISM, klaim pengangguran mingguan, serta data NFP September. Semua indikator tersebut akan memberi gambaran lebih jelas arah kebijakan The Fed.

Secara keseluruhan, emas masih berada di jalur bullish, baik karena faktor teknikal maupun fundamental. Namun, volatilitas pasar kemungkinan akan meningkat tajam menjelang rilis data tenaga kerja. Investor disarankan untuk disiplin mengatur strategi, dengan mengantisipasi dua skenario utama: peluang reli menuju $3.875, atau koreksi ke $3.806 jika tekanan jual kembali muncul.

  • Related Posts

    Diskon QRIS dan Bayar Tagihan di Flash Diskon Oktober neobank

    Membayar kebutuhan sehari-hari kini bisa menjadi kesempatan untuk menghemat pengeluaran. Mulai dari transaksi di merchant hingga pembayaran tagihan rutin, promo yang tepat dapat memberikan manfaat tambahan tanpa harus mengubah kebutuhan…

    Road to Jogja Business & Economic Outlook 2027: 30 Peserta Terpilih Siap Mengikuti Inclusive Business Accelerator Sanggabiz

    Sanggabiz memilih 30 entitas bisnis untuk mengikuti program Inclusive Business Accelerator. Program ini berfokus pada pematangan validasi pasar dan operasional bisnis, sekaligus mendemokratisasi akses inovasi bagi wirausaha inklusif. Sebagai bagian…

    You Missed

    Diskon QRIS dan Bayar Tagihan di Flash Diskon Oktober neobank

    Diskon QRIS dan Bayar Tagihan di Flash Diskon Oktober neobank

    Road to Jogja Business & Economic Outlook 2027: 30 Peserta Terpilih Siap Mengikuti Inclusive Business Accelerator Sanggabiz

    Road to Jogja Business & Economic Outlook 2027: 30 Peserta Terpilih Siap Mengikuti Inclusive Business Accelerator Sanggabiz

    Year 12 Past Papers and AI Marking: Check Your Answers

    Year 12 Past Papers and AI Marking: Check Your Answers

    Mulai.com Named Finalist in MAS Global FinTech Hackcelerator 2026 Out of 195 Global Applicants

    Mulai.com Named Finalist in MAS Global FinTech Hackcelerator 2026 Out of 195 Global Applicants

    70 tahun mengabdi, SUCOFINDO hadir melalui penyediaan Sarana Air Bersih di Sulawesi Selatan

    70 tahun mengabdi, SUCOFINDO hadir melalui penyediaan Sarana Air Bersih di Sulawesi Selatan

    Dr. Dhiraj Kelly Sawlani Tekankan Manajemen Risiko Finansial Dalam Kolaborasi Edukasi di Universitas Sahid

    Dr. Dhiraj Kelly Sawlani Tekankan Manajemen Risiko Finansial Dalam Kolaborasi Edukasi di Universitas Sahid