Peringati Hari Menanam Pohon, Linknet (LINK) Tutup Program “New Homepass, New Tree” lewat Tanam Ribuan Pohon di Bali

Buleleng — Dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI), PT Linknet Tbk (LINK) menanam 2.000 bibit pohon di Padepokan Dencarik, Banjar, Buleleng, Bali sebagai bagian dari program keberlanjutan “New Homepass, New Tree”. Kegiatan ini menjadi penanaman terakhir Linknet di tahun 2025, sekaligus menutup rangkaian program penanaman total lebih dari 22.000 pohon di berbagai wilayah operasional perusahaan sepanjang tahun.

Program “New Homepass, New Tree” merupakan inisiatif Linknet untuk menyeimbangkan pembangunan infrastruktur digital dengan pelestarian lingkungan. Dalam implementasinya, setiap perluasan homepass diimbangi dengan penanaman pohon di wilayah operasional, sebagai langkah nyata perusahaan untuk mendukung pengurangan emisi karbon dan keberlanjutan jangka panjang sejalan dengan purpose perusahaan “We LINK the nation for better lives”.

Penanaman di Bali menjadi rangkaian penutup program tahun ini, setelah sebelumnya Linknet melakukan kegiatan serupa di 6 kota, yaitu Bintan, Cilacap, Pemalang, Bantul, Bandung dan Ngawi. Inisiatif ini diperkirakan memberikan kontribusi terhadap penurunan emisi karbon dengan estimasi lebih dari 400 TCO₂ dalam beberapa tahun mendatang.

Corporate Secretary Linknet, Rininta Agustina, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen strategis perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Penanaman pohon di Buleleng, Bali menutup rangkaian penanaman Linknet sepanjang tahun 2025 dengan total 22.000 pohon. Program ini bukan sekadar CSR seremonial, melainkan strategi keberlanjutan yang terintegrasi dengan ekspansi infrastruktur digital perusahaan. Tahun 2026, kami akan meningkatkan skala program dengan target penanaman berkisar 500.000 pohon,” ujarnya.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Linknet bekerja sama dengan Pertamina Foundation melalui Askara Bumi, serta didukung oleh pemerintah daerah, universitas, yayasan dan komunitas lokal. Kolaborasi ini memastikan kegiatan penanaman dilakukan secara tepat, terukur, dan berkelanjutan, termasuk dalam hal pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan ekosistem di daerah setempat.

Direktur Utama Askara Bumi, Ikhsan Salman, menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam upaya konservasi.

“Inisiatif ini membuktikan bahwa pelestarian lingkungan akan lebih berdampak ketika dilakukan bersama sehingga memberikan manfaat ekologis jangka panjang bagi masyarakat,” jelasnya.

Ketua Yayasan Abdi Bumi, I Made Iwan Dewantama, menjelaskan bahwa bibit yang ditanam akan dirawat melalui pendekatan yang mengutamakan kearifan lokal, termasuk nilai-nilai dalam naskah Taru Pramana

“Prinsip menanam di sini sesuai arah mata angin Dewata Nawa, di mana kami menanam di arah yang tepat untuk membantu pertumbuhan tanaman yang baik. Sebab, setiap dewa memberikan energi yang berbeda untuk jenis tanaman tertentu,” jelas Iwan Dewantama

Sebanyak 2.000 bibit yang ditanam terdiri dari pohon buah dan tanaman upakara seperti beringin, nagasari, sandat, cempaka kuning, kopi robusta, kelapa, majagau, dan jenis tanaman lain yang sesuai dengan karakteristik lingkungan setempat.

Chief Media Business Officer Linknet, Thilan Wijesuriya, menambahkan bahwa keberlanjutan telah menjadi bagian penting dari strategi bisnis Linknet.

“Sebagai perusahaan digital berskala nasional, kami ingin memastikan bahwa pembangunan infrastruktur juga memberikan manfaat bagi lingkungan. Program New Homepass, New Tree merupakan pendekatan kami untuk menghubungkan pertumbuhan bisnis dengan dampak keberlanjutan yang nyata. Penanaman di Buleleng, Bali adalah simbol komitmen kami terhadap lingkungan dan masyarakat,” ungkapnya.

Dengan berakhirnya penanaman di Bali, Linknet menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program ini secara lebih luas di tahun mendatang, sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur digital tetap sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan di Indonesia.

  • Related Posts

    Dari Mentor Jadi Owner: Sosok di Balik ‘Urban Female’ Luncurkan Parfum ‘FYP’ untuk Dukung Passion Wanita Indonesia

    JAKARTA, [Tanggal] – Setelah bertahun-tahun melanglang buana mendampingi ribuan seller di seluruh Indonesia dalam mengembangkan bisnis mereka lewat platform TiktokShop, Jean Raticia kini resmi mengambil langkah berani dengan meluncurkan brand…

    Kenapa Market Bubble Bisa Terjadi di Pasar Keuangan?

    Pasar keuangan tidak selalu bergerak secara rasional. Dalam beberapa periode tertentu, harga aset dapat meningkat jauh di atas nilai fundamentalnya dan menciptakan kondisi yang dikenal sebagai market bubble. Fenomena ini…

    You Missed

    Dari Mentor Jadi Owner: Sosok di Balik ‘Urban Female’ Luncurkan Parfum ‘FYP’ untuk Dukung Passion Wanita Indonesia

    Dari Mentor Jadi Owner: Sosok di Balik ‘Urban Female’ Luncurkan Parfum ‘FYP’ untuk Dukung Passion Wanita Indonesia

    University of Nueva Caceres Breaks Ground on Learning and Innovation Center in Naga City

    University of Nueva Caceres Breaks Ground on Learning and Innovation Center in Naga City

    Kenapa Market Bubble Bisa Terjadi di Pasar Keuangan?

    Kenapa Market Bubble Bisa Terjadi di Pasar Keuangan?

    Berikut Ini Porsi Wet Food Harian untuk Kucing

    Berikut Ini Porsi Wet Food Harian untuk Kucing

    Indonesia’s New Import Prohibitions Are Changing How New Businesses Plan Market Entry

    Indonesia’s New Import Prohibitions Are Changing How New Businesses Plan Market Entry

    Malaysian Enterprise AI Platform Glem.ai Wins Talent Innovation Award at ITEC 2025, Showcasing Malaysia’s Growing Strength in Global Innovation

    Malaysian Enterprise AI Platform Glem.ai Wins Talent Innovation Award at ITEC 2025, Showcasing Malaysia’s Growing Strength in Global Innovation