Angkutan Nataru 2025/2026 Sukses, KAI Daop 9 Jember Layani 416.945 Penumpang – Naik 11 Persen Dibanding Tahun Lalu

Selama periode Nataru, total penumpang yang dilayani mencapai 416.945 penumpang dengan rata-rata 23.163 penumpang per hari. Angka ini meningkat 11 persen dibandingkan masa Angkutan Nataru 2024/2025 yang mencatatkan 375.725 penumpang. Peningkatan ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api sebagai sarana mobilitas aman, nyaman, dan tepat waktu selama momentum libur akhir tahun.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 9 Jember menutup masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan kinerja positif. Masa angkutan yang berlangsung mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 tersebut berjalan aman, lancar, dan terkendali, sekaligus mencatatkan peningkatan signifikan jumlah penumpang dibandingkan tahun sebelumnya.

Selama periode Nataru, total penumpang yang dilayani mencapai 416.945 penumpang dengan rata-rata 23.163 penumpang per hari. Angka ini meningkat 11 persen dibandingkan masa Angkutan Nataru 2024/2025 yang mencatatkan 375.725 penumpang. Peningkatan ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api sebagai sarana mobilitas aman, nyaman, dan tepat waktu selama momentum libur akhir tahun.

Dari sisi layanan, sejumlah KA komersial tercatat menjadi favorit masyarakat, yaitu KA Blambangan Ekspres rute Ketapang–Pasarsenen dengan okupansi 8.952 penumpang, KA Wijayakusuma rute Ketapang–Cilacap dengan okupansi 8.320 penumpang, serta KA Ijen Ekspres rute Ketapang–Malang dengan okupansi 8.004 penumpang. Sementara untuk KA bersubsidi (PSO), masyarakat paling banyak memilih KA Probowangi rute Ketapang–Surabaya Gubeng dengan okupansi 21.337 penumpang, KA Sritanjung rute Ketapang–Lempuyangan sebanyak 15.950 penumpang, dan KA Tawangalun rute Ketapang–Malang Kota Lama dengan okupansi 14.529 penumpang.

Untuk mendukung mobilitas masyarakat, KAI Daop 9 Jember mengoperasikan 26 perjalanan KA, terdiri dari 24 KA reguler serta 2 KA fakultatif yaitu KA Mutiara Timur Tambahan relasi Ketapang–Surabaya Gubeng PP. Seluruh perjalanan KA berjalan baik, dengan aspek keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama.

“Selama masa Angkutan Nataru 2025/2026, seluruh operasional di wilayah Daop 9 Jember berjalan aman, selamat, dan terkendali. Tidak terdapat gangguan besar maupun kejadian luar biasa yang menghambat perjalanan kereta api. Hal ini tidak terlepas dari kesiapan personel, penguatan koordinasi dengan berbagai pihak, serta dukungan masyarakat,” ujar Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro.

Selain itu, Daop 9 Jember juga memastikan pelayanan prima kepada pelanggan melalui penyediaan posko pelayanan, penambahan tenaga frontliner, hingga fasilitas layanan kesehatan di sejumlah titik strategis. Seluruh upaya tersebut dihadirkan untuk memastikan penumpang merasa aman, nyaman, serta mendapatkan pengalaman perjalanan terbaik selama periode libur panjang.

“Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan Natal dan Tahun Baru bersama kereta api. Kami juga mengapresiasi seluruh stakeholder, pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, serta seluruh insan KAI yang telah bekerja keras sehingga masa Angkutan Nataru tahun ini berjalan sukses. KAI Daop 9 Jember akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan agar masyarakat semakin nyaman menggunakan kereta api sebagai pilihan transportasi,” tambah Cahyo.

Dengan berakhirnya masa Angkutan Nataru 2025/2026, KAI Daop 9 Jember siap kembali melanjutkan pelayanan regular harian dengan standar operasional yang prima, serta terus menghadirkan layanan transportasi yang selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh pelanggan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Jakarta, 3 Mei 2026 – Di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap mata uang emerging markets, investor mulai menggeser fokus dari sekadar mengejar imbal hasil ke arah yang lebih strategis: melindungi nilai portofolio tanpa kehilangan fleksibilitas untuk menangkap peluang.  Dalam beberapa waktu terakhir, rupiah bergerak di kisaran Rp17.300–Rp17.400 per dolar AS, mencerminkan tekanan dari penguatan dolar global serta ekspektasi kebijakan suku bunga yang bertahan lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Kondisi ini mendorong investor untuk semakin selektif dalam mengelola eksposur risiko, sekaligus mencari instrumen yang mampu menjaga nilai di tengah volatilitas pasar.  Dalam konteks tersebut, pendekatan terhadap portofolio pun mulai berubah. Portofolio tidak lagi dipandang semata sebagai alat untuk pertumbuhan, tetapi sebagai sistem yang membutuhkan keseimbangan antara proteksi, likuiditas, dan potensi upside. Di tengah dinamika ini, stablecoin mulai memainkan peran yang semakin signifikan sebagai bagian dari strategi alokasi aset modern.  Fenomena ini tercermin dari perkembangan pasar dalam beberapa waktu terakhir. Kapitalisasi stablecoin global terus menunjukkan peningkatan, dengan USDT berada di kisaran US$189 miliar, diikuti USDC sekitar US$77 miliar, sementara pemain baru seperti RLUSD telah menembus US$1,5 miliar dalam waktu relatif singkat. Menariknya, pertumbuhan ini terjadi di tengah volatilitas pasar kripto, mengindikasikan bahwa likuiditas tidak keluar dari ekosistem, melainkan berpindah ke posisi yang lebih defensif.  Peningkatan ini tidak terjadi secara terisolasi. Dalam beberapa bulan terakhir, kombinasi faktor global telah mendorong investor untuk mencari aset yang lebih stabil dan likuid. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga energi, serta inflasi global yang masih berada di atas target, menciptakan lingkungan pasar yang lebih defensif.  Di saat yang sama, kebijakan moneter yang cenderung higher-for-longer membuat biaya risiko menjadi lebih tinggi, sehingga investor semakin berhati-hati dalam menempatkan modal. Dalam kondisi seperti ini, terjadi pergeseran alokasi aset secara global, dari aset berisiko tinggi menuju instrumen yang mampu menjaga nilai sekaligus mempertahankan fleksibilitas.  Stablecoin berada di titik pertemuan dari kebutuhan tersebut. Berbeda dengan emas yang bersifat defensif namun kurang likuid dalam konteks repositioning cepat, atau dolar konvensional yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas, stablecoin menawarkan eksposur terhadap dolar AS dengan likuiditas tinggi serta akses pasar selama 24 jam.…

    Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%

    Jakarta, 1 Mei 2026 – Di tengah dinamika daya beli masyarakat yang masih menghadapi sejumlah tantangan, kendaraan roda dua tetap mempertahankan posisinya sebagai moda transportasi paling relevan di Indonesia. Fleksibilitas,…

    You Missed

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%

    Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%

    Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur

    Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur

    Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi

    Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi

    Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

    Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

    KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

    KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa