KAI Divre IV Tanjungkarang Hadirkan Rail Clinic di Stasiun Kotabumi, Wujud Pelayanan dan Edukasi Kesehatan untuk Masyarakat

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre IV Tanjungkarang kembali menghadirkan layanan kesehatan gratis melalui Rail Clinic pada Kamis (31/7). Bertempat di Stasiun Kotabumi, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di wilayah operasionalnya melalui program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL).

Manager Humas Divre IV Tanjungkarang Azhar Zaki Assjari, menjelaskan bahwa kegiatan Rail Clinic ini dengan mengundang masyarakat dan juga murid sekolah dasar yang berada dekat dengan area stasiun.

KAI Divre IV Tanjungkarang dengan program TJSL Rail Clinic akan memberikan pelayanan kesehatan primer atau pelayanan tingkat pertama melalui Rail Clinic generasi ke-3. Pemeriksaannya meliputi pemeriksaan umum, pemeriksaan gigi, kesehatan ibu dan anak, pemeriksaan laboratorium sederhana, serta penyuluhan kesehatan oleh Tim Kesehatan Divre IV Tanjungkarang.

KAI Divre IV Tanjungkarang juga memberikan bantuan alat bantu kesehatan 7 kursi roda dan 2 tongkat kepada masyarakat kotabumi, 25 kacamata baca pada murid SD, serta penyuluhan sosialisasi keselamatan dan keamanan perjalanan KA oleh Polsuska Divre IV Tanjungkarang.

“Dengan hadirnya Rail Clinic ini, KAI berharap tingkat kesehatan warga yang berada di sekitar stasiun wilayah kerja KAI semakin menjadi lebih baik. Serta pada masyarakat yang tinggal berdekatan dengan stasiun atau rel kereta api, untuk sama-sama menjaga keamanan perjalanan kereta api dan aset-aset yang menjadi milik PT KAI,” ucap Zaki.

Klinik Mediska KAI Divre IV Tanjungkarang Komitmen Tingkatkan Layanan Kesehatan Masyarakat

Klinik Mediska milik KAI Divisi Regional IV Tanjungkarang terus menunjukkan kontribusinya dalam menyediakan layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat. Hingga Juli 2025, Klinik Mediska KAI Divre IV Tanjungkarang telah melayani sebanyak 19.577 pasien dengan rincian 12.178 pasien di Klinik Tanjungkarang, 1.828 di Klinik Kotabumi, dan 5.571 di Klinik Baturaja baik dari kalangan internal pegawai KAI maupun masyarakat umum.

Sementara sepanjang tahun 2024 telah melayani sebanyak 36.200 pasien dengan rincian 22.288 pasien di Klinik Tanjungkarang, 4.338 di Klinik Kotabumi, dan 9.574 di Klinik Baturaja.

Klinik Mediska merupakan salah satu bentuk nyata komitmen KAI dalam mendukung program kesehatan nasional serta memperkuat peran perusahaan sebagai BUMN yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah operasional perkeretaapian.

Zaki menjelaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap layanan Klinik Mediska terus meningkat seiring dengan peningkatan kualitas layanan dan fasilitas yang tersedia.

“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan masyarakat terhadap Klinik Mediska. Capaian jumlah pasien ini menunjukkan bahwa keberadaan fasilitas kesehatan milik KAI memberikan dampak langsung dan nyata dalam memenuhi kebutuhan layanan medis, terutama di wilayah operasional kami,” ujar Zaki.

Layanan yang tersedia di Klinik Mediska meliputi pengobatan umum, pemeriksaan gigi, konsultasi kesehatan, imunisasi, serta layanan penunjang medis lainnya. Klinik ini juga menjadi rujukan awal bagi pegawai KAI dalam pemantauan kesehatan rutin dan pelayanan kesehatan kerja.

Selain memberikan layanan medis, Klinik Mediska juga aktif mengedukasi masyarakat melalui kegiatan promosi kesehatan, skrining penyakit, dan partisipasi dalam kegiatan sosial seperti Rail Clinic di wilayah sekitar jalur kereta api.

“KAI Divre IV Tanjungkarang akan terus berupaya meningkatkan pelayanan di Klinik Mediska, baik dari sisi tenaga medis, fasilitas, maupun cakupan layanan, agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan mendukung tercapainya kualitas hidup yang lebih baik,”tutup Zaki.

Image

  • Related Posts

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Jakarta, 3 Mei 2026 – Di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap mata uang emerging markets, investor mulai menggeser fokus dari sekadar mengejar imbal hasil ke arah yang lebih strategis: melindungi nilai portofolio tanpa kehilangan fleksibilitas untuk menangkap peluang.  Dalam beberapa waktu terakhir, rupiah bergerak di kisaran Rp17.300–Rp17.400 per dolar AS, mencerminkan tekanan dari penguatan dolar global serta ekspektasi kebijakan suku bunga yang bertahan lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Kondisi ini mendorong investor untuk semakin selektif dalam mengelola eksposur risiko, sekaligus mencari instrumen yang mampu menjaga nilai di tengah volatilitas pasar.  Dalam konteks tersebut, pendekatan terhadap portofolio pun mulai berubah. Portofolio tidak lagi dipandang semata sebagai alat untuk pertumbuhan, tetapi sebagai sistem yang membutuhkan keseimbangan antara proteksi, likuiditas, dan potensi upside. Di tengah dinamika ini, stablecoin mulai memainkan peran yang semakin signifikan sebagai bagian dari strategi alokasi aset modern.  Fenomena ini tercermin dari perkembangan pasar dalam beberapa waktu terakhir. Kapitalisasi stablecoin global terus menunjukkan peningkatan, dengan USDT berada di kisaran US$189 miliar, diikuti USDC sekitar US$77 miliar, sementara pemain baru seperti RLUSD telah menembus US$1,5 miliar dalam waktu relatif singkat. Menariknya, pertumbuhan ini terjadi di tengah volatilitas pasar kripto, mengindikasikan bahwa likuiditas tidak keluar dari ekosistem, melainkan berpindah ke posisi yang lebih defensif.  Peningkatan ini tidak terjadi secara terisolasi. Dalam beberapa bulan terakhir, kombinasi faktor global telah mendorong investor untuk mencari aset yang lebih stabil dan likuid. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga energi, serta inflasi global yang masih berada di atas target, menciptakan lingkungan pasar yang lebih defensif.  Di saat yang sama, kebijakan moneter yang cenderung higher-for-longer membuat biaya risiko menjadi lebih tinggi, sehingga investor semakin berhati-hati dalam menempatkan modal. Dalam kondisi seperti ini, terjadi pergeseran alokasi aset secara global, dari aset berisiko tinggi menuju instrumen yang mampu menjaga nilai sekaligus mempertahankan fleksibilitas.  Stablecoin berada di titik pertemuan dari kebutuhan tersebut. Berbeda dengan emas yang bersifat defensif namun kurang likuid dalam konteks repositioning cepat, atau dolar konvensional yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas, stablecoin menawarkan eksposur terhadap dolar AS dengan likuiditas tinggi serta akses pasar selama 24 jam.…

    Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%

    Jakarta, 1 Mei 2026 – Di tengah dinamika daya beli masyarakat yang masih menghadapi sejumlah tantangan, kendaraan roda dua tetap mempertahankan posisinya sebagai moda transportasi paling relevan di Indonesia. Fleksibilitas,…

    You Missed

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%

    Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%

    Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur

    Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur

    Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi

    Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi

    Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

    Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

    KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

    KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa