Bagaimana Cara Meningkatkan Kekayaan Bersih?

Banyak orang merasa penghasilannya sudah cukup, tapi masih sering bingung kenapa tabungan tidak bertambah signifikan. Jawabannya ada pada satu hal yaitu kekayaan bersih (net worth).

Kekayaan bersih adalah selisih antara total aset (yang dimiliki) dengan total liabilitas (utang). Jadi, bukan soal seberapa besar gaji bulanan, melainkan bagaimana kita mengelola uang yang masuk dan keluar setiap bulan.

Kalau ingin benar-benar meningkatkan kekayaan bersih, berikut empat strategi praktis yang bisa diterapkan:

1. Kurangi utang konsumtif

Utang konsumtif adalah “jebakan manis” yang sering kali justru mengurangi nilai bersih finansial. Misalnya, cicilan gadget terbaru, pinjaman untuk liburan, atau kartu kredit untuk belanja gaya hidup. Semua itu tidak memberi nilai tambah jangka panjang, justru membuat kekayaan bersih berkurang karena menambah liabilitas.

Beda halnya jika utang dipakai untuk hal produktif, seperti rumah tinggal yang nilainya terus naik, atau modal usaha yang bisa menghasilkan penghasilan tambahan. Jadi, kuncinya adalah memilah, utang yang menggerus kekayaan harus dihindari, sementara utang produktif bisa dipertimbangkan dengan perhitungan matang.

2. Bangun dana darurat

Dana darurat ibarat payung di hari hujan. Tanpanya, setiap masalah finansial kecil bisa memaksa kita berutang lagi, dan itu jelas mengurangi kekayaan bersih.

Idealnya, dana darurat disiapkan sebesar 3–6 kali pengeluaran bulanan. Jika pengeluaran bulanan Rp5 juta, maka dana darurat sebaiknya ada di kisaran Rp15–30 juta.

Tempatkan dana ini di instrumen yang likuid, misalnya tabungan bunga harian atau deposito jangka pendek, supaya mudah diakses saat dibutuhkan. Dengan begitu, kekayaan bersih tetap stabil, karena kita tidak harus menambah utang setiap kali ada kebutuhan mendadak.

3. Perbesar aset produktif

Kalau ingin kekayaan bersih benar-benar tumbuh, kita perlu menambah aset produktif, aset yang nilainya naik atau menghasilkan pemasukan. Contoh aset produktif antara lain:

– Deposito dengan bunga stabil.

– Reksa dana yang cocok untuk investasi jangka menengah.

– Saham yang berpotensi memberi imbal hasil lebih tinggi.

– Emas yang tahan inflasi.

– Properti yang nilainya bisa meningkat dari waktu ke waktu.

Dengan memperbesar porsi aset produktif, kekayaan bersih tidak hanya bertahan, tapi juga bisa bertumbuh seiring waktu.

4. Disiplin menabung dan berinvestasi

Kenaikan gaji sering kali jadi alasan menaikkan gaya hidup, makan lebih mahal, beli barang lebih sering, atau liburan lebih jauh. Padahal, tanpa disiplin menabung, kekayaan bersih sulit berkembang.

Prinsip yang bisa dipakai adalah “pay yourself first”.  Sisihkan dulu minimal 10–20% penghasilan untuk tabungan dan investasi, baru gunakan sisanya untuk kebutuhan sehari-hari. Cara ini membuat pertumbuhan aset lebih terjamin, karena tidak bergantung pada “sisa uang” di akhir bulan.

Saatnya Serius dengan Investasi Emas

Dari berbagai pilihan aset produktif, emas punya tempat spesial. Alasannya sederhana, emas tahan inflasi, likuid, dan bisa dimulai dengan nominal kecil.

Bagi pemula, investasi emas adalah langkah aman untuk menjaga sekaligus menumbuhkan kekayaan bersih. Emas bisa jadi fondasi portofolio sebelum beranjak ke instrumen lain yang lebih berisiko seperti saham atau reksa dana.

Singkatnya, meningkatkan kekayaan bersih bukanlah perjalanan instan, melainkan kombinasi disiplin, strategi, dan kebiasaan baik. Kurangi utang konsumtif, bangun dana darurat, perbesar aset produktif, serta disiplin menabung dan berinvestasi, maka lambat laun, kekayaan bersih akan tumbuh dengan sehat. Emas bisa jadi pijakan pertama yang solid untuk memulai perjalanan itu.

Kini, investasi emas juga lebih mudah karena tersedia emas digital yang lebih murah dan praktis. Apakah kamu sudah punya emas dalam portofolio investasi? Jika belum, yuk mulai investasi emas online di neobank dari Bank Neo Commerce. Kamu bisa tahu cara investasi emas kapan saja dengan mudah dan murah.

Download neobank di PlayStore atau App Store. Buka Neo Emas di neobank sekarang. Kunjungi link Neo Emas untuk info detail dan terbaru tentang Neo Emas.

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

  • Related Posts

    Fakta dan Fungsi Lidah Kucing Terasa Kasar

    Kucing dikenal sebagai hewan yang sangat bersih dan sering menjilat tubuhnya. Namun, banyak Pawfriends yang bertanya-tanya mengapa lidah kucing terasa kasar ketika menjilat tangan atau kulit manusia. Tekstur unik ini…

    Mengapa Permintaan Emas Meningkat Menjelang Hari Raya

    Setiap menjelang hari raya, khususnya Idul Fitri, permintaan emas cenderung mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Fenomena ini bukan hal baru karena emas telah lama menjadi bagian dari tradisi dan budaya…

    You Missed

    Jim Besinio Leads BesCost to 8,000+ Projects, Becoming One of the Top Large-Format Printing Companies in the Philippines

    Jim Besinio Leads BesCost to 8,000+ Projects, Becoming One of the Top Large-Format Printing Companies in the Philippines

    Fakta dan Fungsi Lidah Kucing Terasa Kasar

    Fakta dan Fungsi Lidah Kucing Terasa Kasar

    Mengapa Permintaan Emas Meningkat Menjelang Hari Raya

    Mengapa Permintaan Emas Meningkat Menjelang Hari Raya

    KAI Daop 2 Bandung Tingkatkan Pelayanan di Stasiun Rajapolah, KA Serayu Layani Naik Turun Penumpang Mulai 14 Maret 2026

    KAI Daop 2 Bandung Tingkatkan Pelayanan di Stasiun Rajapolah, KA Serayu Layani Naik Turun Penumpang Mulai 14 Maret 2026

    Presiden Direktur Bittime: Bittime Exclusive VIP Experience, Layanan Premium bagi Investor di Tengah Volatilitas Geopolitik

    Presiden Direktur Bittime: Bittime Exclusive VIP Experience, Layanan Premium bagi Investor di Tengah Volatilitas Geopolitik

    Presiden Direktur Bittime: Bittime Exclusive VIP Experience, Layanan Premium bagi Investor di Tengah Volatilitas Geopolitik

    Presiden Direktur Bittime: Bittime Exclusive VIP Experience, Layanan Premium bagi Investor di Tengah Volatilitas Geopolitik