{"id":43529,"date":"2026-04-28T23:02:17","date_gmt":"2026-04-28T14:02:17","guid":{"rendered":"https:\/\/asianicinsights.com\/?p=43529"},"modified":"2026-04-28T23:02:17","modified_gmt":"2026-04-28T14:02:17","slug":"kejadian-perlintasan-meningkat-di-2025-kai-divre-iv-tanjungkarang-ajak-masyarakat-tertib-di-perlintasan-dan-tidak-beraktivitas-di-jalur-ka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asianicinsights.com\/?p=43529","title":{"rendered":"Kejadian Perlintasan Meningkat di 2025, KAI Divre IV Tanjungkarang Ajak Masyarakat Tertib di Perlintasan dan Tidak Beraktivitas di Jalur KA"},"content":{"rendered":"<p>PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang kembali<br \/>\nmengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur kereta api serta selalu<br \/>\nmeningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang. Imbauan ini<br \/>\ndisampaikan seiring dengan meningkatnya jumlah kejadian di perlintasan<br \/>\nsepanjang tahun 2025.<\/p>\n<p>Berdasarkan data internal KAI Divre IV<br \/>\nTanjungkarang, tercatat sebanyak 43 kejadian di perlintasan pada tahun 2024,<br \/>\ndan meningkat menjadi 50 kejadian pada tahun 2025. Peningkatan ini menunjukkan<br \/>\nbahwa masih terdapat pelanggaran dan kurangnya disiplin masyarakat dalam<br \/>\nmematuhi aturan keselamatan di kawasan perkeretaapian.<\/p>\n<p>Manajer Humas KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar<br \/>\nZaki Assjari, menyampaikan bahwa aktivitas masyarakat di jalur rel maupun<br \/>\npelanggaran di perlintasan sebidang merupakan faktor utama yang berpotensi<br \/>\nmenyebabkan kecelakaan.<\/p>\n<p>\u201cJalur kereta api bukanlah area umum untuk<br \/>\nberaktivitas. Seluruh ruang manfaat jalur kereta api diperuntukkan khusus bagi<br \/>\noperasional perjalanan kereta api. Kehadiran masyarakat di area tersebut sangat<br \/>\nberbahaya dan dapat mengancam keselamatan jiwa,\u201d ujar Zaki.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Zaki menegaskan bahwa larangan<br \/>\nberaktivitas di jalur kereta api telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23<br \/>\nTahun 2007 tentang Perkeretaapian. Pada Pasal 181 ayat (1) disebutkan bahwa<br \/>\nsetiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api serta melakukan<br \/>\naktivitas selain untuk kepentingan operasional. Pelanggaran terhadap ketentuan<br \/>\ntersebut dapat dikenakan sanksi pidana berupa kurungan maksimal tiga bulan atau<br \/>\ndenda hingga Rp15.000.000 sebagaimana diatur dalam Pasal 199.<\/p>\n<p>Sebagai upaya meningkatkan keselamatan, KAI<br \/>\nDivre IV Tanjungkarang secara konsisten melaksanakan berbagai langkah<br \/>\npreventif, antara lain melalui sosialisasi keselamatan di lingkungan<br \/>\nmasyarakat, sekolah, serta komunitas yang berada di sekitar jalur kereta api.<br \/>\nSelain itu, KAI juga terus memperkuat patroli keamanan dan pengawasan di<br \/>\ntitik-titik rawan pelanggaran, khususnya di perlintasan sebidang.<\/p>\n<p>KAI juga mengingatkan masyarakat agar selalu<br \/>\nmematuhi rambu-rambu lalu lintas di perlintasan sebidang, berhenti sejenak,<br \/>\nserta memastikan tidak ada kereta yang akan melintas sebelum menyeberang.<br \/>\nDisiplin dan kewaspadaan pengguna jalan menjadi faktor penting dalam mencegah<br \/>\nterjadinya kecelakaan.<\/p>\n<p>\u201cKami<br \/>\nmengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran<br \/>\nakan keselamatan di kawasan perkeretaapian. Tidak beraktivitas di jalur rel<br \/>\nserta mematuhi aturan di perlintasan adalah langkah sederhana namun sangat<br \/>\npenting untuk menjaga keselamatan bersama,\u201d tutup Zaki.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/e41dc381-e5fa-4114-8d5a-339cb0e32d72\/10667089-e95e-4f81-a001-4c4a96704a1e\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang kembali mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur kereta api serta selalu meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang. Imbauan ini disampaikan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":43530,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-43529","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43529","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=43529"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43529\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/43530"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=43529"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=43529"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=43529"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}