Dorong Standar Keamanan Pangan, SUCOFINDO Gelar Pelatihan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi

Cilacap, (29/4) – PT SUCOFINDO (PERSERO) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah di bidang keamanan pangan melalui penyelenggaraan Pelatihan Awareness Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Cilacap dan sekitarnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan implementasi sistem keamanan pangan dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Strategic Business Unit Komoditi dan Solusi Perdagangan, Tri Haryadi menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kualitas program pangan pemerintah tetap terjaga.

“Melalui pelatihan awareness HACCP ini, kami ingin memastikan bahwa para pengelola SPPG memiliki pemahaman yang kuat terkait sistem keamanan pangan yang preventif dan terukur. Hal ini penting untuk menjamin makanan yang disalurkan kepada masyarakat aman, berkualitas, dan memenuhi standar,” ujarnya.

Tri Haryadi juga menambahkan, edukasi menjadi kunci dalam membangun budaya keamanan pangan yang berkelanjutan.

“Kami tidak hanya menghadirkan layanan sertifikasi, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas melalui pelatihan. Dengan pemahaman yang baik, SPPG dapat mengidentifikasi potensi risiko sejak dini serta melakukan pengendalian secara tepat, sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat, mitra, dan pemerintah terhadap penyelenggaraan program MBG,” tambahnya.

Sementara itu, Pj. Kepala PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Cilacap, Ipmawan Hidayatullah menjelaskan bahwa pelatihan awareness HACCP dilaksanakan selama dua hari di Rumah Sakit Wiradadi Husada Banyumas sebagai bagian dari upaya peningkatan pemahaman peserta terhadap penerapan sistem keamanan pangan.

“Pelatihan ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai pentingnya penerapan sistem HACCP sebagai pendekatan preventif dan sistematis dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, serta mengendalikan potensi bahaya pangan di seluruh rantai produksi. Materi yang disampaikan mencakup prinsip dasar keamanan pangan, identifikasi bahaya biologis, kimia, dan fisik, hingga penerapan Cara Higiene yang Baik (CHB) sebagai fondasi sistem HACCP,” tuturnya.

Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman tahapan implementasi HACCP, mulai dari pembentukan tim, analisis bahaya, penetapan titik kendali kritis (Critical Control Point/CCP), hingga sistem pemantauan dan tindakan korektif.

Sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC), PT SUCOFINDO (PERSERO) berkomitmen mendukung implementasi sistem keamanan dan jaminan mutu pangan melalui layanan terpadu, mulai dari sertifikasi halal, Good Manufacturing Practices (GMP), ISO 22000 terkait Sistem Manajemen Keamanan Pangan, hingga inspeksi, audit, pengujian laboratorium, sertifikasi produk, serta pelatihan teknis guna memastikan setiap proses produksi pangan memenuhi standar kualitas, keamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Hadapi Ketidakpastian RKAB, BRI Finance Fokus Jaga Kualitas Portofolio

    Jakarta, 30 April 2026 – Di tengah dinamika sektor pertambangan, khususnya batu bara, industri pembiayaan saat ini mengadopsi pendekatan yang lebih selektif dalam penyaluran kredit, terutama pada segmen alat berat.…

    Dukung Keseimbangan Gaya Hidup, BRI Finance Perkuat Akses Dana Tunai Fleksibel

    Jakarta, 30 April 2026 – Memasuki bulan Mei 2026, kalender nasional dipenuhi dengan sejumlah momentum long weekend yang kerap dimanfaatkan masyarakat untuk sejenak keluar dari rutinitas. Di tengah ritme kerja…

    You Missed

    Hadapi Ketidakpastian RKAB, BRI Finance Fokus Jaga Kualitas Portofolio

    Hadapi Ketidakpastian RKAB,  BRI Finance Fokus Jaga Kualitas Portofolio

    Dukung Keseimbangan Gaya Hidup, BRI Finance Perkuat Akses Dana Tunai Fleksibel

    Dukung Keseimbangan Gaya Hidup, BRI Finance Perkuat Akses Dana Tunai Fleksibel

    Pengguna LRT Jabodebek Tembus 127 Ribu, Jadi Alternatif Mobilitas di Tengah Penyesuaian Operasional Bekasi

    Pengguna LRT Jabodebek Tembus 127 Ribu, Jadi Alternatif Mobilitas di Tengah Penyesuaian Operasional Bekasi

    FHTB 2026 Soroti Peran F&B sebagai Penggerak Utama Transformasi Hospitality di Bali

    FHTB 2026 Soroti Peran F&B sebagai Penggerak Utama Transformasi Hospitality di Bali

    KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Duka Cita dan Permohonan Maaf atas Insiden Operasional di Bekasi Timur, Beberapa Perjalanan KA Parahyangan Terdampak

    KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Duka Cita dan Permohonan Maaf atas Insiden Operasional di Bekasi Timur, Beberapa Perjalanan KA Parahyangan Terdampak

    Indonesia Terjebak Lingkaran Krisis Ekologis, Perlu Perubahan Tata Kelola Terpadu

    Indonesia Terjebak Lingkaran Krisis Ekologis, Perlu Perubahan Tata Kelola Terpadu