Kisah inspiratif Ghazi Abdullah Muttaqien, pemuda Garut hafiz 30 juz yang sukses mendunia dan mendirikan pesantren internasional berkat bakti kepada orang tuanya
Kisah inspiratif datang dari seorang pemuda asal Garut, Ghazi Abdullah Muttaqien, yang berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional hingga internasional. Berbekal semangat berbakti kepada orang tua, khususnya sang ibu, ia kini dikenal sebagai hafiz 30 juz, intelektual muda, sekaligus pendiri pesantren internasional di Garut.
Di usianya yang masih muda, Ghazi tidak hanya dikenal karena pencapaian akademiknya, tetapi juga karena kontribusi pemikiran dan kiprahnya di berbagai forum dunia. Sosoknya menjadi representasi nyata pemuda Indonesia yang tidak sekadar mengejar popularitas, tetapi fokus pada karya, gagasan, dan kebermanfaatan.
Bukan Sekadar Viral, Tapi Berprestasi Nyata
Berbeda dengan fenomena viral yang sering muncul di media sosial, Ghazi dikenal bukan karena sensasi. Ia membangun reputasinya melalui prestasi akademik, publikasi ilmiah, serta kontribusi intelektual yang bahkan disebut melampaui usianya.
Sejak usia remaja, ia sudah aktif dalam dunia riset dan penulisan ilmiah. Beberapa karya tulisnya telah dipublikasikan dalam jurnal nasional maupun internasional, membahas berbagai topik mulai dari filsafat Islam, pendidikan, hingga isu global.
Ia juga aktif dalam forum-forum ilmiah internasional, seperti konferensi di Turki hingga forum intelektual di tingkat global.
Akar Kehidupan: Berbakti kepada Orang Tua
Kesuksesan Ghazi tidak lepas dari nilai kehidupan yang ia pegang sejak kecil. Ia tumbuh dalam dua dunia: dunia pendidikan dan dunia usaha keluarga.
Sejak kecil, ia terbiasa membantu ibunya berdagang sembako. Pagi hari digunakan untuk belajar, sementara siang hingga sore membantu orang tua. Dari situlah ia belajar tentang tanggung jawab, kerja keras, dan makna berbakti.
Baginya, berbakti kepada orang tua bukan sekadar konsep, tetapi fondasi utama kehidupan.
“Berbakti kepada kedua orang tua adalah kunci kesuksesan dan kebahagiaan sejati,” ujar Ghazi ketika diwawancarai oleh tim Galura Creative.
Produktif Menulis dan Berkarya Sejak Remaja
Sejak usia muda, Ghazi telah menunjukkan produktivitas luar biasa dalam dunia literasi. Ia aktif menulis buku dan karya ilmiah yang tidak hanya banyak secara kuantitas, tetapi juga berkualitas dan dijadikan rujukan akademisi.
Beberapa karyanya membahas:
– Islamisasi ilmu
– Fiqih hubungan internasional
– Energi terbarukan dalam perspektif Islam
– Tafsir dan ilmu Al-Qur’an
– Kamus multibahasa
Hal ini menjadikannya salah satu intelektual muda yang diperhitungkan, baik di dalam maupun luar negeri.
Hafiz 30 Juz dan Menguasai Banyak Bahasa
Di tengah kesibukan membantu keluarga, Ghazi berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an di usia 14 tahun. Setahun kemudian, ia juga menyelesaikan hafalan kitab hadis Bulughul Maram.
Tak berhenti di situ, ia juga menunjukkan kemampuan luar biasa dalam penguasaan bahasa. Hingga usia 24 tahun, ia telah mempelajari lebih dari 10 bahasa asing, di antaranya:Arab, Inggris, Jerman, Prancis, Jepang, hingga beberapa bahasa Afrika.
Kemampuan ini menjadi modal penting dalam kiprahnya di forum internasional.
Mewakili Indonesia di Panggung Dunia
Prestasi Ghazi semakin terlihat saat ia aktif mewakili Indonesia di berbagai forum global sejak usia 17 tahun.
Ia pernah terlibat dalam berbagai kegiatan internasional, di antaranya:
– World Muslim Conference (Malaysia)
– Future Leader Congress (Thailand)
– International Muslim Intellectual Forum (Turki)
– World Youth Summit di Jenewa, Swiss
Bahkan pada usia 19 tahun, ia menjadi pembicara termuda dalam forum internasional di Georgetown University, Amerika Serikat.
Tidak hanya itu, pada tahun 2022, Ghazi juga terlibat sebagai inisiator dalam penyusunan World Youth Charter di United Nations (UN) Geneva.
Akademisi Sekaligus Pengusaha Muda
Selain aktif di dunia pendidikan dan akademik, Ghazi juga menunjukkan kiprah di dunia bisnis.
Ia tercatat sebagai:
– Direktur utama travel haji dan umrah
– Presiden direktur hotel di Garut
– Direktur klinik kesehatan
– Pengelola sekolah internasional
– Hingga pelaku usaha toko sembako
Kombinasi antara intelektualisme dan entrepreneurship menjadikannya sosok yang mampu memadukan ilmu dan praktik nyata di lapangan.
Inspirasi Pemuda Garut dan Indonesia
Kisah Ghazi Abdullah Muttaqien menjadi bukti bahwa latar belakang sederhana bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan global.
Dari seorang anak yang membantu ibunya berdagang, ia tumbuh menjadi intelektual muda yang diakui dunia.
Lebih dari sekadar prestasi, nilai yang ia bawa—yakni berbakti kepada orang tua, konsistensi belajar, dan kontribusi nyata—menjadi inspirasi penting bagi generasi muda Indonesia.
Mendirikan Pondok Modern Internasional Madinah Al-Zahra di Garut
Sebagai bagian dari pengembangan pendidikan berbasis global, Pondok Modern Internasional Madinah Al-Zahra Garut menghadirkan sistem pembelajaran yang terintegrasi antara nilai-nilai keislaman dan standar internasional.
Pondok Modern Madinah Al-Zahra Garut membuka Penerimaan Siswa Baru (PSB) Gelombang III untuk tingkat SMP & SMA. Program ini menjadi bagian dari komitmen pesantren dalam mencetak generasi muslim unggul yang berdaya saing global dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Pendaftaran dibuka mulai 1 April hingga 30 Juni 2026, dengan kuota terbatas. Antusiasme masyarakat yang tinggi menjadi indikasi meningkatnya kebutuhan terhadap pendidikan berbasis Islam yang terintegrasi dengan kurikulum internasional.
Biaya Lebih Terjangkau dengan Program Beasiswa
Untuk Gelombang III ini, Pondok Modern Madinah Al-Zahra memberikan kemudahan biaya pendidikan, di antaranya:
Biaya Masuk: Rp 25,5 juta (normal Rp 64 juta)
Biaya Bulanan: Rp 2,2 juta (normal Rp 5,2 juta)
Selain itu, tersedia program beasiswa hingga 85% bagi santri berprestasi, sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan berkualitas bagi seluruh kalangan.
Membangun Peradaban Islam Modern
Pondok Modern Madinah Al-Zahra memiliki visi besar:
“Menuju Kebangkitan Peradaban Islam dan Kejayaan Bangsa Indonesia dengan Al-Qur’an dan Al-Sunnah.”
Dengan pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan ilmu agama, bahasa asing, serta wawasan global, pesantren ini berupaya mencetak generasi ulama, intelektual, dan pemimpin masa depan.
Fasilitas Modern Berstandar Internasional
Santri akan mendapatkan fasilitas lengkap dan representatif, antara lain:
– Asrama nyaman dan eksklusif
– Ruang belajar modern
– Area olahraga dan lingkungan asri
– Kolam renang dan fasilitas penunjang lainnya
– Lingkungan pesantren yang bersih, sehat, dan kondusif
Selain itu, tersedia juga fasilitas penunjang seperti area pembelajaran terbuka dan suasana pegunungan Garut yang sejuk, mendukung proses belajar yang optimal.
Lokasi Strategis di Garut
Pondok Modern Madinah Al-Zahra berlokasi di Sindangpalay, Karangpawitan, Garut, Jawa Barat
Lokasi ini dikenal memiliki lingkungan yang tenang dan nyaman, sangat cocok untuk pembentukan karakter dan fokus belajar santri.
Informasi & Pendaftaran
Bagi orang tua dan calon santri yang berminat, dapat menghubungi:
📞 0882-9389-3376
🌐 www.madinahalzahra.com
📷 Instagram: @madinahalzahra_official | @ghazimuttaqien19
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES






