Miliki Cadangan Bauksit Terbesar ke-6 Dunia, Mampukah Indonesia Swasembada Aluminium

Jakarta — Indonesia memiliki modal kekayaan alam yang sangat kuat, namun hingga kini belum mampu memenuhi kebutuhan aluminium nasional secara mandiri. Kondisi ini menunjukkan bahwa kepemilikan cadangan mineral yang besar belum otomatis menjamin kemandirian industri, tanpa didukung rantai hilirisasi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Indonesia dinilai perlu memperkuat rantai pasok hilirisasi bauksit, alumina, hingga aluminium secara terintegrasi agar mampu mengoptimalkan sumber daya alamnya dalam mencukupi kebutuhan bahan baku strategis bagi industrialisasi dan pembangunan peradaban masa depan.

Data US Geological Survey (USGS) mencatat cadangan bauksit dunia berada di kisaran 30 miliar ton dengan produksi global sekitar 400 juta ton per tahun. Dengan total sumber daya bauksit mencapai sekitar 7,78 miliar ton dan cadangan terbukti sekitar 2,68 miliar ton, Indonesia menempati peringkat keenam dunia sebagai negara dengan cadangan bauksit terbesar.

Keunggulan geologis tersebut seharusnya menjadi modal utama bagi Indonesia untuk memproduksi aluminium di dalam negeri. Namun faktanya, Indonesia belum mampu mencukupi kebutuhan aluminium nasional yang mencapai sekitar 1,2 juta ton per tahun.

Kebutuhan tersebut hingga kini masih banyak dipenuhi melalui impor, sementara pasar aluminium global masih didominasi oleh Australia, Guinea, dan China.

Ketua Badan Keahlian Pertambangan Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Rizal Kasli, menilai tantangan utama Indonesia bukan lagi pada ketersediaan cadangan, melainkan pada kemampuan mengolah bauksit menjadi aluminium di dalam negeri.

Menurutnya, besarnya cadangan bauksit tidak akan memberikan dampak signifikan tanpa percepatan pembangunan industri pengolahan yang terintegrasi.

Rizal menyebut percepatan hilirisasi bauksit dan alumina terintegrasi menjadi solusi utama untuk menjembatani kesenjangan antara kepemilikan sumber daya dan kebutuhan industri nasional.

Dalam konteks ini, peran Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID dinilai strategis dalam membangun ekosistem hulu–hilir yang berkelanjutan.

MIND ID memiliki PT Aneka Tambang Tbk yang mampu memproduksi bauksit secara mandiri untuk memasok kebutuhan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah.

Selanjutnya, alumina yang dihasilkan diproses kembali menjadi aluminium oleh PT Indonesia Asahan Aluminium, yang juga merupakan bagian dari Holding MIND ID.

Rantai pasok terintegrasi ini terus diperkuat untuk menjadi penopang pemenuhan kebutuhan aluminium nasional yang mencapai 1,2 juta ton per tahun, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku strategis.

Ke depan, percepatan proyek hilirisasi bauksit terintegrasi dinilai menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya dikenal sebagai pemilik cadangan besar, tetapi juga sebagai produsen aluminium yang mandiri dan berdaya saing global.

Dengan perencanaan matang, integrasi hulu–hilir, serta dukungan industri manufaktur, Indonesia berpeluang mengubah keunggulan geologinya menjadi kekuatan ekonomi nyata dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Transaksi Aset Kripto Indonesia Menurun di Tengah Munculnya Sinyal Pemulihan Bitcoin

    Jakarta, 09 Januari 2026 –  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa sepanjang tahun 2025, nilai transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp 482,23 triliun. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 25,9%…

    Kinerja Positif 2025: KAI Daop 7 Madiun Angkut 68.452 Ton Barang, Ketepatan Waktu Capai 98.58%

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun mencatatkan kinerja positif di sektor angkutan barang sepanjang tahun 2025. Tren pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan pelaku usaha yang terus meningkat terhadap moda…

    You Missed

    Transaksi Aset Kripto Indonesia Menurun di Tengah Munculnya Sinyal Pemulihan Bitcoin

    Transaksi Aset Kripto Indonesia Menurun di Tengah Munculnya Sinyal Pemulihan Bitcoin

    Kinerja Positif 2025: KAI Daop 7 Madiun Angkut 68.452 Ton Barang, Ketepatan Waktu Capai 98.58%

    Kinerja Positif 2025: KAI Daop 7 Madiun Angkut 68.452 Ton Barang, Ketepatan Waktu Capai 98.58%

    Transformasi Digital Holding Perkebunan Nusantara, PalmCo Terapkan Standar Internasional Keamanan Informasi

    Transformasi Digital Holding Perkebunan Nusantara, PalmCo Terapkan Standar Internasional Keamanan Informasi

    Dukung Mobilitas Masyarakat Lintas Daerah, KAI Divre III Palembang Lanjutkan Operasional Kereta Tambahan KA Rajabasa

    Dukung Mobilitas Masyarakat Lintas Daerah, KAI  Divre III Palembang Lanjutkan Operasional Kereta Tambahan KA Rajabasa

    From the Orchards of Europe to the Hearts of Malaysia — The Timeless Taste of French Apples

    From the Orchards of Europe to the Hearts of Malaysia — The Timeless Taste of French Apples

    Transaksi Harian Makin Hemat dengan Promo dari neobank di Awal Tahun

    Transaksi Harian Makin Hemat dengan Promo dari neobank di Awal Tahun