Dari Indonesia untuk Asia–Eurasia: 15 Pengusaha Hadir Perdana di SCO Investment & Trade Expo 2025, Qingdao – Tiongkok

Sebanyak 15 pengusaha Indonesia dari berbagai sektor strategis seperti energi, digitalisasi, UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata menghadiri SCO Investment Conference & Trade Expo 2025 yang berlangsung pada 17–20 Juli 2025 di Qingdao, Tiongkok, menandai kehadiran perdana dan bersejarah Indonesia dalam forum ekonomi regional tersebut. Delegasi dipimpin oleh Denia Yuniarti Abdussamad, CEO Garuda Ventrue Capital, dan didampingi oleh Mr. Owen Cao Ha Jie, pengusaha asal Tiongkok yang telah menetap di Indonesia selama 15 tahun. Dalam forum utama, Dr. Lucky Bayu Purnomo dan Dr. Anggawira tampil sebagai pembicara internasional mewakili Indonesia. Kehadiran ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan resmi pimpinan SCO, termasuk Sekjen Mr. Zejun Liu, ke Jakarta pada Mei 2025 yang secara langsung mengundang Indonesia untuk berpartisipasi. Delegasi Indonesia hadir untuk memperkuat diplomasi ekonomi, menjalin koneksi lintas kawasan, serta membuka peluang kerja sama konkret dalam hilirisasi sumber daya alam, transformasi digital, dan penguatan UMKM sebagai fondasi ekonomi berkelanjutan.

QINGDAO, Tiongkok – 20 Juli 2025

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, sebanyak 15 pengusaha dan tokoh ekonomi Indonesia menghadiri ajang internasional bergengsi SCO Investment Conference & Trade Expo 2025 yang diselenggarakan di Qingdao, Provinsi Shandong, Tiongkok, pada 17–20 Juli 2025. Kehadiran mereka menjadi tonggak penting keterlibatan sektor swasta Indonesia dalam diplomasi ekonomi tingkat Eurasia.

SCO Expo: Forum Strategis Asia–Eurasia

Shanghai Cooperation Organization (SCO) merupakan organisasi geopolitik dan ekonomi regional yang beranggotakan negara-negara besar seperti Tiongkok, Rusia, India, Pakistan, Kazakhstan, dan Uzbekistan. Forum SCO Investment & Trade Expo menjadi ajang kerja sama lintas sektor untuk memperkuat sinergi antara negara anggota dan mitra strategis.

Tahun ini, Indonesia untuk pertama kalinya diundang secara resmi sebagai mitra ASEAN, menjadikan kehadiran para pengusaha Indonesia dalam forum ini sebagai langkah strategis menuju diplomasi ekonomi yang lebih inklusif dan terhubung secara regional.

Delegasi Indonesia: Representasi Kolaborasi dan Inovasi

Didampingi secara penuh oleh Mr. Owen Cao Ha Jie, Presiden Direktur PT Universal Konsultan Indonesia—seorang investor dan pengusaha asal Tiongkok yang telah menetap di Indonesia selama hampir 15 tahun—delegasi Indonesia tampil solid dan representatif dalam ajang ini.

Delegasi diketuai oleh Denia Yuniarti Abdussamad, CEO Garuda Ventrue Capital dan pelaku usaha aktif di sektor energi dan investasi. Bersama 15 pengusaha Indonesia dari berbagai sektor strategis—termasuk teknologi, energi, digitalisasi UMKM, ekonomi syariah, pariwisata, pendidikan global, dan industri kreatif—delegasi Indonesia hadir membawa semangat kolaborasi lintas batas serta kesiapan untuk memainkan peran aktif dalam arsitektur ekonomi global yang dinamis.

Denia, yang juga aktif dalam berbagai organisasi pengusaha nasional, menegaskan bahwa misi utama delegasi Indonesia adalah menjalin koneksi lintas kawasan dan membuka peluang kerja sama konkret di bidang hilirisasi sumber daya alam, transformasi digital, serta penguatan UMKM sebagai pilar ekonomi nasional.

Kami hadir untuk menunjukkan bahwa Indonesia adalah mitra yang solid dan adaptif. Forum ini bukan sekadar ajang kehadiran, tetapi momentum untuk membangun jejaring jangka panjang yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Denia dalam sesi bilateral bersama mitra dari Tiongkok dan Kazakhstan.

Sebelum kunjungan resmi ke Qingdao pada Juli 2025 ini, sebanyak lima pimpinan utama Shanghai Cooperation Organization (SCO)—termasuk Sekretaris Jenderal Mr. Zejun Liu—telah melakukan kunjungan kehormatan ke Jakarta pada 18 Mei 2025 untuk menyampaikan undangan resmi kepada pihak Indonesia. Undangan tersebut diberikan secara langsung sebagai bentuk apresiasi atas peran strategis Indonesia di kawasan dan komitmen sektor swasta nasional dalam kerja sama ekonomi multilateral.

Suara Perempuan Pengusaha Indonesia

Melissa Hamid, salah satu delegasi Indonesia dan Ketua BPP HIPMI Womenpreneur, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada pengusaha Indonesia untuk terlibat langsung dalam forum internasional sekelas SCO Investment & Trade Expo 2025.

Kehadiran Indonesia di SCO menjadi momentum penting bagi sektor swasta nasional, sekaligus menegaskan kesiapan perempuan pengusaha untuk ambil bagian dalam diplomasi ekonomi global. Forum ini membuka ruang nyata untuk kolaborasi, akses pasar, dan penguatan jejaring lintas negara, khususnya bagi pelaku UMKM dan sektor kreatif yang semakin kompetitif,” ujar Melissa.

Ia menambahkan bahwa partisipasi lintas sektor dan gender dalam delegasi ini mencerminkan ekosistem kewirausahaan Indonesia yang semakin inklusif dan relevan secara global.

Delegasi Indonesia SCO - QINGDAO 2025

Qingdao, Simpul Ekonomi Maritim Asia

Qingdao merupakan kota pelabuhan utama di pesisir timur Tiongkok dan pusat ekonomi Provinsi Shandong—provinsi dengan PDB tertinggi ketiga di Tiongkok. Kawasan ini dikenal sebagai rumah bagi perusahaan-perusahaan global seperti Haier dan Tsingtao, serta menjadi tuan rumah berbagai forum internasional dalam kerangka inisiatif Belt and Road. Qingdao kini memainkan peran penting dalam membangun konektivitas antara Asia, Eropa, dan Pasifik.

Kehadiran Intelektual Indonesia di Forum Global

Dua tokoh nasional, Dr. Lucky Bayu Purnomo dan Dr. Anggawira, mendapat panggung kehormatan untuk berbicara di forum utama SCO 2025, sebuah pengakuan atas kontribusi Indonesia dalam ekonomi kawasan. Keduanya membawa narasi segar bahwa Indonesia bukan hanya negara berkembang, tetapi juga pemimpin regional di bidang keuangan dan energi berkelanjutan.

DR ANGGAWIRA & DR LUCKY SEBAGAI PEMBICARA UTAMA

Dr. Lucky Bayu Purnomo, global economist dan capital market specialist, tampil dalam sesi “Unlocking Impact Across Financial and Capital Markets” pada 18 Juli 2025. Dalam sesi tersebut, ia menyampaikan perspektif profesional terkait sektor keuangan dalam kerangka Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative).

Indonesia memiliki posisi strategis sebagai penghubung arus modal, pasar konsumen, dan kebijakan fiskal yang sehat. Dengan memperkuat integrasi finansial dan ekosistem investasi, kita tidak hanya menjadi mitra dagang, tapi juga pusat gravitasi ekonomi kawasan,” tegasnya.

Dr. Anggawira, Sekjen HIPMI sekaligus Komisaris di PT PLN EPI, menyampaikan visi Indonesia dalam sesi “Unlocking Indonesias Resource Potential and Renewable Future within the SCO Alliances” yang digelar di hari yang sama. Ia menyoroti potensi besar Indonesia sebagai pemasok utama sumber daya strategis—seperti nikel, bauksit, dan batubara—serta pentingnya mempercepat kemitraan energi bersih melalui kolaborasi lintas negara.

Indonesia tidak hanya memiliki cadangan energi hijau, tetapi juga visi dan regulasi yang progresif untuk transisi energi. SCO harus menjadi panggung kolaboratif untuk inovasi energi bersih, dan Indonesia siap menjadi pemain kunci dalam transformasi itu,” katanya.

Diplomasi Ekonomi yang Progresif

Selama kegiatan berlangsung, delegasi Indonesia aktif menjalin dialog dengan berbagai institusi dan pelaku industri dari Tiongkok, Asia Tengah, hingga Eropa Timur. Diskusi mencakup potensi investasi di bidang energi baru dan terbarukan, digitalisasi ekspor, integrasi logistik, serta penguatan kemitraan teknologi berbasis keberlanjutan.

Kehadiran perdana Indonesia di forum ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor swasta nasional siap mengambil peran lebih besar dalam membentuk konektivitas ekonomi lintas kawasan. Dengan pendekatan yang kolaboratif dan progresif, para pengusaha Indonesia bukan hanya berorientasi ekspor—tetapi juga berperan aktif dalam merancang masa depan arsitektur ekonomi dunia yang lebih adil, hijau, dan seimbang.

  • Related Posts

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Jakarta, 3 Mei 2026 – Di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap mata uang emerging markets, investor mulai menggeser fokus dari sekadar mengejar imbal hasil ke arah yang lebih strategis: melindungi nilai portofolio tanpa kehilangan fleksibilitas untuk menangkap peluang.  Dalam beberapa waktu terakhir, rupiah bergerak di kisaran Rp17.300–Rp17.400 per dolar AS, mencerminkan tekanan dari penguatan dolar global serta ekspektasi kebijakan suku bunga yang bertahan lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Kondisi ini mendorong investor untuk semakin selektif dalam mengelola eksposur risiko, sekaligus mencari instrumen yang mampu menjaga nilai di tengah volatilitas pasar.  Dalam konteks tersebut, pendekatan terhadap portofolio pun mulai berubah. Portofolio tidak lagi dipandang semata sebagai alat untuk pertumbuhan, tetapi sebagai sistem yang membutuhkan keseimbangan antara proteksi, likuiditas, dan potensi upside. Di tengah dinamika ini, stablecoin mulai memainkan peran yang semakin signifikan sebagai bagian dari strategi alokasi aset modern.  Fenomena ini tercermin dari perkembangan pasar dalam beberapa waktu terakhir. Kapitalisasi stablecoin global terus menunjukkan peningkatan, dengan USDT berada di kisaran US$189 miliar, diikuti USDC sekitar US$77 miliar, sementara pemain baru seperti RLUSD telah menembus US$1,5 miliar dalam waktu relatif singkat. Menariknya, pertumbuhan ini terjadi di tengah volatilitas pasar kripto, mengindikasikan bahwa likuiditas tidak keluar dari ekosistem, melainkan berpindah ke posisi yang lebih defensif.  Peningkatan ini tidak terjadi secara terisolasi. Dalam beberapa bulan terakhir, kombinasi faktor global telah mendorong investor untuk mencari aset yang lebih stabil dan likuid. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga energi, serta inflasi global yang masih berada di atas target, menciptakan lingkungan pasar yang lebih defensif.  Di saat yang sama, kebijakan moneter yang cenderung higher-for-longer membuat biaya risiko menjadi lebih tinggi, sehingga investor semakin berhati-hati dalam menempatkan modal. Dalam kondisi seperti ini, terjadi pergeseran alokasi aset secara global, dari aset berisiko tinggi menuju instrumen yang mampu menjaga nilai sekaligus mempertahankan fleksibilitas.  Stablecoin berada di titik pertemuan dari kebutuhan tersebut. Berbeda dengan emas yang bersifat defensif namun kurang likuid dalam konteks repositioning cepat, atau dolar konvensional yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas, stablecoin menawarkan eksposur terhadap dolar AS dengan likuiditas tinggi serta akses pasar selama 24 jam.…

    Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%

    Jakarta, 1 Mei 2026 – Di tengah dinamika daya beli masyarakat yang masih menghadapi sejumlah tantangan, kendaraan roda dua tetap mempertahankan posisinya sebagai moda transportasi paling relevan di Indonesia. Fleksibilitas,…

    You Missed

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%

    Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%

    Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur

    Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur

    Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi

    Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi

    Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

    Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

    KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

    KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa