Tokocrypto Tebar THR Rp250 Juta di Ramadan 2026, Ajak Masyarakat Bijak Investasi Kripto

Jakarta, 23 Februari 2026 – Menyambut bulan suci Ramadan 2026, Tokocrypto menghadirkan kampanye spesial bertajuk “Ramadan Makin Berkah, THR Melimpah” dengan total hadiah mencapai Rp 250 juta. Program ini dirancang untuk mendorong semangat silaturahmi sekaligus meningkatkan literasi dan partisipasi masyarakat dalam industri kripto dan Web3.

Melalui kampanye ini, pengguna diajak untuk memperbanyak silaturahmi dengan mengundang kerabat terdekat bergabung dan berpartisipasi dalam berbagai aktivitas di platform Tokocrypto. Setiap aktivitas yang dilakukan selama periode program akan membuka peluang untuk mengumpulkan THR Ramadan dengan total hadiah ratusan juta rupiah.

Tak hanya itu, Tokocrypto juga menggelar rangkaian live streaming bersama para Key Opinion Leader (KOL) dan berbagai proyek kripto terkemuka. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai perkembangan industri kripto dan Web3, sekaligus mendekatkan ekosistem digital aset dengan pengguna di Indonesia.

Sebagai bagian dari inovasi Ramadan tahun ini, Tokocrypto turut menghadirkan fitur Gift Card kripto. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk memberikan aset kripto sebagai hadiah atau THR kepada keluarga, kerabat, maupun rekan kerja secara praktis dan aman. Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas adopsi kripto dalam aktivitas keseharian masyarakat, termasuk dalam tradisi berbagi di bulan suci.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengatakan bahwa Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat literasi sekaligus mendorong partisipasi masyarakat di industri kripto secara sehat dan bertanggung jawab.

“Ramadan bukan hanya tentang berbagi, tetapi juga tentang memperkuat nilai kebersamaan dan edukasi. Kami melihat momen ini sebagai peluang untuk menghadirkan program yang tidak hanya menarik secara reward, tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih baik tentang aset kripto dan teknologi Web3. Dengan pendekatan yang tepat, masyarakat bisa tetap produktif dan bijak dalam berinvestasi selama Ramadan,” ujar Calvin.

Fenomena “Ramadan Effect” di Pasar Kripto

Sejumlah riset terbaru tentang fenomena “Ramadan Effect” di pasar kripto mengindikasikan adanya perubahan pola perilaku investor selama bulan suci. Dalam lima tahun terakhir, pergerakan Bitcoin kerap mengalami tekanan saat Ramadan, dengan koreksi yang tercatat cukup dalam pada beberapa periode, seperti -21,71% (2021), -16,00% (2022), -3,73% (2023), dan -4,14% (2024).

Meski begitu, pola tersebut tidak selalu berulang secara ekstrem. Pada Ramadan 2025, penurunan Bitcoin relatif lebih terbatas, sekitar 4%, dengan harga ditutup di kisaran US$82.500 setelah dibuka di sekitar US$86.000. Tren serupa juga terlihat pada sejumlah aset kripto utama lainnya, termasuk Ethereum, XRP, Solana, dan BNB, yang sama-sama dipengaruhi perubahan aktivitas pasar selama periode Ramadan.

Riset internal Tokocrypto turut mencatat adanya pergeseran jam aktif investor ritel. Aktivitas transaksi cenderung melambat pada siang hari ketika masyarakat lebih fokus pada ibadah dan aktivitas Ramadan, lalu meningkat kembali pada malam hari setelah berbuka puasa hingga menjelang sahur. Selain itu, sebagian investor juga tercatat melakukan aksi ambil untung menjelang Ramadan, sehingga memunculkan tekanan jual di awal periode.

Calvin menilai perubahan pola ini wajar terjadi dan perlu disikapi dengan strategi yang lebih disiplin. “Selama Ramadan, perilaku pasar memang cenderung bergeser—aktivitas ritel bisa menurun di siang hari dan kembali ramai pada malam hari. Yang penting, investor tetap mengutamakan manajemen risiko dan tidak mengambil keputusan hanya karena tren musiman,” ujar Calvin.

Di tengah pola musiman tersebut, volatilitas tetap menjadi faktor yang patut diantisipasi. Meskipun imbal hasil pada periode Ramadan kerap lebih rendah, riset menunjukkan adanya kecenderungan volatilitas yang mengelompok (volatility clustering). Namun secara global, dinamika pasar kripto tetap banyak dipengaruhi faktor yang lebih luas, seperti kebijakan suku bunga bank sentral, regulasi, serta sentimen pasar internasional.

Memasuki Ramadan 2026, aspek perhitungan zakat sebesar 2,5% atas kepemilikan aset, termasuk kripto, juga berpotensi mendorong sebagian investor melakukan penyesuaian portofolio, yang dapat memengaruhi aktivitas jual beli di pasar domestik. Namun karena pasar kripto bersifat global, dampak tekanan tersebut dinilai cenderung terbatas dan tidak berdiri sendiri tanpa faktor pendorong lain.

Strategi Investasi Selama Ramadan

Tokocrypto mengimbau para trader dan investor untuk tetap mengedepankan analisis teknikal dan fundamental yang komprehensif selama Ramadan. Perubahan pola aktivitas harian, potensi likuidasi aset untuk kebutuhan zakat atau Idul Fitri, serta dinamika global perlu menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi.

“Secara historis belum ada korelasi yang benar-benar konsisten antara Ramadan dan tren harga kripto. Karena itu, investor perlu tetap fokus pada manajemen risiko, disiplin strategi, dan memantau perkembangan pasar global. Dengan pemahaman yang baik, Ramadan justru bisa menjadi momentum refleksi sekaligus peluang,” tutup Calvin.

Melalui kombinasi program apresiasi, inovasi produk, dan edukasi pasar, Tokocrypto optimistis Ramadan 2026 dapat menjadi momen penuh berkah, tidak hanya secara spiritual, tetapi juga dalam memperluas literasi dan adopsi kripto di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Jakarta, 3 Mei 2026 – Di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap mata uang emerging markets, investor mulai menggeser fokus dari sekadar mengejar imbal hasil ke arah yang lebih strategis: melindungi nilai portofolio tanpa kehilangan fleksibilitas untuk menangkap peluang.  Dalam beberapa waktu terakhir, rupiah bergerak di kisaran Rp17.300–Rp17.400 per dolar AS, mencerminkan tekanan dari penguatan dolar global serta ekspektasi kebijakan suku bunga yang bertahan lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Kondisi ini mendorong investor untuk semakin selektif dalam mengelola eksposur risiko, sekaligus mencari instrumen yang mampu menjaga nilai di tengah volatilitas pasar.  Dalam konteks tersebut, pendekatan terhadap portofolio pun mulai berubah. Portofolio tidak lagi dipandang semata sebagai alat untuk pertumbuhan, tetapi sebagai sistem yang membutuhkan keseimbangan antara proteksi, likuiditas, dan potensi upside. Di tengah dinamika ini, stablecoin mulai memainkan peran yang semakin signifikan sebagai bagian dari strategi alokasi aset modern.  Fenomena ini tercermin dari perkembangan pasar dalam beberapa waktu terakhir. Kapitalisasi stablecoin global terus menunjukkan peningkatan, dengan USDT berada di kisaran US$189 miliar, diikuti USDC sekitar US$77 miliar, sementara pemain baru seperti RLUSD telah menembus US$1,5 miliar dalam waktu relatif singkat. Menariknya, pertumbuhan ini terjadi di tengah volatilitas pasar kripto, mengindikasikan bahwa likuiditas tidak keluar dari ekosistem, melainkan berpindah ke posisi yang lebih defensif.  Peningkatan ini tidak terjadi secara terisolasi. Dalam beberapa bulan terakhir, kombinasi faktor global telah mendorong investor untuk mencari aset yang lebih stabil dan likuid. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga energi, serta inflasi global yang masih berada di atas target, menciptakan lingkungan pasar yang lebih defensif.  Di saat yang sama, kebijakan moneter yang cenderung higher-for-longer membuat biaya risiko menjadi lebih tinggi, sehingga investor semakin berhati-hati dalam menempatkan modal. Dalam kondisi seperti ini, terjadi pergeseran alokasi aset secara global, dari aset berisiko tinggi menuju instrumen yang mampu menjaga nilai sekaligus mempertahankan fleksibilitas.  Stablecoin berada di titik pertemuan dari kebutuhan tersebut. Berbeda dengan emas yang bersifat defensif namun kurang likuid dalam konteks repositioning cepat, atau dolar konvensional yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas, stablecoin menawarkan eksposur terhadap dolar AS dengan likuiditas tinggi serta akses pasar selama 24 jam.…

    Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%

    Jakarta, 1 Mei 2026 – Di tengah dinamika daya beli masyarakat yang masih menghadapi sejumlah tantangan, kendaraan roda dua tetap mempertahankan posisinya sebagai moda transportasi paling relevan di Indonesia. Fleksibilitas,…

    You Missed

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%

    Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%

    Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur

    Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur

    Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi

    Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi

    Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

    Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

    KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

    KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa