{"id":39739,"date":"2026-02-06T20:01:55","date_gmt":"2026-02-06T11:01:55","guid":{"rendered":"https:\/\/asianicinsights.com\/?p=39739"},"modified":"2026-02-06T20:01:55","modified_gmt":"2026-02-06T11:01:55","slug":"kementerian-pu-berhasil-fungsikan-kembali-143-spam-di-wilayah-terdampak-bencana-di-aceh-sumatera-utara-dan-sumatera-barat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asianicinsights.com\/?p=39739","title":{"rendered":"Kementerian PU Berhasil Fungsikan Kembali 143 SPAM di Wilayah Terdampak Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memprioritaskan percepatan pemulihan layanan dasar, khususnya air bersih dan sanitasi, bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera. Hingga 2 Februari 2026, Kementerian PU mencatat progres signifikan dengan memfungsikan kembali 143 unit Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dari total 176 unit yang terdampak. Capaian ini menandai progres penanganan infrastruktur SPAM yang telah menyentuh angka 82%.<\/p>\n<p>Menteri PU,<br \/>\nDody Hanggodo, menegaskan bahwa akses air bersih merupakan kebutuhan vital yang<br \/>\ntidak bisa ditunda. Pihaknya memastikan kehadiran pemerintah sejak fase tanggap<br \/>\ndarurat hingga masa pemulihan saat ini.<\/p>\n<p>\u201cAir bersih dan<br \/>\nsanitasi adalah kebutuhan utama masyarakat. Karena itu, sejak fase tanggap<br \/>\ndarurat kami fokus memastikan layanan air minum tetap tersedia, baik melalui<br \/>\npemulihan SPAM maupun penyediaan sarana darurat,\u201d ujar Menteri Dody.<\/p>\n<p>Dari seluruh<br \/>\nunit yang telah beroperasi kembali, total kapasitas layanan air bersih yang<br \/>\nberhasil dipulihkan mencapai lebih dari 5.300 liter per detik. Suplai ini kini<br \/>\ntelah melayani kebutuhan masyarakat di permukiman maupun lokasi pengungsian di<br \/>\nberbagai wilayah Sumatera.<\/p>\n<p>Secara rinci,<br \/>\npemulihan layanan air bersih di Provinsi Aceh mencakup 54 SPAM yang telah<br \/>\nkembali berfungsi dari total 71 unit terdampak di 10 kabupaten\/kota. Perbaikan<br \/>\ninstalasi dan jaringan distribusi di wilayah ini berhasil memulihkan kapasitas<br \/>\nlayanan sebesar 1.595 liter per detik.<\/p>\n<p>Sementara itu,<br \/>\ndi Provinsi Sumatera Barat, Kementerian PU berhasil memulihkan 52 SPAM dari 60<br \/>\nunit yang ditangani di 13 kabupaten\/kota, dengan kapasitas layanan mencapai<br \/>\n2.263 liter per detik. Adapun penanganan permanen di Sumatera Barat ditargetkan<br \/>\nrampung bertahap hingga Agustus 2028.<\/p>\n<p>Selanjutnya, di<br \/>\nProvinsi Sumatera Utara, sebanyak 37 SPAM dari 45 unit terdampak di 9<br \/>\nkabupaten\/kota telah beroperasi kembali dengan kapasitas 1.445 liter per detik,<br \/>\nsedangkan sisanya masih dalam tahap penyesuaian desain teknis.<\/p>\n<p>Selain<br \/>\nmemulihkan SPAM eksisting, Kementerian PU menyiagakan 537 unit sarana darurat<br \/>\nuntuk menjangkau wilayah yang infrastrukturnya belum pulih sepenuhnya. Sarana<br \/>\npendukung tersebut meliputi Instalasi Pengolahan Air (IPA)\u00a0<i>mobile<\/i>, mobil tangki air,<br \/>\nhidran umum, toren, unit pengolahan air siap minum, hingga fasilitas sanitasi<br \/>\nberupa toilet\u00a0<i>portable<\/i>\u00a0dan darurat.<\/p>\n<p>Guna menjamin<br \/>\nketersediaan air baku jangka panjang, Kementerian PU melalui Direktorat<br \/>\nJenderal Sumber Daya Air (SDA) dan Direktorat Jenderal Cipta Karya juga<br \/>\nmempercepat pembangunan sumur bor di lokasi dengan kerusakan jaringan berat.<\/p>\n<p>Pada bidang<br \/>\nSumber Daya Air, Kementerian PU tengah membangun 25 unit sumur bor air dalam.<br \/>\nPembangunan ini meliputi 24 unit di Provinsi Aceh \u2014dengan 11 unit telah selesai<br \/>\ndan 13 unit dalam proses pengerjaan\u2014 serta 1 unit sumur bor yang sedang<br \/>\ndikerjakan di RSUP Dr. M. Djamil Padang, Sumatera Barat. Sementara untuk<br \/>\nProvinsi Sumatera Utara, pekerjaan sumur bor dalam dari Ditjen SDA belum<br \/>\ndilakukan.<\/p>\n<p>Di sisi lain,<br \/>\nDitjen Cipta Karya melaksanakan pembangunan 103 unit sumur bor guna memperluas<br \/>\nakses air bersih di kawasan permukiman dan fasilitas publik. Pembangunan ini<br \/>\nterdiri atas 17 unit sumur bor dangkal yang seluruhnya berlokasi di Aceh, serta<br \/>\n86 unit sumur bor dalam yang tersebar di tiga provinsi.<\/p>\n<p>Untuk sumur bor<br \/>\ndangkal, Kementerian PU membangun 17 unit yang seluruhnya berlokasi di Provinsi<br \/>\nAceh. Dari jumlah tersebut, 9 unit telah selesai dikerjakan, sementara 8 unit<br \/>\nlainnya masih dalam proses pengerjaan dan ditargetkan segera dapat dimanfaatkan<br \/>\noleh masyarakat.<\/p>\n<p>Sementara itu,<br \/>\nuntuk sumur bor dalam, Kementerian PU menangani pembangunan 86 unit. Di<br \/>\nProvinsi Aceh, sebanyak 17 unit telah selesai dan 46 unit masih dalam tahap<br \/>\npengerjaan. Di Provinsi Sumatera Utara terdapat 5 unit sumur bor dalam yang<br \/>\nsedang dalam proses pengerjaan, serta di Provinsi Sumatera Barat sebanyak 18<br \/>\nunit sumur bor dalam tengah memasuki tahap survei dan pengerjaan geolistrik<br \/>\nsebagai dasar penentuan titik pengeboran.<\/p>\n<p>Upaya<br \/>\nkomprehensif ini merupakan wujud komitmen Kementerian PU dalam memastikan<br \/>\nkehadiran negara untuk memulihkan kehidupan masyarakat pascabencana melalui<br \/>\npenyediaan infrastruktur yang andal dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Program kerja ini<br \/>\nmerupakan bagian dari \u201cSetahun Bekerja, Bergerak &#8211; Berdampak\u201d dalam menjalankan<br \/>\nASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>#SigapMembangunNegeriUntukRakyat\n<\/p>\n<p>#SetahunBerdampak<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/144019dc-808a-4678-8331-72317289263d\/8d09a1b2-c99d-48e2-bb98-4e147f863c38\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memprioritaskan percepatan pemulihan layanan dasar, khususnya air bersih dan sanitasi, bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera. Hingga 2 Februari 2026, Kementerian PU&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39740,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-39739","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39739","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=39739"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39739\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39740"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=39739"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=39739"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=39739"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}