{"id":19766,"date":"2025-06-07T08:37:00","date_gmt":"2025-06-06T23:37:00","guid":{"rendered":"https:\/\/asianicinsights.com\/?p=19766"},"modified":"2025-06-07T08:45:01","modified_gmt":"2025-06-06T23:45:01","slug":"gerakan-sadarrisiko-indonesia-mengenal-dimas-syailendra-ranadireksa-ketua-masindo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asianicinsights.com\/?p=19766","title":{"rendered":"Gerakan #SadarRisiko Indonesia: Mengenal Dimas Syailendra Ranadireksa, Ketua MASINDO"},"content":{"rendered":"<p>Di tengah dinamika dan keberagaman Indonesia, kesadaran akan risiko menjadi kunci penting demi mendukung pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan bersama. Bersama Dimas Syailendra R., Ketua Masyarakat Sadar Risiko (MASINDO), kami mengajak Sobat #SadarRisiko untuk mengubah cara pandang terhadap risiko, melalui berbagai inisiatif dan kolaborasi lintas sektoral MASINDO yang bertujuan untuk menanamkan budaya #SadarRisiko di setiap lapisan masyarakat.<\/p>\n<p>Di tengah dinamika dan keberagaman Indonesia, kesadaran akan<br \/>\nrisiko menjadi kunci penting demi mendukung pembangunan berkelanjutan dan<br \/>\nkesejahteraan bersama. Bersama Dimas Syailendra R., Ketua Masyarakat Sadar<br \/>\nRisiko (MASINDO), kami mengajak Sobat #SadarRisiko untuk mengubah cara pandang<br \/>\nterhadap risiko, melalui berbagai inisiatif dan kolaborasi lintas sektoral<br \/>\nMASINDO yang bertujuan untuk menanamkan budaya #SadarRisiko di setiap lapisan<br \/>\nmasyarakat.<\/p>\n<p>Misi sederhana namun kuat ini semakin mendorong berbagai<br \/>\ninisiatif MASINDO melalui berbagai cara dan di seluruh Indonesia.<\/p>\n<p>Kesadaran risiko bukanlah konsep yang abstrak. #SadarRisiko<br \/>\ndan #KurangiRisiko adalah kunci untuk mengantisipasi konsekuensi dari setiap<br \/>\nlangkah yang kita ambil.<\/p>\n<p>Dalam hal ini, kesadaran risiko berperan sebagai pendekatan<br \/>\npraktis dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah kehidupan individu<br \/>\nhingga level masyarakat.<\/p>\n<p>Filosofi ini meluas ke contoh sehari-hari lanjut Dimas.<br \/>\n&#8220;Harapannya, dalam setiap pengambilan keputusan, kita sudah bisa<br \/>\nmengantisipasi dampak positif atau negatifnya. Contohnya melakukan pinjol.<br \/>\nKadang orang kaget kalau gagal bayar dan harus menghadapi konsekuensinya. Nah<br \/>\nini seharusnya tidak terjadi kalau sudah #SadarRisiko&#8221;<\/p>\n<p>Kesadaran akan risiko menjadi kunci penting demi mendukung<br \/>\npembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan bersama. Bersama Dimas Syailendra<br \/>\nR., Ketua Masyarakat Sadar Risiko (MASINDO), kami mengajak Sobat #SadarRisiko<br \/>\nuntuk mengubah cara pandang terhadap risiko, melalui berbagai inisiatif dan<br \/>\nkolaborasi lintas sektoral MASINDO yang bertujuan untuk menanamkan budaya<br \/>\n#SadarRisiko di setiap lapisan masyarakat.<\/p>\n<p><b>Mengubah Pola Pikir Indonesia<\/b><\/p>\n<p>MASINDO berupaya untuk mendorong perubahan paradigma<br \/>\nmasyarakat dalam hal melihat sebuah risiko \u2013 dari reaktif ke proaktif.<\/p>\n<p>&#8220;Kita harus terbiasa berpikir &#8216;nanti bagaimana&#8217;<br \/>\ndaripada &#8216;bagaimana nanti&#8217;,&#8221; tegas Dimas. &#8220;Artinya harus terbiasa<br \/>\nuntuk berpikir tentang langkah-langkah yang akan diambil di masa depan daripada<br \/>\nhanya memikirkan bagaimana menghadapi situasi saat ini.&#8221;<\/p>\n<p>Dimas mengilustrasikan ini dengan contoh praktis:<br \/>\n&#8220;Kalau Sobat #SadarRisiko naik sepeda motor ke tempat kerja, pertimbangkan<br \/>\nrisikonya dengan berpikir &#8216;nanti bagaimana kalau terpapar asap knalpot<br \/>\nkendaraan lain&#8217;? Kesehatan berisiko terganggu karena asapnya mengandung TAR<br \/>\nyang bersifat karsinogenik atau memicu kanker. Selain itu, pakaian juga<br \/>\nberisiko bau asap. Karena menyadari risiko- risiko tersebut, Sobat #SadarRisiko<br \/>\nmemakai masker untuk mengurangi risiko bahaya TAR dan memakai jaket supaya pakaian<br \/>\nberkurang terpapar asapnya.&#8221;<\/p>\n<p><b>Membangun Indonesia yang Tangguh<\/b><\/p>\n<p>Visi MASINDO tidak hanya tentang kesadaran risiko individu,<br \/>\ntetapi juga strategi pembangunan nasional. Hal ini terlihat dalam diskusi<br \/>\npublik terbaru kolaborasi antara MASINDO dan Kompas Group Radio Network<br \/>\nberjudul\u00a0<i>&#8220;Membangun Indonesia Tangguh: Penerapan Paradigma Sadar<br \/>\nRisiko dalam Pembangunan Berkelanjutan.&#8221;<\/i><\/p>\n<p>Dalam forum terbuka tersebut, Dimas menekankan bagaimana<br \/>\nkesadaran risiko menjadi semakin relevan saat Indonesia mempersiapkan visi<br \/>\n&#8220;Indonesia Maju 2045&#8221;.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Menghadapi tantangan global yang semakin kompleks,<br \/>\npendekatan sadar risiko menjadi semakin relevan dalam pembangunan Indonesia<br \/>\nyang berkelanjutan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Diskusi tersebut menghadirkan tokoh-tokoh penting termasuk<br \/>\nAmich Alhumami, Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan<br \/>\nKementerian PPN\/Bappenas, yang menekankan pendekatan pengurangan bahaya<br \/>\ndaripada kebijakan\u00a0<i>zero-tolerance<\/i>\u00a0dalam pengelolaan<br \/>\nrisiko.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cDalam konteks pembangunan, pengurangan bahaya berperan<br \/>\ndalam konteks menjaga stabilitas, sehingga ketika mau beralih dari ekonomi<br \/>\nekstraktif\u00a0<i>(brown economy)<\/i>, kita tetap memiliki kesadaran untuk<br \/>\nmembangun Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan,\u201d ujar Amich.<\/p>\n<p>Pada acara tersebut, anggota DPR RI, Puteri Anetta Komarudin<br \/>\nmenambahkan, &#8220;Mitigasi risiko dan menerapkan kebijakan pengurangan risiko<br \/>\nlebih realistis untuk diterapkan di Indonesia dibandingkan mengeliminasi risiko<br \/>\nsecara total. \u201cContohnya, pada sektor tembakau yang menghadapi tantangan<br \/>\nregulasi yang meningkatkan risiko peningkatan rokok illegal. Hal ini<br \/>\nmengingatkan kita akan pentingnya kebijakan berbasis mitigasi risiko perlu<br \/>\ndicari keseimbangannya dari segi ekonomi dan kesehatan.\u201d<\/p>\n<p>Sementara itu, Hari Prasetiyo, pakar hukum dari Universitas<br \/>\nIndonesia menambahkan, \u201cPemetaan risiko yang tepat menentukan kebijakan yang<br \/>\nlebih terarah, efektif dan responsif terhadap berbagai tantangan yang mungkin<br \/>\nmuncul. Kaitannya dengan tujuan Bappenas untuk mengurangi prevelansi merokok<br \/>\ndan dampak kesehatannya, pendekatan pengurangan risiko bisa diadopsi untuk<br \/>\nmenciptakan kebijakan yang lebih seimbang.\u201d<\/p>\n<p><b>Kolaborasi untuk Indonesia yang Lebih Tangguh<\/b><\/p>\n<p>Salah satu keunggulan MASINDO adalah pendekatan lintas<br \/>\nsektoralnya. \u201cKami terbuka untuk berkolaborasi dengan pemerintah, industri,<br \/>\nmedia, NGO, dan masyarakat,\u201d jelas Dimas. Pendekatan ini menjadi landasan untuk<br \/>\nmenciptakan budaya sadar risiko yang tidak hanya mengedukasi, tapi juga<br \/>\nmendorong terciptanya kebijakan yang responsif dan inovatif.\u00a0<\/p>\n<p>MASINDO tetap aktif membangun kesadaran mengenai dampak<br \/>\nrisiko, #SadarRisiko dan cara #KurangiRisiko melalui edukasi, advokasi, dan<br \/>\nmendorong pembuatan kebijakan berbasis riset.<\/p>\n<p>Saat Indonesia melangkah menuju tahun 2045\u2014 dengan prediksi<br \/>\n70% populasi berada di usia produktif\u2014Dimas dan MASINDO turut berupaya<br \/>\nmendukung pemerintah dalam menyiapkan &#8220;Generasi Emas&#8221; yang cerdas<br \/>\ndalam mengambil keputusan, dengan fondasi yang kuat dalam kesadaran risiko,<br \/>\nmenuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Untuk\u00a0 mengetahui lebih lanjut tentang penerapan<br \/>\nkesadaran risiko dalam kehidupan sehari-hari, ikuti terus media sosial MASINDO<br \/>\nagar terus membangun dan mengembangkan budaya #SadarRisiko dan #KurangiRisiko!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di tengah dinamika dan keberagaman Indonesia, kesadaran akan risiko menjadi kunci penting demi mendukung pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan bersama. Bersama Dimas Syailendra R., Ketua Masyarakat Sadar Risiko (MASINDO), kami mengajak&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19768,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-19766","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19766","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=19766"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19766\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19767,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19766\/revisions\/19767"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/19768"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=19766"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=19766"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asianicinsights.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=19766"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}