{"id":29417,"date":"2025-09-16T18:30:07","date_gmt":"2025-09-16T09:30:07","guid":{"rendered":"https:\/\/asianicinsights.com\/?p=29417"},"modified":"2025-09-16T18:44:51","modified_gmt":"2025-09-16T09:44:51","slug":"tingkatkan-kesadaran-publik-kehati-rilis-buku-putih-advokasi-keanekaragaman-hayati-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asianicinsights.com\/?p=29417","title":{"rendered":"Tingkatkan Kesadaran Publik, KEHATI Rilis Buku Putih Advokasi Keanekaragaman Hayati Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<p><b>Jakarta,<br \/>\n<\/b>Yayasan Keanekaragaman<br \/>\nHayati Indonesia (KEHATI) meluncurkan Buku Putih Advokasi Keanekaragaman Hayati<br \/>\nIndonesia, Selasa (16\/09\/2025).\u00a0 Buku<br \/>\nPutih Advokasi ini berisi refleksi gerakan advokasi masyarakat sipil Indonesia<br \/>\ndi isu lingkungan hidup sekaligus refleksi perjalanan Panjang advokasi KEHATI<br \/>\nbersama elemen masyarakat sipil lain dan para mitranya dalam memperjuangkan<br \/>\nkebijakan yang adil dan lestari.<\/p>\n<p>Buku berjudul \u201cMelawan Ketidakseimbangan:<br \/>\nBuku Putih Advokasi Keanekaragaman Hayati Indonesia\u201d ini ditulis oleh Muhamad<br \/>\nBurhanudin, Manajer Kebijakan Lingkungan Yayasan KEHATI.<\/p>\n<p>Dalam buku ini terekam pelajaran berharga,<br \/>\ntentang strategi, kegigihan, kisah perjuangan, kolaborasi, keberhasilan,<br \/>\nkegagalan, serta asa yang terus menyala demi memperjuangkan kelestarian alam<br \/>\ndan menjaga bumi bagi generasi mendatang.<\/p>\n<p>Lebih dari sekadar buku, karya ini juga<br \/>\nmenjadi salah satu medium dalam mendorong kesadaran publik agar terlibat dan<br \/>\nberjuang bersama demi membela keanekaragaman hayati.<\/p>\n<p>Direktur Eksekutif Yayasan KEHATI Riki<br \/>\nFrindos mengatakan buku ini menyingkap kenyataan pahit yang perlu menjadi<br \/>\nperhatian kita bersama. Dalam 50 tahun terakhir, gas rumah kaca membanjiri<br \/>\natmosfer, memicu perubahan iklim ekstrem, bencana alam kerap terjadi, dan<br \/>\nekosistem yang menopang kehidupan mulai tergerus.<\/p>\n<p>\u201cDi balik kemajuan ekonomi, ada jejak<br \/>\npemanfaatan alam yang eksploitatif dan berlebihan, dan kita semua menjadi<br \/>\npenggerak utamanya. Indonesia juga menjadi salah satu negara yang tak luput<br \/>\ndari jejak eksploitatif tersebut,\u201d Riki, dalam siaran persnya, 16 September<br \/>\n2025.<\/p>\n<p>Laporan Intergovernmental Panel on Climate<br \/>\nChange (<a href=\"https:\/\/www.ipcc.ch\/report\/ar6\/syr\/\">IPCC<\/a>)<br \/>\npada Mei 2023 mengungkapkan suhu rata-rata global pada 2011-2020 adalah 1,1<br \/>\nderajat celcius lebih tinggi dari periode pra-industri. Konsentrasi karbon<br \/>\ndioksida (CO2) di atmosfer juga melampaui 400 ppm (<i>parts per million<\/i>), melebihi ambang batas aman 350 ppm. Dalam dua<br \/>\ndekade terakhir, kenaikan rata-rata suhu di Indonesia 0,9 derajat celcius, di<br \/>\natas rata-rata global. <\/p>\n<p>\u201cSelain kian mengancam keanekaragaman<br \/>\nhayati Indonesia, tingginya laju perubahan iklim ini juga semakin memperparah<br \/>\nkerentanan sosio-ekonomi dan menimbulkan tantangan bagi mata pencaharian yang<br \/>\npenting,\u201d kata Riki.<\/p>\n<p>Selama dua dekade terakhir, peristiwa<br \/>\nhidrometeorologi juga menyumbang lebih dari 75% bencana di Indonesia dan 60%<br \/>\nkerusakan ekonomi. Pada tahun-tahun mendatang, tren ini diperkirakan akan<br \/>\nsemakin meningkat.<\/p>\n<p>The World Bank, 2021, menganalisis<br \/>\nIndonesia sangat rentan terhadap kenaikan muka air laut, dengan peringkat<br \/>\nkelima tertinggi di dunia dalam hal jumlah penduduk yang tinggal di pesisir<br \/>\ndengan elevasi lebih rendah. Tanpa adaptasi, total penduduk yang terancam<br \/>\nterpapar banjir permanen bisa mencapai 4,2 juta jiwa lebih pada 2.070\u20132.100.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/410b2c18-327b-4490-8fff-367e3a06c600\/public\" alt=\"data BNPB\" \/><\/p>\n<p>World Bank juga memperkirakan 95% wilayah pesisir Jakarta berpotensi tenggelam pada 2050. Indonesia juga sering mengalami bencana alam, dengan total 3.622 bencana pada 2019.<\/p>\n<p>Dalam 40 tahun terakhir, Indonesia<br \/>\nkehilangan sekitar 33 juta hektare hutan, atau hampir 30% dari total kawasan<br \/>\nhutan seluas 125 juta hektare. Hutan primer yang tersisa hanya 47,2 juta<br \/>\nhektar. Deforestasi tersebut sebagian besar disebabkan oleh konversi lahan<br \/>\nuntuk ekspansi perkebunan sawit, hutan tanaman industri, tambang, dan<br \/>\npembangunan infrastruktur lain. <\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu,\u00a0 penulis buku ini, Muhamad Burhanudin,<br \/>\nmengatakan kerusakan alam saat ini bukan semata akibat kelalaian, tapi juga<br \/>\nberakar pada desain politik pembangunan yang menempatkan ekologi sebagai korban.<\/p>\n<p>Regulasi seperti UU Cipta Kerja dan UU<br \/>\nMinerba, pun melemahkan perlindungan lingkungan demi kepentingan investasi<br \/>\njangka pendek.<\/p>\n<p>\u201cKebijakan dibuat minim partisipasi publik<br \/>\nyang memadai, lebih didorong kepentingan oligarki dan korporasi, serta minimnya<br \/>\nakuntabilitas. Pembangunan berkelanjutan dan transisi hijau sering menjadi <i>tagline<\/i>, tapi perlu komitmen<br \/>\nkeberlanjutan realisasi,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, katanya, di sinilah<br \/>\nadvokasi masyarakat sipil mengambil peran penting karena hadir sebagai jalan<br \/>\nuntuk \u201cmelawan ketidakseimbangan\u201d dalam proses pembuatan kebijakan publik.<\/p>\n<p>\u201cSebagai pengawal keseimbangan dan<br \/>\nsekaligus pengingat bahwa pembangunan sejati tak bisa lepas dari keberlanjutan<br \/>\nekologi. Advokasi menjadi suara bagi yang tak terdengar\u2014alam, masyarakat adat,<br \/>\ndan generasi masa depan,\u201d kata Muhamad.<\/p>\n<p><b>Temuan dan Upaya KEHATI<\/b><\/p>\n<p>\u25cf\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Riset KEHATI bersama Semeru Institute, 2024<br \/>\n  menemukan gerakan advokasi menghadapi kendala internal: keterbatasan sumber<br \/>\n  daya, lemahnya koordinasi, dan sumber dana umumnya tergantung donor luar<br \/>\n  negeri. <\/p>\n<p>\u25cf\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Data Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN<br \/>\n  mencatat, 2019-2024, ada 2,57 juta hektare wilayah adat dirampas, kerap<br \/>\n  disertai kriminalisasi.<\/p>\n<p>\u25cf\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Kesadaran global akan krisis lingkungan juga<br \/>\n  meningkat pesat. Aksi protes global juga melonjak, lebih dari 4.500<br \/>\n  demonstrasi di 150 negara pada 2019.<\/p>\n<p>\u25cf\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Sejak 2014, KEHATI menginisiasi Biodiversity<br \/>\n  Warriors, gerakan kaum muda yang kini memiliki lebih dari 7.000 anggota di<br \/>\n  seluruh Indonesia.<\/p>\n<p>\u25cf\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 KEHATI mendorong kebijakan pengelolaan sumber<br \/>\n  daya alam dalam 2 dekade terakhir bersama mitra: akademisi, masyarakat sipil,<br \/>\n  hingga generasi muda. <\/p>\n<p>\u25cf\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\n  Advokasi<br \/>\n  meluas ke sektor keuangan dengan merilis Indeks SRI-KEHATI pada 2009,<br \/>\n  mendorong investasi berkelanjutan, atasi pendanaan dalam advokasi.<i> <\/i><\/p>\n<p>Muhamad menegaskan bahwa peran masyarakat<br \/>\nsipil vital dalam mendorong kebijakan berbasis bukti, melindungi lingkungan,<br \/>\nmencegah korupsi, serta memastikan suara masyarakat lokal dan adat ikut<br \/>\ndidengar. Meski penuh tantangan, gerakan ini adalah harapan bagi masa depan<br \/>\nbumi.<\/p>\n<p>\u201cAdvokasi harus berfungsi sebagai alat<br \/>\nmembangun akuntabilitas dan transparansi. Advokasi organisasi sipil juga harus<br \/>\nmemperkuat suara masyarakat lemah, dan memastikan mereka didengar,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sayangnya, advokasi bukan jalan mudah bagi<br \/>\npara pembela lingkungan, seperti aktivis, jurnalis, dan masyarakat adat, yang<br \/>\nkerap menghadapi represi. Walhi mencatat, 1.131 orang menjadi korban kekerasan<br \/>\ndan kriminalisasi karena membela lingkungan pada periode 2014-2024.<\/p>\n<p>\u201cMelawan ketidakseimbangan berarti menjaga<br \/>\nbumi bagi generasi mendatang. Jalan panjang advokasi ini adalah panggilan kita<br \/>\nsemua. Semua pihak harus bergandengan tangan memastikan anak cucu kita mewarisi<br \/>\nbumi yang lestari, adil, dan layak huni untuk semua. Advokasi adalah jalan<br \/>\npanjang, namun bukan tidak mungkin.\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) meluncurkan Buku Putih Advokasi Keanekaragaman Hayati Indonesia, Selasa (16\/09\/2025).\u00a0 Buku Putih Advokasi ini berisi refleksi gerakan advokasi masyarakat sipil Indonesia di isu lingkungan hidup&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29419,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-29417","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29417","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=29417"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29417\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29418,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29417\/revisions\/29418"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29419"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=29417"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=29417"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=29417"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}