Emas Melemah Jelang Keputusan The Fed, Namun Tren Bullish Tetap Kokoh

Harga emas (XAU/USD) melemah pada Selasa (2/12) setelah sempat menyentuh titik tertinggi harian di $4.240. Menurut Andy Nugraha, Analis Dupoin Futures Indonesia, penurunan ini terjadi karena para investor memilih melakukan aksi ambil untung menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) yang akan diumumkan minggu depan. Penguatan dolar AS turut menekan harga emas, dengan indeks DXY bertahan di 99,44 atau naik tipis 0,04%, sehingga mengurangi minat terhadap instrumen safe haven tersebut.

Pada Rabu (3/12), harga emas kembali turun mendekati $4.210 akibat lanjutan aksi profit taking. Penurunan ini berlangsung di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang menantikan rilis data ekonomi penting AS seperti ADP Employment Change dan ISM Services PMI. Koreksi sekitar 0,65% secara harian juga menggambarkan meningkatnya selera risiko global, dengan sebagian investor beralih ke aset berisiko seiring meningkatnya optimisme terhadap prospek ekonomi.

Walaupun tekanan jangka pendek masih terasa, Andy Nugraha menilai ruang penurunan emas relatif terbatas. Pasar tetap yakin akan adanya peluang besar pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada pertemuan 9–10 Desember. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas pemotongan suku bunga kini berada di level 89%, naik signifikan dari sekitar 71% pekan sebelumnya. Penurunan suku bunga biasanya menjadi katalis positif bagi emas karena mengurangi biaya peluang dalam menyimpan aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Dari perspektif teknikal, kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average menunjukkan tren bullish XAU/USD masih dominan. Andy menegaskan bahwa meskipun terjadi koreksi, struktur harga tetap menggambarkan pola penguatan yang sehat. Momentum ini turut diperkuat oleh stabilnya imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun di kisaran 4,086% serta imbal hasil riil yang bertahan di 1,856%, yang keduanya tidak menunjukkan kenaikan tajam yang biasanya memberi tekanan tambahan pada emas.

Untuk prospek pergerakan hari ini, Andy memberikan dua kemungkinan skenario. Pertama, bila dorongan bullish berlanjut dan pelaku pasar merespons positif ekspektasi pemangkasan suku bunga, emas berpeluang menguji area resistance di 4.267. Jika level ini berhasil ditembus, ruang kenaikan berikutnya terbuka lebih lebar. Kedua, jika sentimen risk-on meningkat atau data ekonomi AS dirilis lebih kuat dari estimasi, emas dapat terkoreksi ke support terdekat di 4.184. Level ini menjadi penentu apakah tren naik jangka pendek tetap bertahan atau mulai berbalik melemah.

Dari sisi geopolitik, kabar pertemuan utusan AS Steve Witkoff dengan Presiden Rusia Vladimir Putin serta keterlibatan Jared Kushner dalam pembahasan rencana perdamaian Rusia–Ukraina juga dapat memengaruhi arah harga emas. Biasanya, ketegangan geopolitik mendukung kenaikan emas; sebaliknya, ekspektasi tercapainya perdamaian dapat mengurangi permintaan terhadap aset lindung nilai tersebut.

Secara keseluruhan, meski emas sedang berada dalam fase koreksi, peluang penguatan masih cukup besar, terutama jika keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed semakin menguat. Dengan kombinasi faktor ekonomi, geopolitik, dan analisis teknikal yang cenderung mendukung, harga emas diperkirakan akan bergerak fluktuatif namun tetap mempertahankan bias bullish dalam perdagangan hari ini.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Pasar Global Mixed: Inflasi, AI, dan Geopolitik Tekan Wall Street

    Pasar keuangan global menunjukkan tanda-tanda kehilangan arah seiring investor dihadapkan pada kombinasi tiga risiko besar sekaligus: inflasi yang membandel, disrupsi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), dan eskalasi konflik geopolitik. Wall…

    Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbuyut

    Way Kanan — Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Regional 7 menggelar Safari Ramadan 1447 H di Komplek Kantor Sentral Kebun Tulungbuyut, Way Kanan, Rabu (25/2/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh…

    You Missed

    Bewinch G3 Water Purifier Elevates Drinking Experience for Singaporean Households – 26cm Slim Design Perfect for Sideboards, Precision-Filtered Mineral Water Unlocks Premium Hydration

    Bewinch G3 Water Purifier Elevates Drinking Experience for Singaporean Households – 26cm Slim Design Perfect for Sideboards, Precision-Filtered Mineral Water Unlocks Premium Hydration

    Pasar Global Mixed: Inflasi, AI, dan Geopolitik Tekan Wall Street

    Pasar Global Mixed: Inflasi, AI, dan Geopolitik Tekan Wall Street

    Is Indonesia the Right Market for Your Business in 2026?

    Is Indonesia the Right Market for Your Business in 2026?

    Sprout Solutions Powers HR and Payroll Growth with Human-Led AI

    Sprout Solutions Powers HR and Payroll Growth with Human-Led AI

    Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbuyut

    Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbuyut

    What are cross-border payments? How B2B businesses can use Payoneer for global transactions

    What are cross-border payments?  How B2B businesses can use Payoneer for global transactions