Face Recognition Attendance App, Inovasi AI dari Dua Siswa BINUS SCHOOL Simprug

Dua siswa kelas 6 BINUS SCHOOL Simprug, Cedric dan Anderson, berhasil mengembangkan face recognition attendance app berbasis AI yang lahir dari keinginan sederhana untuk mempermudah proses absensi di sekolah. Dengan bimbingan guru Education Technology, Mr. Albert, serta dukungan ekosistem BINUS hingga ke level universitas, keduanya belajar machine learning, melakukan berbagai uji coba, dan mengatasi tantangan akurasi pengenalan wajah Asia. Inovasi ini tidak hanya menjawab kebutuhan praktis, tetapi juga melahirkan inisiatif baru berupa AI Club sebagai wadah siswa untuk berkolaborasi dan berinovasi bersama. Kisah mereka menjadi bukti bahwa dengan semangat, dukungan, dan lingkungan belajar yang tepat, anak-anak dapat menjadi pelopor perubahan sejak dini.

Di tengah maraknya perbincangan global tentang kecerdasan buatan (AI), mulai dari chatbot, virtual assistant, hingga penerapannya di berbagai bidang, dua siswa kelas 6 BINUS SCHOOL Simprug, Cedric dan Anderson, membuktikan bahwa AI bukan hanya milik para pakar atau perusahaan besar. 

Cedric dan Anderson, dua siswa kelas 6 BINUS SCHOOL Simprug yang sukses ciptakan face recognition attendance app berbasis AI. (Dok. BINUS SCHOOL)

Sejak dini, mereka menjadikan teknologi ini sebagai ruang belajar sekaligus wadah inovasi untuk menciptakan solusi nyata.

Perjalanan itu dimulai sejak mereka duduk di kelas 5 pada 2024. Selama periode tersebut, Cedric dan Anderson terus mengembangkan face recognition attendance app, sebuah aplikasi yang dapat mempercepat dan mempermudah proses absensi. 

Ide tersebut lahir dari pengamatan sederhana, proses presensi di kelas sering memakan waktu. Apalagi, jika ada siswa yang lupa membawa ID card.

Bagi keduanya, proyek itu bukan sekadar tugas sekolah, melainkan wujud nyata dari bagaimana teknologi bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. 

Image

Dengan bimbingan dari Mr Albert, guru subyek education technology yang mendampingi mereka, Cedric dan Anderson tidak hanya belajar dasar-dasar machine learning dan kecerdasan buatan, tetapi juga mengikuti pelatihan serta mendapat referensi terbaik dari dosen-dosen BINUS University. 

Dukungan ini memperlihatkan bagaimana ekosistem BINUS, dari sekolah hingga universitas, saling terhubung dalam menumbuhkan semangat inovasi sejak dini.

Namun, prosesnya tidak selalu mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah membangun sistem yang dapat mengenali wajah Asia dengan akurat. 

Hal tersebut membutuhkan banyak uji coba, eksperimen, dan perbaikan berulang kali (trial and error) sebelum aplikasi bisa digunakan dengan baik. Dari tantangan itulah mereka belajar bahwa inovasi membutuhkan ketekunan dan kesabaran.

“Awalnya, saya ingin mengaplikasikan apa yang saya pelajari untuk mengatasi masalah presensi di sekolah karena banyak siswa lupa membawa ID card-nya,” ujar Cedric

Tidak berhenti di situ, semangat keduanya juga melahirkan inisiatif baru, yaitu mendirikan AI Club di BINUS SCHOOL Simprug.

Dengan dukungan penuh dari Mr. Albert dan pihak sekolah, klub itu mampu menjadi wadah resmi bagi siswa lain untuk bereksplorasi di dunia AI, berkolaborasi, dan menciptakan inovasi bersama. 

“Setelah face recognition attendance app, saya terinspirasi untuk membuat AI Club dengan Mr Albert,” tambah Cedric.

Apa yang dilakukan Cedric dan Anderson membuktikan bahwa usia bukanlah batasan untuk berinovasi. 

Dengan semangat, dukungan guru, dan lingkungan belajar yang tepat, anak-anak bisa menjadi pelopor perubahan sejak dini.

BINUS SCHOOL Simprug sendiri terus menghadirkan ekosistem belajar yang menumbuhkan rasa ingin tahu, menghargai ide baru, serta merayakan inovasi. 

Kisah Cedric dan Anderson adalah bukti nyata bahwa di BINUS SCHOOL, siswa tidak hanya belajar tentang masa depan, tetapi juga ikut menciptakannya.

  • Related Posts

    Sebanyak 2,3 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek Pada H-10 s.d H+5 Hari Raya Idulfitri 1447H/Lebaran 2026, Dirut Jasa Marga Imbau Pengguna Jalan Optimalkan Rest Area Alternatif dan Manfaatkan Aplikasi Travoy

    Jakarta (27/03), Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa volume lalu lintas yang kembali ke wilayah Jabotabek pada H-10 s.d H+5 libur Idulfitri 1447H/2026 atau…

    Siaga Arus Balik Idulfitri 1447H/Lebaran 2026, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Pelayanan dan Imbau Pemudik Gunakan Rest Area Alternatif

    Jakarta (27/03), PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat kondisi lalu lintas mencatat lalu lintas yang kembali ke wilayah Jabotabek pada periode arus balik Idulfitri 1447H/2026 tanggal 26-27 Maret 2026 lalu…

    You Missed

    Sebanyak 2,3 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek Pada H-10 s.d H+5 Hari Raya Idulfitri 1447H/Lebaran 2026, Dirut Jasa Marga Imbau Pengguna Jalan Optimalkan Rest Area Alternatif dan Manfaatkan Aplikasi Travoy

    Sebanyak 2,3 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek Pada H-10 s.d H+5 Hari Raya Idulfitri 1447H/Lebaran 2026, Dirut Jasa Marga Imbau Pengguna Jalan Optimalkan Rest Area Alternatif dan Manfaatkan Aplikasi Travoy

    Siaga Arus Balik Idulfitri 1447H/Lebaran 2026, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Pelayanan dan Imbau Pemudik Gunakan Rest Area Alternatif

    Siaga Arus Balik Idulfitri 1447H/Lebaran 2026, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Pelayanan dan Imbau Pemudik Gunakan Rest Area Alternatif

    Carziqo Officially Launches A-DS (Delivery Series Autonomous Asset) Driverless Delivery Vehicle Service in Los Angeles, Expanding Smart Urban Delivery Applications

    Carziqo Officially Launches A-DS (Delivery Series Autonomous Asset) Driverless Delivery Vehicle Service in Los Angeles, Expanding Smart Urban Delivery Applications

    A Central Singapore Workshop Venue Designed for Flexible and Comfortable Sessions

    A Central Singapore Workshop Venue Designed for Flexible and Comfortable Sessions

    FLOQ Gandeng Blibli Tiket Rewards, Hadirkan Program “First Trade, First Reward” bagi Pengguna

    FLOQ Gandeng Blibli Tiket Rewards, Hadirkan Program “First Trade, First Reward” bagi Pengguna

    Bittime Hadirkan Flexible Staking $XAUT dan $SLVON dengan Imbal Hasil Hingga 10% APY di Tengah Koreksi Pasar

    Bittime Hadirkan Flexible Staking $XAUT dan $SLVON dengan Imbal Hasil Hingga 10% APY di Tengah Koreksi Pasar