{"id":44851,"date":"2026-05-26T19:02:16","date_gmt":"2026-05-26T10:02:16","guid":{"rendered":"https:\/\/asianicinsights.com\/?p=44851"},"modified":"2026-05-26T19:02:16","modified_gmt":"2026-05-26T10:02:16","slug":"pelindo-petikemas-setor-rp173-triliun-ke-negara-dukung-fiskal-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asianicinsights.com\/?p=44851","title":{"rendered":"Pelindo Petikemas Setor Rp1,73 Triliun ke Negara, Dukung Fiskal Nasional"},"content":{"rendered":"<p>Dengan meningkatnya aktivitas logistik dan perdagangan, sektor kepelabuhanan diproyeksikan akan terus menjadi salah satu fondasi penting pertumbuhan ekonomi Indonesia. <\/p>\n<p><b>SURABAYA<\/b>&#8211; PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat kontribusi<br \/>\nkepada negara mencapai Rp1,73 triliun sepanjang tahun 2025. Setoran ini<br \/>\nmencerminkan kuatnya peran perusahaan dalam menyokong fiskal nasional.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Kontribusi tersebut terdiri atas setoran<br \/>\npajak sebesar Rp1,45 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) senilai<br \/>\nRp55,59 miliar, serta pembayaran konsesi sebesar Rp224,5 miliar.\u00a0 Dari total pajak yang disetorkan, kontribusi<br \/>\nterbesar berasal dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar Rp485,45 miliar.<br \/>\nSelain itu, terdapat kontribusi signifikan dari PPh Pasal 25\/29 senilai<br \/>\nRp360,13 miliar dan PPh Pasal 21 sebesar Rp267,35 miliar.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Corporate Secretary <a href=\"https:\/\/www.pelindotpk.co.id\/en-terminal\">PT Pelindo Terminal<br \/>\nPetikemas<\/a> Widyaswendra mengatakan kontribusi perusahaan kepada negara merupakan<br \/>\nwujud kepatuhan terhadap regulasi dan kewajiban yang telah ditetapkan<br \/>\npemerintah. Menurutnya, setoran sebesar Rp1,73 triliun tersebut menjadi bukti<br \/>\nkomitmen dan kontribusi perusahaan dalam mendukung perekonomian nasional.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u201cDukungan tersebut menjadi wujud nyata<br \/>\nkomitmen perusahaan sebagai bagian dari Pelindo Group dalam mendukung<br \/>\npembangunan nasional melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),\u201d<br \/>\nujarnya, Selasa (26\/5\/2026).<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Ia yakin dengan meningkatnya aktivitas<br \/>\nlogistik dan perdagangan, sektor kepelabuhanan diproyeksikan akan terus menjadi<br \/>\nsalah satu fondasi penting pertumbuhan ekonomi Indonesia. Efisiensi layanan<br \/>\nterminal petikemas juga diharapkan mampu menekan biaya logistik nasional,<br \/>\nmempercepat distribusi barang, memperkuat daya saing ekspor, sekaligus<br \/>\nmeningkatkan penerimaan negara secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Hal itu diperkuat dengan data dari Badan<br \/>\nPusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa sektor transportasi dan<br \/>\npergudangan nasional tumbuh 8,98 persen secara tahunan (year on year\/yoy) pada<br \/>\nTriwulan IV tahun 2025. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sektor<br \/>\nlogistik menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Guru Besar Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi<br \/>\ndan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Anton Agus Setyawan menilai<br \/>\nsektor logistik Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang seiring<br \/>\nmeningkatnya aktivitas perdagangan antarpulau maupun antarnegara.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u201cMemang sebenarnya sejak awal tahun 2000-an<br \/>\nbisnis logistik ini mulai tumbuh di Indonesia. Ini seiring dengan maraknya<br \/>\nmekanisme industri yang melakukan perdagangan antarpulau maupun antarnegara,\u201d<br \/>\njelas Anton ketika dihubungi Jumat (22\/5\/2026).<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Sebagai negara kepulauan, Indonesia<br \/>\nmembutuhkan sistem distribusi yang kuat agar rantai pasok berjalan efisien.<br \/>\nAnton menilai pembangunan infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir telah<br \/>\nmembantu mendukung sektor logistik, terutama melalui pembangunan jalan tol.<br \/>\nNamun, pengembangan pelabuhan dan konsep tol laut dinilai masih perlu<br \/>\ndioptimalkan.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Optimalisasi pelabuhan akan berdampak<br \/>\nlangsung terhadap efisiensi distribusi barang, khususnya di kawasan Indonesia<br \/>\nTimur. Hal itu dinilai penting untuk menekan disparitas harga antarwilayah.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u201cBagaimana logistik <i>supply chain<\/i> di<br \/>\nPapua itu bisa lebih baik sehingga perbedaan harga beberapa produk komoditas<br \/>\nbisa dikurangi dan harganya menjadi lebih murah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><b>Modernisasi Pelabuhan<\/b><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>PT Pelindo Terminal Petikemas juga terus<br \/>\nmelakukan modernisasi dan penguatan kapasitas pelabuhan peti kemas melalui<br \/>\npenambahan dan relokasi alat bongkar muat di sejumlah terminal strategis.<br \/>\nLangkah ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi logistik dan mempercepat<br \/>\ndistribusi barang.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Sejumlah alat utama bahkan telah tiba di<br \/>\nterminal tujuan, seperti tambahan empat unit Quay Container Crane (QCC) di TPK<br \/>\nSemarang dan satu unit QCC di IPCTPK Panjang. Terminal Petikemas Surabaya<br \/>\nmemperoleh tambahan 14 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) dan empat unit QCC untuk<br \/>\nmemperkuat kapasitas bongkar muat.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Penguatan fasilitas juga dilakukan di<br \/>\nterminal regional, seperti pengiriman satu unit RTG ke TPK Kendari, empat unit<br \/>\nRTG ke TPK Banjarmasin, dan satu unit RTG ke TPK Nilam guna mendukung<br \/>\nkonektivitas logistik antardaerah.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Selain itu, sejumlah alat tengah dalam<br \/>\nproses produkti yakni dua unit QCC dan empat unit RTG untuk TPK Belawan, dua<br \/>\nUnit QCC untuk TPK Perawang, dan dua unit RTG untuk Terminal Kijing.<br \/>\nOptimalisasi juga dilakukan melalui relokasi alat antarterminal, termasuk<br \/>\npemindahan dua unit QCC dari TPS Surabaya ke TPK Berlian.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Pakar Maritim dari Institut Teknologi<br \/>\nSepuluh Nopember (ITS) Raja Oloan Saut Gurning mengatakan peningkatan jumlah<br \/>\nalat bongkar muat pada dasarnya merupakan respons atas kenaikan kunjungan kapal<br \/>\ndan volume kontainer yang harus ditangani terminal. Peningkatan trafik peti<br \/>\nkemas menjadi indikator tumbuhnya aktivitas ekonomi dan perdagangan laut.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u201cSecara mendasar, kenaikan kedatangan kapal<br \/>\nyang membawa kargo dalam kemasan kontainer menandakan adanya kenaikan ekonomi.<br \/>\nTurunannya adalah perdagangan atau interaksi ekonomi lewat laut,\u201d katanya saat<br \/>\ndihubungi, Selasa (26\/5\/2026).<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Namun demikian, efisiensi terminal peti<br \/>\nkemas tidak melulu ditentukan oleh jumlah alat, tetapi juga kesiapan<br \/>\ninfrastruktur pendukung seperti dermaga, lapangan penumpukan, gudang kontainer,<br \/>\nhingga gate keluar masuk terminal. Salah satu indikator utama efisiensi<br \/>\nterminal adalah kemampuan menekan waktu kunjungan kapal atau turn around time<br \/>\nagar tetap sesuai slot pelayanan yang tersedia.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Selain relokasi alat dari terminal yang<br \/>\ntingkat utilisasinya lebih rendah, PT Pelindo Terminal Petikemas juga melakukan<br \/>\nretrofitting atau pembaruan alat lama untuk memperpanjang usia operasional dan<br \/>\nmeningkatkan performa.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Penguatan kapasitas di terminal regional<br \/>\njuga dinilai strategis. Di Terminal Kijing, misalnya, lonjakan aktivitas<br \/>\nlogistik sepanjang 2025 tercermin dari peningkatan kunjungan kapal hingga 15%<br \/>\natau mencapai 741 panggilan kapal.<\/p>\n<p>\u201cTerminal Kijing mengalami lonjakan<br \/>\nkunjungan kapal dengan volume kargo nonpetikemas yang cukup besar, baik curah<br \/>\nkering maupun curah cair dari industri hilirisasi kelapa sawit dan alumina,\u201d<br \/>\nujarnya.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Ia menyebut selama ini operasional peti<br \/>\nkemas di Kijing masih banyak bergantung pada Harbour Mobile Crane (HMC) dan<br \/>\nReach Stacker sehingga tambahan alat dinilai penting untuk meningkatkan<br \/>\nproduktivitas layanan.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Sementara itu, TPK Banjarmasin disebut<br \/>\nmenjadi salah satu urat nadi logistik utama di Kalimantan dengan arus barang<br \/>\ndomestik yang terus menunjukkan pertumbuhan.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u201cArus barang domestik di koridor ini<br \/>\nmenunjukkan resiliensi yang kuat, terutama dipicu konsumsi domestik dan<br \/>\nkebutuhan industri hinterland pendukung pertambangan,\u201d katanya. Dampaknya,<br \/>\nfrekuensi kunjungan kapal peti kemas domestik terus meningkat dan mulai memberi<br \/>\ntekanan terhadap kapasitas lapangan penumpukan.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Adapun di Kendari, kebutuhan penguatan<br \/>\nkapasitas terminal meningkat sejak operasional dipindahkan ke Bungkutoko atau<br \/>\nKendari New Port. Sejak operasional dipindahkan ke Bungkutoko, kapasitas<br \/>\nterminal melonjak signifikan hingga menyentuh kisaran 116.000 TEUs.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Sementara, pengamat transportasi sekaligus<br \/>\nanggota Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Tory<br \/>\nDamantoro, menilai kontribusi PT Pelindo Terminal Petikemas terhadap negara<br \/>\nmembuktikan bahwa perusahaan memiliki posisi strategis sebagai \u201cjangkar fiskal\u201d<br \/>\nyang mendukung pembangunan nasional. <\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u201cSebagai operator pelabuhan komersial<br \/>\nnasional, Pelindo punya peran sejati sebagai enabler ekonomi makro agar target<br \/>\npenurunan biaya logistik menjadi 8 persen terhadap PDB dapat tercapai,\u201d ujarnya<br \/>\nketika dihubungi Selasa (26\/5\/2026).<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Ia juga mendorong agar perseroan melakukan<br \/>\nefisiensi layanan pelabuhan agar dapat menciptakan efek berganda (multiplier<br \/>\neffect) bagi perekonomian nasional. Ketika biaya logistik turun dan arus barang<br \/>\nsemakin lancar, volume perdagangan nasional akan meningkat dan memperluas basis<br \/>\npajak negara secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>Menurutnya, PT Pelindo Terminal Petikemas<br \/>\nkini dihadapkan dengan tantangan membangun efisiensi logistik yang lebih luas<br \/>\nmelalui konektivitas antarpulau dan integrasi sistem distribusi nasional.<br \/>\nSebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan sistem logistik maritim yang<br \/>\nmampu menjaga keseimbangan arus barang antardaerah agar biaya logistik dapat<br \/>\nditekan.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u201cPelindo harus mengambil peran lebih besar,<br \/>\nbukan sekadar efisiensi operasi pelabuhan, tetapi juga efisiensi alokatif<br \/>\ngeografis agar konektivitas logistik antarpulau menjadi lebih seimbang dan<br \/>\nmurah,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Tory menilai terminal petikemas memiliki<br \/>\nperan vital dalam mendukung ekspor nasional. Standarisasi terminal petikemas<br \/>\ndisebut menjadi kebutuhan utama industri masa depan Indonesia, mulai dari<br \/>\nmanufaktur, agribisnis olahan, hingga industri hilirisasi.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Karena itu, Pelindo dinilai perlu<br \/>\nbertransformasi dari sekadar operator pelabuhan menjadi integrator rantai pasok<br \/>\nnasional. Bagaimanapun percepatan arus barang di pelabuhan juga sangat<br \/>\nmenentukan daya tarik investasi Indonesia di tengah persaingan global.<br \/>\nEfisiensi pelabuhan akan meningkatkan kepastian waktu distribusi barang serta<br \/>\nmenekan biaya logistik industri. Hal tersebut dinilai penting agar Indonesia<br \/>\ntidak hanya menjadi pasar konsumsi, tetapi juga mampu masuk dalam rantai pasok<br \/>\nglobal atau Global Value Chain (GVC).<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/963770a9-0bd8-410c-ac03-2dcf3aaa83d6\/e1d81441-2b79-460b-be84-7550841052a6\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dengan meningkatnya aktivitas logistik dan perdagangan, sektor kepelabuhanan diproyeksikan akan terus menjadi salah satu fondasi penting pertumbuhan ekonomi Indonesia. SURABAYA&#8211; PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat kontribusi kepada negara mencapai Rp1,73&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":44852,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-44851","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/44851","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=44851"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/44851\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/44852"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=44851"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=44851"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=44851"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}