{"id":39280,"date":"2026-01-28T16:02:27","date_gmt":"2026-01-28T07:02:27","guid":{"rendered":"https:\/\/asianicinsights.com\/?p=39280"},"modified":"2026-01-28T16:02:27","modified_gmt":"2026-01-28T07:02:27","slug":"rapat-kerja-bersama-komisi-v-dpr-ri-menteri-pu-paparkan-progres-penanganan-bencana-di-sumatera","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asianicinsights.com\/?p=39280","title":{"rendered":"Rapat Kerja Bersama Komisi V DPR RI, Menteri PU Paparkan Progres Penanganan Bencana di Sumatera"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA, 28 Januari 2026 \u2013 Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menghadiri Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (27\/1\/2026). Dalam pertemuan tersebut, Menteri Dody melaporkan perkembangan penanganan pascabencana yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kementerian PU memastikan langkah penanganan dilakukan secara terpadu lintas sektor oleh Bina Marga, Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Prasarana Strategis guna memulihkan infrastruktur dasar dan aktivitas masyarakat.<\/p>\n<p>Dalam rapat kerja, Menteri Dody menyampaikan bahwa pemerintah telah bergerak cepat<br \/>\nmerespons bencana tersebut. Kementerian PU mengerahkan lebih dari 1.377<br \/>\npersonel internal, termasuk 402 Generasi Muda PU, serta memperoleh dukungan<br \/>\nlangsung dari 1.366 personel TNI dan masyarakat.<\/p>\n<p>Di lapangan,<br \/>\nKementerian PU juga memobilisasi 1.937 alat berat, 500 unit sarana prasarana<br \/>\npendukung, dan 6.352 bahan material untuk mempercepat pemulihan di tiga<br \/>\nprovinsi terdampak.<\/p>\n<p>&#8220;Sejak 12<br \/>\nDesember 2025 lalu, kami juga telah meluncurkan program padat karya dengan<br \/>\nmelibatkan lebih dari 30.100 tenaga kerja lokal, sehingga turut menggerakkan<br \/>\nperekonomian masyarakat setempat,&#8221; ungkap Menteri Dody.<\/p>\n<p>Berdasarkan<br \/>\ndata rekapitulasi per 27 Januari 2026, penanganan di bidang Bina Marga telah<br \/>\nmenunjukkan hasil positif. Sebanyak 99 ruas jalan nasional dan 33 jembatan<br \/>\nnasional yang terdampak bencana telah berhasil dipulihkan dan fungsional.<br \/>\nSeluruh infrastruktur konektivitas tersebut tercatat telah mencapai kondisi<br \/>\nfungsional 100 persen per 30 Desember 2025. Kondisi ini menjadi tonggak penting<br \/>\nuntuk memastikan jalur distribusi logistik ke wilayah terdampak.<\/p>\n<p>Pada sektor<br \/>\nSumber Daya Air (SDA), penanganan difokuskan pada 31 daerah irigasi kewenangan<br \/>\npusat dan 7 daerah irigasi kewenangan daerah. Saat ini, progres rehabilitasi<br \/>\nirigasi mencapai 23 persen. Di sektor ini, Kementerian PU berkoordinasi dengan<br \/>\nKementerian Pertanian untuk memprioritaskan jaringan irigasi yang mengairi<br \/>\nsawah-sawah yang telah memasuki masa tanam.<\/p>\n<p>Untuk<br \/>\npenanganan sungai, fokus utama adalah normalisasi dan pengamanan alur dari<br \/>\nbanjir susulan. Dari 77 sungai nasional yang terdampak, progres fisik telah<br \/>\nmencapai 52 persen dengan target penyelesaian pada Oktober 2026. Rencana<br \/>\npenanganan ini juga mencakup pembangunan pengendali sedimen seperti\u00a0<i>sabo dam<\/i>\u00a0dan\u00a0<i>cek<br \/>\ndam<\/i>.<\/p>\n<p>&#8220;Kami<br \/>\nsudah mengidentifikasikan jika hujan masih sangat lebat di daerah hulu, baik di<br \/>\nAceh, Sumatera Utara atau Sumatera Barat maka sedimennya, bawa pasir maupun<br \/>\nkayu masih sangat mungkin turun ke daerah-daerah hilir. Jadi kami mengusulkan<br \/>\npembangunan beberapa\u00a0<i>sabo dam<\/i>\u00a0dan\u00a0<i>cek<br \/>\ndam<\/i>\u00a0yang kami targetkan<br \/>\nselesai paling lama Oktober 2028,&#8221; jelas Menteri Dody.<\/p>\n<p><b>Sementara<br \/>\nitu, d<\/b>i<br \/>\nbidang Cipta Karya, prioritas utama adalah pemulihan layanan dasar. Dari 176<br \/>\nSistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang terdampak, sekitar 70 persen telah<br \/>\nberhasil dipulihkan dan ditargetkan fungsional penuh pada 15 Februari 2026.<br \/>\nSedangkan untuk penanganan sektor sanitasi, termasuk Instalasi Pengolahan<br \/>\nLumpur Tinja (IPLT) dan Tempat Pengolahan Akhir (TPA) sampah, telah mencapai 83<br \/>\npersen dengan target penyelesaian pada tanggal yang sama.<\/p>\n<p>Sebagai<br \/>\ndukungan tambahan air bersih, Kementerian PU juga membangun sumur bor baru.<br \/>\nProgres pembuatan sumur bor dalam mencapai 15 persen, sedangkan sumur bor<br \/>\ndangkal mencapai 53 persen. Seluruh sumur bor ditargetkan rampung sebelum bulan<br \/>\nRamadhan untuk mendukung operasional SPAM dan kebutuhan warga.<\/p>\n<p>Pada Bidang<br \/>\nPrasarana Strategis, pembersihan lumpur pada fasilitas umum dilakukan di 171<br \/>\nlokasi, di mana 120 lokasi di antaranya telah kembali fungsional. Pembangunan<br \/>\n1.217 unit hunian sementara (huntara) terus berjalan, beriringan dengan<br \/>\npenyiapan puskesmas darurat yang ditargetkan fungsional sebelum 15 Februari<br \/>\n2026.<\/p>\n<p>Menutup<br \/>\nlaporannya, Menteri Dody menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga mutu<br \/>\ninfrastruktur pascabencana. &#8220;Kami terus mengawal pemulihan ini agar tidak<br \/>\nhanya cepat, tetapi juga berkualitas dan berkelanjutan, sehingga infrastruktur<br \/>\nyang dibangun kembali lebih tangguh dan mampu mendukung pemulihan ekonomi<br \/>\nmasyarakat,&#8221; kata Menteri Dody.<\/p>\n<p>Program kerja ini<br \/>\nmerupakan bagian dari \u201cSetahun Bekerja, Bergerak &#8211; Berdampak\u201d dalam menjalankan<br \/>\nASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>#SigapMembangunNegeriUntukRakyat<\/p>\n<p>#SetahunBerdampak<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/www.vritimes.com\/id\/articles\/144019dc-808a-4678-8331-72317289263d\/e49b498c-1a7e-4ec0-9dff-2c06784a5729\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, 28 Januari 2026 \u2013 Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menghadiri Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (27\/1\/2026). Dalam pertemuan tersebut, Menteri Dody melaporkan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39281,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-39280","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39280","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=39280"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39280\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39281"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=39280"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=39280"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=39280"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}