Emas Menguat Lagi Jelang Rilis Data NFP AS

Harga emas kembali menunjukkan pemulihan pada perdagangan Rabu (19/11) pagi, setelah tiga hari sebelumnya bergerak dalam tekanan. Instrumen XAU/USD kembali menarik minat beli dan merangkak ke area sekitar $4.070, didukung meningkatnya sentimen risk-off di pasar global. Para pelaku pasar kini menantikan berbagai data ekonomi Amerika Serikat yang sempat tertunda perilisannya, termasuk risalah FOMC serta laporan ketenagakerjaan AS yang menjadi pusat perhatian minggu ini.

Berdasarkan analisis Andy Nugraha, Analis Dupoin Futures Indonesia, emas sempat mencatatkan kenaikan ringan selama sesi Amerika Utara pada Selasa malam. Walaupun dolar AS masih kuat diburu, kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi membuat investor kembali mencari aset aman seperti emas. Dari sisi teknikal, kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average yang berkembang saat ini mengisyaratkan bahwa dominasi tren bullish pada XAU/USD masih cukup solid.

“Secara teknikal, emas masih berada dalam fase menguat dengan sinyal bullish yang semakin jelas,” ujar Andy. “Jika dorongan beli terus berlanjut, emas berpotensi menanjak ke level 4109 sebagai target kenaikan terdekat.” Meski demikian, ia mengingatkan adanya potensi pullback. Bila momentum menguat tidak bertahan, support di area 4045 menjadi zona yang kemungkinan akan diuji kembali.

Secara fundamental, pergerakan emas hari ini sangat dipengaruhi kondisi ekonomi Amerika Serikat. Tertundanya perilisan data Nonfarm Payrolls (NFP) untuk September dan Oktober akibat penutupan pemerintahan AS membuat arah kebijakan suku bunga The Fed menjelang pertemuan Desember menjadi lebih sulit diprediksi. Ketidakpastian inilah yang mendorong investor mengalihkan sebagian dana mereka ke instrumen safe haven.

Data ketenagakerjaan yang diperkirakan rilis Kamis diproyeksikan menunjukkan penambahan 50.000 lapangan kerja dengan tingkat pengangguran tetap di 4,3%. Jika hasilnya lebih rendah dari ekspektasi, dolar AS berpotensi melemah, memberi ruang bagi emas untuk melanjutkan penguatan.

Meski demikian, peluang kenaikan emas masih terbatas oleh nada hawkish dari beberapa pejabat The Fed yang menahan ekspektasi pemangkasan suku bunga Desember. Wakil Ketua The Fed, Philip Jefferson, menegaskan bahwa penurunan suku bunga harus dilakukan secara bertahap. Pejabat lainnya seperti Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic dan Presiden The Fed Kansas City Jeffrey Schmid juga mengambil posisi hati-hati terhadap inflasi.

Saat ini, probabilitas penurunan suku bunga 25 basis poin pada Desember turun menjadi 46,6%, dari sebelumnya lebih dari 60% pada pekan lalu, menurut CME FedWatch Tool. Penguatan dolar AS turut membatasi laju emas, dengan Indeks Dolar (DXY) naik 0,10% ke area 99,63, sementara yield obligasi AS tenor 10 tahun stabil di 4,13%.

Secara keseluruhan, gabungan faktor teknikal dan fundamental menempatkan emas dalam posisi yang menarik untuk dipantau. Meskipun tren bullish memberikan peluang menuju resistance 4109, pasar tetap harus berhati-hati terhadap potensi volatilitas menjelang rilis data ekonomi utama AS.

  • Related Posts

    BINUS Kian Diakui Global, Sejumlah Program Studi Baru Saja Masuk di QS World Rankings by Subject 2026

    BINUS University kembali menorehkan pencapaian membanggakan di tingkat internasional melalui QS World University Rankings by Subject 2026. Capaian ini menjadi semakin istimewa karena hadir di momentum perjalanan menuju 45 tahun…

    Dupoin Futures Siap Gelar Aktivasi Brand di CFD FX Sudirman pada 5 April 2026

    PT Dupoin Futures Indonesia akan menggelar kegiatan brand activation dalam rangka Car Free Day (CFD) di kawasan FX Sudirman, Jakarta, pada Minggu pagi, 5 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian…

    You Missed

    The Next Wave of AI: Why Companies Are Reorganizing Around It, Not Just Using It

    The Next Wave of AI: Why Companies Are Reorganizing Around It, Not Just Using It

    BINUS Kian Diakui Global, Sejumlah Program Studi Baru Saja Masuk di QS World Rankings by Subject 2026

    BINUS Kian Diakui Global, Sejumlah Program Studi Baru Saja Masuk di QS World Rankings by Subject 2026

    Young Brisbane musicians strike a chord with backing from new national foundation

    Young Brisbane musicians strike a chord with backing from new national foundation

    SỰ CỘNG HƯỞNG CHIẾN LƯỢC TẠO NÊN THÀNH CÔNG CỦA HỘI THẢO “CRACKING THE LUXURY CODE” VÀ ĐÊM TIỆC “THE ALPHA NODE CIRCLE”

    SỰ CỘNG HƯỞNG CHIẾN LƯỢC TẠO NÊN THÀNH CÔNG CỦA HỘI THẢO “CRACKING THE LUXURY CODE” VÀ ĐÊM TIỆC “THE ALPHA NODE CIRCLE”

    Dupoin Futures Siap Gelar Aktivasi Brand di CFD FX Sudirman pada 5 April 2026

    Dupoin Futures Siap Gelar Aktivasi Brand di CFD FX Sudirman pada 5 April 2026

    Lintasarta Raih Dua Penghargaan Internasional, Perkuat Posisi di Solusi ICT dan Keamanan Siber

    Lintasarta Raih Dua Penghargaan Internasional,   Perkuat Posisi di Solusi ICT dan Keamanan Siber