{"id":29069,"date":"2025-09-12T11:24:04","date_gmt":"2025-09-12T02:24:04","guid":{"rendered":"https:\/\/asianicinsights.com\/?p=29069"},"modified":"2025-09-12T11:45:58","modified_gmt":"2025-09-12T02:45:58","slug":"70-umkm-indonesia-masih-bingung-digitalisasi-sribu-tawarkan-solusi-lewat-freelancer-lokal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asianicinsights.com\/?p=29069","title":{"rendered":"70% UMKM Indonesia Masih Bingung Digitalisasi, Sribu Tawarkan Solusi Lewat Freelancer Lokal"},"content":{"rendered":"\n<p>Digitalisasi menjadi kunci daya saing UMKM di Indonesia. Ironisnya, meski kontribusinya mencapai 61% terhadap PDB nasional (BPS), masih banyak UMKM masih menghadapi tantangan di ranah online.\u00a0<\/p>\n<p>Menurut riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sekitar 70,2% UMKM yang telah memulai digitalisasi masih menghadapi kendala besar, terutama dalam memasarkan produk mereka secara efektif di ranah digital.<\/p>\n<p>Temuan ini sejalan dengan laporan Kementerian Koperasi dan UKM bersama Bank Dunia (2024), yang menyebutkan bahwa sebagian besar UMKM masih kesulitan memanfaatkan teknologi digital secara optimal, baik dalam hal promosi, branding, maupun pengelolaan bisnis.\u00a0<\/p>\n<p>Fenomena ini mengindikasikan bahwa bagi UMKM, tantangan utama bukan lagi sekadar \u201chadir di platform digital\u201d, melainkan bagaimana membangun strategi yang tepat agar brand mereka benar-benar menonjol di tengah kompetisi.<\/p>\n<p>\u201cKalau UMKM dipaksa rekrut tim digital marketing sendiri, cost-nya bisa puluhan juta per bulan. Dengan freelancer, mereka bisa mulai dari ratusan ribu, tapi tetap dapat hasil berkualitas.\u201d ujar Ryan Gondokusumo, CEO Sribu.<\/p>\n<p>Sebagai platform freelancer yang telah beroperasi lebih dari satu dekade, <a href=\"https:\/\/www.sribu.com\/id?utm_source=vritimes&amp;utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=2025\">Sribu.com<\/a> hadir menjembatani Sribu.com hadir menjembatani kesenjangan ini. Melalui jaringan freelancer terkurasi di berbagai bidang, Sribu memberikan alternatif bagi UMKM untuk mendapatkan tenaga profesional tanpa risiko biaya tetap yang memberatkan.<\/p>\n<p>Menurut Ryan, pendekatan ini membuat UMKM lebih gesit dalam mengelola bisnis. Mereka bisa memilih tenaga ahli sesuai kebutuhan spesifik, membayar per proyek, sekaligus menekan risiko biaya tetap yang tinggi. <\/p>\n<p>\u201cUMKM bisa fokus pada pengembangan bisnis inti, sementara kebutuhan digital seperti desain, pemasaran digital, penulisan, hingga pengembangan website ditangani oleh para ahli.\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Hingga kini, lebih dari 50.000 bisnis di Indonesia telah terbantu lewat Sribu di Indonesia untuk menavigasi dunia digital. Salah satunya adalah Nurlia Baby Spa, yang kini berkembang menjadi tiga lini bisnis berkat dukungan Sribu.<\/p>\n<p>\u201cSribu membantu bisnis saya dari desain logo, website, hingga pemasaran digital. Setiap proyek yang berjalan dengan Sribu selalu selesai tepat waktu dengan hasil yang memuaskan.\u201d ungkap Risna Nulia, Pemilik Nurlia Baby Spa.<\/p>\n<p>Digitalisasi UMKM memang bukan proses instan. Namun, bersama talenta lokal terkurasi, digitalisasi bukan lagi hambatan, melainkan peluang pertumbuhan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.sribu.com\/id?utm_source=vritimes&amp;utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=2025\"> Sribu<\/a> menegaskan komitmennya untuk mendukung agenda pemerintah dalam mengakselerasi digitalisasi jutaan UMKM Indonesia, agar mereka lebih kompetitif dan berkelanjutan di tengah ketidakpastian ekonomi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Digitalisasi menjadi kunci daya saing UMKM di Indonesia. Ironisnya, meski kontribusinya mencapai 61% terhadap PDB nasional (BPS), masih banyak UMKM masih menghadapi tantangan di ranah online.\u00a0 Menurut riset Badan Riset&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29071,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-29069","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29069","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=29069"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29069\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29070,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29069\/revisions\/29070"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29071"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=29069"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=29069"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=29069"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}