Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Dorong Digitalisasi Rantai Pasok, PalmCo Integrasikan Logistik Lewat PalmGO dan PALMSTOCK

Jakarta – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo terus memperkuat transformasi digital di seluruh rantai pasok bisnisnya dengan memperkenalkan dua sistem digital untuk mendukung pengelolaan logistik dan pergudangan, yakni PalmGO dan PALMSTOCK. Kedua sistem tersebut dirancang untuk mengintegrasikan pemantauan armada, pengiriman komoditas, serta pengelolaan persediaan barang dalam satu platform berbasis data.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa dalam pembukanya menyampaikan bahwa digitalisasi yang dilakukan PalmCo diarahkan pada integrasi sistem dan data, bukan sekadar menambah jumlah aplikasi. Menurutnya, tantangan utama transformasi digital adalah memastikan seluruh proses bisnis terhubung dalam satu ekosistem yang efisien dan mudah diawasi.

“Ke depan, PalmCo tidak membutuhkan banyak aplikasi, tetapi membutuhkan sistem yang saling terintegrasi dan digunakan secara berkelanjutan. PalmGO dan PALMSTOCK kami arahkan menjadi fondasi pengelolaan logistik dan stok yang berbasis data, transparan, dan mengurangi praktik pencatatan ganda,” ujar Jatmiko.

Ia menambahkan, integrasi data yang kuat akan mempercepat pengambilan keputusan dan mengurangi ketergantungan pada proses manual, khususnya di sektor logistik yang bergerak setiap waktu dan melibatkan banyak unit kerja.

Dari sisi skala bisnis, Direktur Strategy & Sustainability PTPN IV PalmCo Ugun Untaryo menjelaskan bahwa kebutuhan digitalisasi logistik dan stok menjadi keniscayaan mengingat besarnya nilai yang dikelola perusahaan setiap hari.

“Setiap hari PalmCo mengelola pengangkutan sekitar 13.000 ton komoditas menggunakan kurang lebih 900 unit truk. Jika diakumulasikan, nilai barang yang bergerak mencapai sekitar Rp140 miliar per hari atau setara Rp40 triliun per tahun. Di sisi lain, stok yang kami kelola di 248 gudang tersebar di berbagai wilayah juga bernilai sangat besar,” jelas Ugun.

Menurutnya, tanpa sistem digital yang terintegrasi, pengawasan logistik dan persediaan akan sangat bergantung pada proses manual dan berisiko menimbulkan inefisiensi, penyusutan, hingga lemahnya akuntabilitas.

“Melalui PalmGO dan PALMSTOCK, seluruh proses mulai dari perencanaan, pencatatan, monitoring, evaluasi, hingga penyusunan proyeksi dapat dilakukan secara real-time dan lebih akurat. Ini penting untuk menekan potensi kehilangan, mengurangi susut, sekaligus memperkuat tata kelola berbasis data,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur SDM & TI PTPN IV PalmCo Suhendri menekankan bahwa PalmGO dan PALMSTOCK tidak hanya berfungsi sebagai sistem teknologi, tetapi juga menjadi instrumen perubahan cara kerja dan budaya operasional di seluruh lini perusahaan.

“PalmGO dirancang untuk mengelola dan mengoptimalkan seluruh proses logistik, mulai dari perencanaan rute, pengelolaan armada, hingga pelacakan pengiriman secara real-time. Sementara PALMSTOCK memastikan pengelolaan persediaan barang dan gudang berjalan terintegrasi, akurat, dan terhubung dengan sistem SAP,” ujar Suhendri.

Ia menambahkan, kedua sistem ini mendorong peralihan dari proses manual yang terfragmentasi menuju pola kerja yang terintegrasi dan berbasis data, hingga ke level operasional paling bawah.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi penumpukan stok yang tidak perlu, kekurangan material yang menghambat operasional, maupun pencatatan berulang. PalmGO dan PALMSTOCK membantu menciptakan efisiensi biaya, meningkatkan transparansi, dan memperkuat daya saing perusahaan,” jelasnya.

Melalui implementasi PalmGO dan PALMSTOCK, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) menargetkan efisiensi biaya logistik dan penyimpanan secara signifikan, sekaligus meningkatkan keandalan rantai pasok komoditas sawit, teh, dan karet. Digitalisasi ini menjadi bagian dari langkah strategis Holding dalam membangun operasional yang lebih efisien, berkelanjutan, dan siap menghadapi tantangan industri ke depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Siapkan Infrastruktur PPemesanan Tiket Lebaran, KAI Lakukan Migrasi Sistem

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan melakukan migrasi dan penguatan kapasitas Rail Ticketing System (RTS) pada Rabu, 21 Januari 2026, pukul 00.00 hingga 04.00 WIB. Langkah ini mencakup seluruh sistem…

    Tingkatkan Layanan Sebelum Masa Angkutan Lebaran 2026, KAI Divre III Informasikan Maintenance Sistem Ticketing

    Palembang,20 Januari 2026 — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang menyampaikan kepada masyarakat bahwa KAI akan melakukan migrasi dan penguatan kapasitas Rail Ticketing System (RTS) pada Rabu, 21…

    You Missed

    Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Dorong Digitalisasi Rantai Pasok, PalmCo Integrasikan Logistik Lewat PalmGO dan PALMSTOCK

    Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Dorong Digitalisasi Rantai Pasok, PalmCo Integrasikan Logistik Lewat PalmGO dan PALMSTOCK

    Siapkan Infrastruktur PPemesanan Tiket Lebaran, KAI Lakukan Migrasi Sistem

    Siapkan Infrastruktur PPemesanan Tiket Lebaran, KAI Lakukan Migrasi Sistem

    Tingkatkan Layanan Sebelum Masa Angkutan Lebaran 2026, KAI Divre III Informasikan Maintenance Sistem Ticketing

    Tingkatkan Layanan Sebelum Masa Angkutan Lebaran 2026, KAI Divre III Informasikan Maintenance Sistem Ticketing

    KAI Daop 7 Madiun Umumkan Pembatalan Perjalanan KA Gajayana Tambahan

    KAI Daop 7 Madiun Umumkan Pembatalan Perjalanan KA Gajayana Tambahan

    Kolaborasi Danantara dan PTPP Perkuat Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang & Aceh Utara Melalui Pembangunan Hunian Sementara

    Kolaborasi Danantara dan PTPP Perkuat Pemulihan Pascabencana di  Aceh Tamiang & Aceh Utara Melalui Pembangunan Hunian  Sementara

    KAI Daop 1 Jakarta Ajak Generasi Muda Universitas Pancasila Bangun Budaya Disiplin di Perlintasan Sebidang

    KAI Daop 1 Jakarta Ajak Generasi Muda Universitas Pancasila Bangun Budaya Disiplin di Perlintasan Sebidang