{"id":28933,"date":"2025-09-10T18:35:35","date_gmt":"2025-09-10T09:35:35","guid":{"rendered":"https:\/\/asianicinsights.com\/?p=28933"},"modified":"2025-09-10T18:44:44","modified_gmt":"2025-09-10T09:44:44","slug":"seminar-teaching-in-digital-age-sukses-digelar-jalan-menuju-pembelajaran-aman-cerdas-dan-inovatif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asianicinsights.com\/?p=28933","title":{"rendered":"Seminar &#8220;Teaching in Digital Age&#8221; Sukses Digelar: Jalan Menuju Pembelajaran Aman, Cerdas, dan Inovatif"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta, 9 September 2025<\/p>\n<p>Seminar bertajuk \u201cTeaching in Digital Age: Safe, Smart, and Innovative Approaches for Student Growth\u201d yang diselenggarakan oleh Kementrian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama dengan JSC Positive Technologies, Digital Siber Oase Nusantara (DSON), Ikatan Peneliti dan Inovator Pemerintahan Indonesia (IPINDO), dan Universitas Saintek Muhammadiyah pada Selasa (9\/9), berlangsung dengan sukses dan penuh antusiasme.<\/p>\n<p>Dengan hadirnya<br \/>\npembicara nasional maupun internasional, seminar ini tidak hanya memberikan<br \/>\nwawasan baru bagi para pendidik, tetapi juga menegaskan pentingnya literasi<br \/>\ndigital dan keamanan siber sejak dini. Seminar ini menegaskan bahwa<br \/>\ndigitalisasi pendidikan bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk<br \/>\nmempersiapkan generasi masa depan. Melalui kolaborasi pemerintah, akademisi,<br \/>\ndan industri, ekosistem pembelajaran digital yang aman, cerdas, dan inovatif<br \/>\ndapat diwujudkan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi<br \/>\ntantangan global di era digital.<\/p>\n<h2>Pandangan Strategis dalam<br \/>\nPembukaan<\/h2>\n<p>Seminar<br \/>\ndibuka pukul 14.00 WIB oleh Dr. Faiz Rafdhi, M.Kom., rektor Universitas Saintek<br \/>\nMuhammadiyah. Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir.<br \/>\nHetifah Sjaifudian, M.P.P., dalam sambutannya menekankan<br \/>\npentingnya kebijakan adaptif dalam pendidikan. <i>\u201cTransformasi digital dalam pendidikan tidak<br \/>\nboleh hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga harus membentuk generasi yang<br \/>\nberkarakter,\u201d<\/i> ujarnya.<\/p>\n<p>Dirjen<br \/>\nPendidikan Anak Usia Dini, Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D.<b>,<\/b> dalam presentasinya menyoroti perlunya literasi digital sejak<br \/>\ndini. <i>\u201cAnak-anak harus dibekali<br \/>\nketerampilan menggunakan teknologi dengan bijak agar terlindungi dari dampak<br \/>\nnegatif dunia digital,\u201d<\/i> tegasnya.<br \/>\nDalam sambutannya, Kepala BPSDM Komdigi, Dr. Ir. Bonifasius<br \/>\nWahyu Pudjianto, M.Eng.<b>,<\/b><br \/>\nmenambahkan: <i>\u201cKolaborasi lintas sektor menjadi<br \/>\nkunci untuk memperkuat kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi pendidikan<br \/>\nsecara optimal.\u201d<\/i><\/p>\n<p>Sambutan<br \/>\ntokoh-tokoh strategis di bidang pendidikan dan kebijakan nasional tersebut<br \/>\nsekaligus memberikan kerangka besar bahwa digitalisasi pendidikan bukan sekadar<br \/>\ntren, melainkan kebutuhan mendesak untuk mempersiapkan sumber daya manusia<br \/>\nIndonesia menghadapi masa depan.<\/p>\n<p><b>Sesi Materi yang Inspiratif<\/b><\/p>\n<p>Setelah sesi pembukaan, seminar<br \/>\nmenghadirkan dua narasumber internasional yang memberikan perspektif global<br \/>\ntentang pendidikan di era digital. Nadezhda<br \/>\nKurlovich, <i>Educational Program Manager<\/i> di Positive Technologies,<br \/>\nRusia, membawakan materi <i>Introduction to Cyber Security Education<\/i>. Ia<br \/>\nmenekankan pentingnya literasi keamanan siber sejak dini, mengingat anak-anak<br \/>\ndan remaja merupakan pengguna aktif teknologi yang rentan terhadap ancaman digital.<br \/>\nSelain mengembangkan program pendidikan untuk institusi akademik di Rusia<br \/>\nmaupun internasional, Nadezhda juga meluncurkan inisiatif global <i>Positive<br \/>\nHack Camp<\/i> dan aktif menjadi pembicara di berbagai konferensi keamanan<br \/>\ninformasi.<\/p>\n<p>Pembicara berikutnya adalah Colin Li, <i>Global Education<br \/>\nConsultant &amp; Training Specialist<\/i> asal Tiongkok, yang berpengalaman<br \/>\nbekerja sama dengan UNESCO, NMC, CoSN, China National Institute of Education<br \/>\nSciences, Beijing Normal University, serta berbagai lembaga pemerintah dan organisasi<br \/>\ninternasional. Dalam sesinya bertajuk <i>Effects of Technology on Student<br \/>\nLearning<\/i>, Colin menampilkan data dan studi kasus tentang bagaimana<br \/>\nteknologi dapat meningkatkan hasil belajar siswa, sekaligus menimbulkan<br \/>\ntantangan baru seperti distraksi dan kesenjangan akses.<\/p>\n<p>Para peserta dari kalangan guru, akademisi,<br \/>\nhingga praktisi pendidikan tampak aktif berpartisipasi. Diskusi berlangsung<br \/>\ninteraktif, dengan beragam pertanyaan seputar keamanan data siswa, efektivitas<br \/>\nplatform pembelajaran daring, hingga strategi konkret mengintegrasikan<br \/>\nteknologi ke dalam kelas tanpa mengurangi esensi tatap muka. <i>\u201cSaya mendapat<br \/>\nbanyak wawasan praktis yang dapat diterapkan di sekolah,\u201d <\/i>ungkap salah satu<br \/>\nguru peserta seminar. Diskusi dalam<br \/>\nseminar ini diharapkan dapat menjadi inspirasi konkret bagi dunia pendidikan<br \/>\nIndonesia untuk terus beradaptasi dan berinovasi di era digital.<\/p>\n<p>Acara ini menjadi<br \/>\ntonggak penting bagi para pendidik, pemerhati pendidikan, dan praktisi<br \/>\nteknologi untuk membahas strategi mengajar di era digital yang aman, cerdas,<br \/>\ndan inovatif untuk membentuk generasi masa depan yang kompeten dan berdaya<br \/>\nsaing global. Lebih dari itu, seminar ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas<br \/>\nsektor\u2014pemerintah, akademisi, dan industri\u2014merupakan kunci dalam menciptakan<br \/>\nekosistem pembelajaran digital yang aman, cerdas, dan inovatif di Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 9 September 2025 Seminar bertajuk \u201cTeaching in Digital Age: Safe, Smart, and Innovative Approaches for Student Growth\u201d yang diselenggarakan oleh Kementrian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama dengan JSC Positive&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28935,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-28933","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28933","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=28933"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28933\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28934,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28933\/revisions\/28934"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28935"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=28933"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=28933"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=28933"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}