PT Pelindo Solusi Logistik Tegaskan Komitmen ESG untuk Keberlanjutan

Jakarta, 30 Oktober 2025 – PT Pelindo Solusi Logistik (“SPSL”) sebagai Subholding BUMN Kepelabuhanan Pelindo di bidang logistik dan hinterland development menegaskan komitmennya dalam memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). 

Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan menjalankan transformasi bisnis yang berkelanjutan sekaligus mendukung agenda pemerintah menuju ekonomi hijau dan percepatan aksesi Indonesia ke OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) yang kini menempatkan standar ESG sebagai prioritas nasional.

Sebagai wujud nyata, Perseroan saat ini tengah menyusun peta jalan (roadmap) ESG yang menjadi pedoman strategis dalam penguatan tata kelola, sosial, dan lingkungan di seluruh lini bisnis. Peta jalan ini akan menjadi acuan Perusahaan dalam mengintegrasikan keberlanjutan pada aktivitas operasional, mulai dari efisiensi energi dan pengelolaan limbah hingga inklusi sosial di wilayah kerja PT Pelindo Solusi Logistik Group.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui penyelenggaraan Awareness Training ESG & Sustainability, yang diikuti oleh jajaran manajemen dan pekerja. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai konsep ESG sebagai solusi keberlanjutan bisnis serta bagaimana mengimplementasikannya dalam kegiatan operasional sehari-hari. Melalui kegiatan ini, perseroan mendorong seluruh pekerja untuk berperan aktif dalam menjalankan praktik bisnis yang bertanggung jawab, dimulai dari langkah kecil yang memberi dampak besar terhadap keberlanjutan jangka panjang.

Penerapan GCG dan Etika Bisnis Berintegritas

Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Solusi Logistik, Dewi Fitriyani, menyampaikan bahwa penerapan ESG merupakan elemen penting dalam menciptakan perusahaan yang tangguh dan berkelanjutan.

“Sebagai perusahaan logistik dan hinterland development yang berorientasi pada keberlanjutan, kami berkomitmen menjalankan bisnis yang tidak hanya berorientasi pada kinerja finansial, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Dewi.

Dalam aspek tata kelola, PT Pelindo Solusi Logistik secara konsisten menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) sebagai bagian dari strategi peningkatan kinerja dan keberlanjutan jangka panjang. Nilai-nilai integritas juga terus diperkuat melalui prinsip 4 No’s (No Bribery, No Kickback, No Gift dan No Luxurious Hospitality) dalam setiap aktivitas bisnis.

Perusahaan secara berkala melakukan evaluasi dan penilaian atas pelaksanaan prinsip-prinsip GCG melalui kegiatan asesmen GCG. Sebelumnya Perusahaan telah melakukan asesmen GCG berstandar internasional, yaitu dengan menggunakan indikator ASEAN Corporate Governance Scorecard. Dalam asesmen ini Perusahaan meraih skor 90.32, dengan klasifikasi Sangat Baik. 

Sebagai bukti nyata penerapan etika bisnis, perusahaan telah memperoleh sertifikasi SNI ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dari British Standards Institution (BSI) Group. “Perolehan sertifikasi SMAP ini memperkuat integritas kami dalam setiap proses bisnis. Kami ingin memastikan bahwa seluruh kegiatan perusahaan tidak hanya sesuai dengan regulasi, tetapi juga mencerminkan tata kelola yang transparan dan bertanggung jawab,” tambah Dewi.

Inisiatif Sosial dan Lingkungan Berkelanjutan

Image

Dalam aspek sosial dan lingkungan, Perseroan terus mengembangkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat. Program-program tersebut antara lain rehabilitasi ekosistem mangrove, penanaman pohon batik langka, budidaya tanaman buah langka (buah lakum), budidaya maggot untuk pengolahan sampah organik, serta pengelolaan limbah terpadu bekerjasama dengan TPS3R setempat.

PT Pelindo Solusi Logistik juga memberikan perhatian pada pemberdayaan penyandang disabilitas melalui berbagai inisiatif sosial, seperti pemberian kaki palsu – alat bantu Ankle Foot Orthosis (AFO), pelatihan dan sertifikasi memijat bagi tuna netra serta pelatihan UMKM untuk disabilitas guna menciptakan dampak sosial yang inklusif dan berkelanjutan untuk kelompok marjinal. Selain itu, Perseroan juga membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mengikuti program magang di lingkungan perusahaan, sebagai wujud dukungan terhadap kesetaraan kesempatan kerja dan pemberdayaan kelompok difabel di dunia industri.

Di sisi internal, perseroan juga mengoptimalkan digitalisasi proses bisnis back office untuk mengurangi penggunaan kertas, serta menerapkan teknologi efisiensi energi seperti sensor lampu gerak di fasilitas kerja. Selain itu, perusahaan aktif menggalakkan budaya ramah lingkungan melalui kampanye green office, penggunaan tumbler untuk mengurangi limbah plastik sekali pakai, serta penyediaan alat HSSE untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.

Image

“Keberlanjutan bukan hanya tentang lingkungan, tetapi juga mencakup tata kelola perusahaan yang akuntabel dan inklusif. Melalui penerapan ESG secara menyeluruh, kami ingin memastikan bahwa PT Pelindo Solusi Logistik hadir sebagai perusahaan yang memberikan dampak positif berkelanjutan bagi seluruh Pemangku Kepentingan,” tutup Dewi.

-selesai-

  • Related Posts

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Jakarta, 3 Mei 2026 – Di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap mata uang emerging markets, investor mulai menggeser fokus dari sekadar mengejar imbal hasil ke arah yang lebih strategis: melindungi nilai portofolio tanpa kehilangan fleksibilitas untuk menangkap peluang.  Dalam beberapa waktu terakhir, rupiah bergerak di kisaran Rp17.300–Rp17.400 per dolar AS, mencerminkan tekanan dari penguatan dolar global serta ekspektasi kebijakan suku bunga yang bertahan lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Kondisi ini mendorong investor untuk semakin selektif dalam mengelola eksposur risiko, sekaligus mencari instrumen yang mampu menjaga nilai di tengah volatilitas pasar.  Dalam konteks tersebut, pendekatan terhadap portofolio pun mulai berubah. Portofolio tidak lagi dipandang semata sebagai alat untuk pertumbuhan, tetapi sebagai sistem yang membutuhkan keseimbangan antara proteksi, likuiditas, dan potensi upside. Di tengah dinamika ini, stablecoin mulai memainkan peran yang semakin signifikan sebagai bagian dari strategi alokasi aset modern.  Fenomena ini tercermin dari perkembangan pasar dalam beberapa waktu terakhir. Kapitalisasi stablecoin global terus menunjukkan peningkatan, dengan USDT berada di kisaran US$189 miliar, diikuti USDC sekitar US$77 miliar, sementara pemain baru seperti RLUSD telah menembus US$1,5 miliar dalam waktu relatif singkat. Menariknya, pertumbuhan ini terjadi di tengah volatilitas pasar kripto, mengindikasikan bahwa likuiditas tidak keluar dari ekosistem, melainkan berpindah ke posisi yang lebih defensif.  Peningkatan ini tidak terjadi secara terisolasi. Dalam beberapa bulan terakhir, kombinasi faktor global telah mendorong investor untuk mencari aset yang lebih stabil dan likuid. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga energi, serta inflasi global yang masih berada di atas target, menciptakan lingkungan pasar yang lebih defensif.  Di saat yang sama, kebijakan moneter yang cenderung higher-for-longer membuat biaya risiko menjadi lebih tinggi, sehingga investor semakin berhati-hati dalam menempatkan modal. Dalam kondisi seperti ini, terjadi pergeseran alokasi aset secara global, dari aset berisiko tinggi menuju instrumen yang mampu menjaga nilai sekaligus mempertahankan fleksibilitas.  Stablecoin berada di titik pertemuan dari kebutuhan tersebut. Berbeda dengan emas yang bersifat defensif namun kurang likuid dalam konteks repositioning cepat, atau dolar konvensional yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas, stablecoin menawarkan eksposur terhadap dolar AS dengan likuiditas tinggi serta akses pasar selama 24 jam.…

    Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%

    Jakarta, 1 Mei 2026 – Di tengah dinamika daya beli masyarakat yang masih menghadapi sejumlah tantangan, kendaraan roda dua tetap mempertahankan posisinya sebagai moda transportasi paling relevan di Indonesia. Fleksibilitas,…

    You Missed

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%

    Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%

    Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur

    Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur

    Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi

    Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi

    Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

    Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

    KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

    KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa