KAI Daop 4 Semarang Berangkatkan 530.152 Penumpang KA pada November 2025, Meningkat 6,3% dari Tahun Sebelumnya

KAI Daop 4 Semarang mencatat keberangkatan sebanyak 530.152 penumpang selama November 2025. Angka ini meningkat sekitar 6,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu tahun 2024 yang mencatat 498.330 penumpang.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, mengatakan bahwa tren kenaikan ini menjadi salah satu indikator meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, di mana kebutuhan perjalanan diperkirakan terus meningkat.

“Peningkatan jumlah penumpang pada November ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap layanan kereta api semakin tinggi, sekaligus menjadi gambaran awal meningkatnya aktivitas perjalanan menjelang libur akhir tahun. Hal ini tentu menjadi perhatian kami untuk memastikan seluruh layanan dan prasarana dalam kondisi prima saat memasuki periode Nataru,” kata Franoto.

Dari total 530.152 penumpang tersebut, 453.057 penumpang merupakan pengguna KA Komersial, sementara 77.095 penumpang merupakan pengguna KA PSO (bersubsidi) yang dioperasikan di wilayah Daop 4.

Jumlah tersebut juga termasuk penumpang KA Lokal yang semakin diminati masyarakat, seperti KA Blora Jaya, Kedung Sepur, dan Banyubiru, dengan total angkutan mencapai 67.149 penumpang sepanjang November 2025.

KAI Daop 4 mencatat beberapa KA yang menjadi favorit masyarakat pada November 2025 adalah KA Kaligung dengan 78.633 penumpang, Kamandaka 46.438 penumpang, Ambarawa Ekspres 46.697 penumpang, Airlangga 45.953 penumpang, dan Kedung Sepur 31.308 penumpang.

Selanjutnya Stasiun Semarang Tawang menjadi stasiun keberangkatan tersibuk di Daop 4 dengan jumlah penumpang mencapai 148.933 penumpang, disusul Stasiun Semarang Poncol 142.474 penumpang, Tegal 66.634 penumpang, Pekalongan 49.957 penumpang, Ngrombo 27.265 penumpang, dan Cepu 24.592 penumpang.

Franoto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan atas kepercayaannya menggunakan layanan KAI, khususnya di wilayah Daop 4 Semarang. Menurutnya, capaian ini sekaligus menjadi dasar penting bagi Daop 4 dalam mempersiapkan pelayanan terbaik menghadapi periode Nataru 2025/2026.

“KAI Daop 4 terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan, keandalan perjalanan, serta kenyamanan fasilitas stasiun dan kereta sebagai bagian dari upaya kami memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan,” tutupnya.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Cara Trader Pemula Mengelola Risiko dengan Trading Plan

    Banyak trader pemula masuk ke pasar dengan fokus utama pada potensi profit, namun sering mengabaikan satu hal penting yaitu pengelolaan risiko. Padahal, kemampuan bertahan di market tidak ditentukan oleh seberapa…

    Perkuat Dukungan Terhadap Stabilitas Ekonomi Daerah, BRI Finance Resmi Hadir di Kota Tegal

    Tegal, 6 Februari 2026 — Berdasarkan Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tegal Tahun 2025, pertumbuhan ekonomi di Kota Tegal mengalami peningkatan sebesar 5,95%(yoy). Pencapaian positif tersebut menunjukkan penguatan fundamental…

    You Missed

    Cara Trader Pemula Mengelola Risiko dengan Trading Plan

    Cara Trader Pemula Mengelola Risiko dengan Trading Plan

    Perkuat Dukungan Terhadap Stabilitas Ekonomi Daerah, BRI Finance Resmi Hadir di Kota Tegal

    Perkuat Dukungan Terhadap Stabilitas Ekonomi Daerah, BRI Finance Resmi Hadir di Kota Tegal

    Bali Villa Compliance Update 2026: New Rules, New Expectations for Property Owners

    Bali Villa Compliance Update 2026: New Rules, New Expectations for Property Owners

    KAI Optimalkan Peran LRT Jabodebek sebagai Official Mobility Partner Muslim LifeFair 2026

    KAI Optimalkan Peran LRT Jabodebek sebagai Official Mobility Partner Muslim LifeFair 2026

    Luminous Spring di PIK Avenue Hadirkan Path of Light

    Luminous Spring di PIK Avenue Hadirkan Path of Light

    Danantara Indonesia Serentak Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Fase-I dengan Total Nilai Investasi Hingga US$ 7 Miliar

    Danantara Indonesia Serentak Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Fase-I dengan Total Nilai Investasi Hingga US$ 7 Miliar