{"id":34292,"date":"2025-11-10T23:00:23","date_gmt":"2025-11-10T14:00:23","guid":{"rendered":"https:\/\/asianicinsights.com\/?p=34292"},"modified":"2025-11-10T23:45:11","modified_gmt":"2025-11-10T14:45:11","slug":"mendorong-paradigma-sadar-risiko-dan-inovasi-pengurangan-bahaya-untuk-indonesia-2045","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asianicinsights.com\/?p=34292","title":{"rendered":"Mendorong Paradigma Sadar Risiko dan Inovasi Pengurangan Bahaya untuk Indonesia 2045"},"content":{"rendered":"<p>Risiko adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan dan pembangunan. Namun, kesadaran masyarakat Indonesia dalam memahami serta mengantisipasi risiko masih perlu diperkuat. Inilah yang melatarbelakangi Tirto.id bersama Masyarakat Sadar Risiko Indonesia (MASINDO) menyelenggarakan Diskusi Publik bertema \u201cSadar Risiko dalam Perspektif Inovasi dan Pembangunan\u201d yang digelar di Ashley Wahid Hasyim, Jakarta, pada Rabu (5\/11\/2025).<\/p>\n<p><b>Jakarta<\/b><b>\u00a0&#8211; <\/b>Risiko adalah bagian tak<br \/>\nterpisahkan dari kehidupan dan pembangunan. Namun, kesadaran masyarakat<br \/>\nIndonesia dalam memahami serta mengantisipasi risiko masih perlu diperkuat.<br \/>\nInilah yang melatarbelakangi Tirto.id bersama Masyarakat Sadar Risiko Indonesia<br \/>\n(MASINDO) menyelenggarakan Diskusi Publik bertema \u201cSadar Risiko dalam<br \/>\nPerspektif Inovasi dan Pembangunan\u201d yang digelar di Ashley Wahid Hasyim,<br \/>\nJakarta, pada Rabu (5\/11\/2025).<\/p>\n<p>Kegiatan ini merupakan bagian<br \/>\ndari rangkaian Road to Hari Sadar Risiko Nasional 2025, yang akan diperingati<br \/>\npada 15 Desember 2025, dan diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi<br \/>\nlintas sektor dalam membangun budaya sadar risiko di Indonesia.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Ketua<br \/>\nMASINDO, Dimas Syailendra Ranadireksa, menyoroti urgensi perubahan pola pikir<br \/>\nmasyarakat dari sikap \u201cbagaimana nanti\u201d menjadi \u201cnanti bagaimana\u201d\u2014dari pasif<br \/>\nmenjadi antisipatif terhadap risiko.<\/p>\n<p>Menurut Dimas, pendekatan<br \/>\npengurangan risiko kini menjadi elemen penting di berbagai sektor. Kita<br \/>\nmelihatnya pada keselamatan transportasi, keamanan digital, mitigasi dampak<br \/>\nperubahan iklim, hingga pengelolaan pangan dan penyakit tidak menular. <\/p>\n<p>\u201cKalau di transportasi kita<br \/>\npakai helm dan sabuk pengaman, di kesehatan kita punya makanan rendah gula<br \/>\nuntuk mencegah diabetes, dan di ruang digital kita semakin sadar soal proteksi<br \/>\ndata. Semua itu contoh sederhana pendekatan pengurangan risiko dalam kehidupan<br \/>\nsehari-hari,&#8221; tambahnya. <\/p>\n<p>Di dalam konteks kesehatan<br \/>\npublik, Dimas menjelaskan bahwa strategi serupa juga mulai digunakan dalam isu<br \/>\npenggunaan produk tembakau, seiring upaya menurunkan prevalensi merokok global.\n<\/p>\n<p>\u201cUntuk perokok dewasa yang<br \/>\nbelum bisa berhenti sepenuhnya, pendekatan pengurangan bahaya yakni dengan<br \/>\nberalih dari rokok ke produk tembakau alternatif yang tidak melalui proses<br \/>\npembakaran, seperti rokok elektronik dan produk tembakau dipanaskan, dapat menjadi<br \/>\nsalah satu opsi transisi yang secara ilmiah terbukti dapat mengurangi faktor<br \/>\nrisiko kesehatan. Ini bukan menggantikan upaya berhenti merokok, tapi bagian<br \/>\ndari strategi bertahap agar risiko kesehatan dapat ditekan secara lebih<br \/>\nrealistis,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Menurut Dimas, diskursus<br \/>\ntentang <i>harm reduction<\/i> perlu terus<br \/>\ndibingkai dalam konteks kesehatan publik dan tata kelola berbasis data, agar<br \/>\nkebijakan tetap melindungi masyarakat sekaligus memberi ruang pada pendekatan<br \/>\nilmiah. <\/p>\n<p>\u201cDi dalam konteks kolaborasi,<br \/>\ndi dalam konteks sadar risiko, bagaimana kita membangun regulasi itu harus<br \/>\nberbasis <i>scientific evidence<\/i>. Jadi<br \/>\nlembaga kesehatan boleh berbeda pendapat, tapi letakkan permasalahannya di atas<br \/>\nmeja, kaji bersama, undang <i>pentahelix<\/i> atau <i>hexahelix<\/i> untuk mengukur apakah ini berisiko apa enggak,\u201d tutur<br \/>\nDimas.<\/p>\n<p>Kegiatan ini menghadirkan<br \/>\npanelis dari berbagai lembaga, yakni Prakosa Grahayudiandono, Direktur Sistem<br \/>\ndan Manajemen Risiko, Bappenas; Dr. Nurma Midayanti, Direktur Statistik<br \/>\nKetahanan Sosial Badan Pusat Statistik (BPS); serta Dimas Syailendra Ranadireksa,<br \/>\nKetua Masyarakat Sadar Risiko Indonesia (MASINDO).<\/p>\n<p>Dalam paparannya, Prakosa<br \/>\nmenegaskan pentingnya penerapan Manajemen Risiko Pembangunan Nasional (MRPN)<br \/>\nsebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2023. Pendekatan ini<br \/>\ndiharapkan dapat menjadikan kebijakan pembangunan lebih adaptif terhadap<br \/>\nketidakpastian global dan tantangan lintas sektor.<\/p>\n<p>\u201cTapi bisa jadi dengan<br \/>\nkondisi keuangan, kompleksitas masyarakatnya, kemajemukan dan segala macam, itu<br \/>\nkemudian bisa di-<i>adjust<\/i> sedemikian<br \/>\nrupa, sesuai dengan kebutuhan masing-masing,\u201d kata Prakosa.<\/p>\n<p>Peran data statistik juga<br \/>\nmenjadi perhatian dalam forum ini. Dr. Nurma Midayanti menyoroti pentingnya<br \/>\npemetaan risiko sosial-ekonomi berbasis data yang akurat untuk mendukung<br \/>\nkebijakan publik yang responsif terhadap dinamika di lapangan.<\/p>\n<p>\u201cTanpa data yang kredibel,<br \/>\nsulit bagi masyarakat memahami arah pembangunan. Sulit juga untuk pemerintah<br \/>\nmelegitimasi apa kebijakannya. Jadi untuk itulah, ayo kita bersama-sama sekali<br \/>\nlagi untuk membangun literasi data sendiri,\u201d ujar Dr. Nurma.<\/p>\n<p>Melalui kegiatan ini,<br \/>\nTirto.id dan MASINDO berharap masyarakat semakin memahami bahwa kesadaran akan<br \/>\nrisiko bukan hanya soal mitigasi bencana, tetapi juga mencakup seluruh aspek<br \/>\nkehidupan\u2014mulai dari ekonomi, kesehatan, sosial, hingga gaya hidup.<\/p>\n<p>\u201cRisiko itu nyata, seringkali<br \/>\nmuncul di luar kendali kita, tapi sistemnya juga harus kita jaga. Dan yang<br \/>\npaling penting, mudah-mudahan dari diskusi hari ini bisa menghasilkan sebuah<br \/>\nparameter baru dalam membuat perencanaan kebijakan ke depan. Jadi harapannya,<br \/>\nkebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah, baik itu yang lingkup lebih kecil<br \/>\nhingga yang sifatnya masif, juga bisa mempertimbangkan risiko harapannya,\u201d<br \/>\ntutur Pemimpin Redaksi <a href=\"http:\/\/tirto.id\">Tirto.id<\/a>, Rachmadin Ismail, dalam<br \/>\npidato pembukaannya.<\/p>\n<p>Diskusi publik ini juga diharapkan mendorong<br \/>\nkolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat<br \/>\nsipil, dan media\u2014untuk memperluas budaya sadar risiko nasional, terutama menuju<br \/>\nVisi Indonesia Emas 2045. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Risiko adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan dan pembangunan. Namun, kesadaran masyarakat Indonesia dalam memahami serta mengantisipasi risiko masih perlu diperkuat. Inilah yang melatarbelakangi Tirto.id bersama Masyarakat Sadar Risiko Indonesia&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":34294,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-34292","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34292","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=34292"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34292\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34293,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34292\/revisions\/34293"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/34294"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=34292"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=34292"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=34292"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}