{"id":20691,"date":"2025-06-19T03:38:00","date_gmt":"2025-06-18T18:38:00","guid":{"rendered":"https:\/\/asianicinsights.com\/?p=20691"},"modified":"2025-06-19T03:45:18","modified_gmt":"2025-06-18T18:45:18","slug":"kai-daop-1-jakarta-sampaikan-permohonan-maaf-atas-keterlambatan-beberapa-perjalanan-ka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asianicinsights.com\/?p=20691","title":{"rendered":"KAI Daop 1 Jakarta Sampaikan Permohonan Maaf atas  Keterlambatan Beberapa Perjalanan KA"},"content":{"rendered":"\n<p>PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat gangguan teknis pada lokomotif KA 36 Gajayana relasi Gambir \u2013 Malang pada Rabu, 18 Juni 2025.<\/p>\n<p>Gangguan terjadi sekitar pukul 19.26 WIB saat KA 36 melintas di jalur hulu antara Stasiun Bekasi \u2013 Tambun, tepatnya ketika lokomotif CC 206 13 34 mengalami kehilangan tenaga. Petugas operasional segera melakukan tindakan penanganan untuk memulihkan perjalanan kereta tersebut agar dapat kembali melanjutkan perjalanannya dengan aman.<\/p>\n<p>Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menjelaskan bahwa gangguan tersebut berdampak pada keterlambatan sejumlah perjalanan KA lainnya baik yang berangkat dari maupun menuju Jakarta.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/857f2690-cda8-428d-1a32-a26dbd28cd00\/public\" alt=\"Image\" \/><\/p>\n<p>Berikut daftar perjalanan KA yang terdampak:<\/p>\n<p>Kereta Api Berangkat dari Jakarta (Gambir\/Pasar Senen):<\/p>\n<p>KA 36 Gajayana: keterlambatan 142 menit<\/p>\n<p>KA 108 Senja Utama Yk keterlambatan 65 menit<\/p>\n<p>KA 124 Cakrabuana keterlambatan 73 meni<\/p>\n<p>KA 42 Sembrani keterlambatan 79 menit<\/p>\n<p>KA 288 Serayu keterlambatan 86 menit<\/p>\n<p>KA 28 Argo Merbabu keterlambatan 68 menit<\/p>\n<p>KA 32 Pandalungan keterlambatan 83 menit<\/p>\n<p>KA 116 Sawunggalih keterlambatan 80 menit<\/p>\n<p>KA 4 Argo Bromo Anggrek keterlambatan 62 menit<\/p>\n<p>KA 14 Argo Lawu keterlambatan 54 menit<\/p>\n<p>KA 54 Purwojaya keterlambatan 54 menit<\/p>\n<p>KA 144 Madiun Jaya keterlambatan 50 menit<\/p>\n<p>KA 48 Taksaka keterlambatan 54 menit<\/p>\n<p>KA 164 Gumarang keterlambatan 35 menit<\/p>\n<p>KA 76 Mataram keterlambatan 30 menit<\/p>\n<p>KA 120 Gunung Jati keterlambatan 20 menit<\/p>\n<p>Kereta Api Menuju Jakarta:<\/p>\n<p>KA 203 Tegal Bahari keterlambatan 32 menit<\/p>\n<p>KA 257 Jakarta Tingkir keterlambatan 31 menit<\/p>\n<p>KA 47 Taksaka keterlambatan 53 menit<\/p>\n<p>KA 119 Gunung Jati keterlambatan 31 menit<\/p>\n<p>KA 5577 CL  65 menit<\/p>\n<p>&#8220;Kami sangat memahami pentingnya ketepatan waktu dalam pelayanan kereta api, dan gangguan ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami. Tim teknis telah melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,&#8221; jelas Ixfan.<\/p>\n<p>Sebagai bentuk tanggung jawab dan permohonan maaf kepada pelanggan, KAI juga akan memberikan service recovery sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Service recovery diberikan kepada pelanggan yang terdampak keterlambatan dalam kategori tertentu sesuai peraturan pelayanan konsumen KAI.<\/p>\n<p>KAI Daop 1 Jakarta mengapresiasi kesabaran dan pengertian para pelanggan atas situasi yang terjadi. KAI terus berkomitmen untuk menjaga keandalan sarana serta memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan.<\/p>\n<p>Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat menghubungi Contact Center KAI di 121 atau melalui layanan media sosial resmi KAI.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat gangguan teknis pada lokomotif KA 36 Gajayana relasi&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":20693,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-20691","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20691","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20691"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20691\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20692,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20691\/revisions\/20692"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20693"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20691"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20691"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20691"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}