Membangun Digital Technopreneur, BINUS @Malang menghadirkan Entrepreneurial Odyssey dengan Karya Inovatif Binusian

Malang, 25 Juli 2025 –  Di tengah pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, kebutuhan akan technopreneur muda yang adaptif, inovatif, dan solutif semakin mendesak. Menyadari hal ini, BINUS @Malang mengokohkan perannya sebagai Digital Technopreneur Campus dengan menghadirkan Entrepreneurial Odyssey 2025, sebuah rangkaian acara yang menampilkan karya bisnis mahasiswa program Entrepreneurship – Business Creation.

Direktur Kampus BINUS @Malang, Dr. Robertus Tang Herman, S.E., M.M., menegaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari komitmen kampus untuk mencetak generasi unggul yang disebut sebagai Digitech Generation yaitu lulusan yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu menciptakan solusi bernilai melalui kewirausahaan.

“BINUS @Malang dibangun sebagai kampus yang berfokus pada pembentukan technopreneur muda. Melalui pendekatan berbasis praktik, kolaborasi industri, dan inovasi digital, kami ingin menciptakan Digitech Generation yang bukan hanya siap kerja, tapi juga siap menciptakan lapangan kerja dan berdampak positif di masyarakat,” ujar Dr. Robert.

Menjadi implementasi dari visi tersebut, Entrepreneurial Odyssey hadir sebagai wadah aktualisasi mahasiswa dalam mengembangkan ide bisnis nyata sejak masa studi. Ketua Program Entrepreneurship-Business Creation, Etsa Astridya Setiyati, S.E., PGradDiplBus, M.Com, menjelaskan bahwa acara ini bukan sekadar pameran karya, melainkan refleksi dari proses pembelajaran yang menekankan pada praktik dan keberanian untuk mencipta.

“Di acara Entrepreneurial Odyssey, mahasiswa tidak hanya mempresentasikan ide, tetapi menunjukkan bagaimana mereka menjalankan dan mengembangkan bisnis nyata. Kami membekali mereka dengan kurikulum praktis, mentorship dari industri, dan lingkungan kampus yang mendukung kreativitas dan keberanian mengambil risiko, Selain itu kami juga memberikan fasilitas untuk mengasah keterampilan menggunakan teknologi digital, yaitu BINUS Digitech Valley,” jelas Bu Etsa.

Image

Tahun ini, Entrepreneurial Odyssey juga menampilkan kisah inspiratif dari tiga pengusaha muda Binusian yang telah membuktikan bahwa semangat technopreneur bisa diwujudkan sejak bangku kuliah.

Kun Sentanawan, mahasiswa Business Creation BINUS yang juga akan segera menyelesaikan studinya, memimpin Wishka Company, perusahaan produksi tas custom yang menjadi mitra bagi berbagai brand lokal di Indonesia. Bisnis ini tak hanya bertumbuh secara finansial dengan capaian omset tiga digit per bulan tetapi juga memberi dampak sosial nyata dengan membuka lapangan kerja bagi 25 orang karyawan, mayoritas berasal dari masyarakat di wilayah Jawa Timur. Kun menjadi bukti bahwa mahasiswa belum lulus pun bisa membangun bisnis yang berkelanjutan dan memberdayakan komunitas.

Bintang Anugrah Putra, juga mahasiswa Business Creation, merintis Brilla Futura, perusahaan jasa event organizer, wedding, dan travel sejak 2018. Bisnis ini tumbuh secara organik dari proyek-proyek kecil hingga kini menangani beragam acara profesional. Dengan struktur kerja berbasis kombinasi tim inti dan freelancer, Brilla Futura telah menciptakan kesempatan kerja bagi puluhan talenta kreatif lokal dan mencatatkan omzet bulanan di kisaran puluhan juta rupiah, bergantung pada skala proyek yang dijalankan. Selain berdampak secara ekonomi, bisnis ini juga menjadi wadah produktif bagi anak muda di sekitar Malang untuk berkarya secara profesional di industri hiburan dan pariwisata.

Image

Dari ranah kreatif digital, Mohammad Rizal Akbar Naufaldy, mahasiswa tahun akhir di BINUS, telah mendirikan Awwa Studio, agensi desain yang memproduksi elemen grafis untuk platform global Canva. Meski masih dalam masa studi, Rizal telah berhasil mempekerjakan tim dan menjalankan bisnis dengan pendapatan dua digit per bulan. Awwa Studio menjadi bukti bahwa skala kecil tidak membatasi jangkauan global, dan bahwa mahasiswa pun bisa membangun dampak nyata melalui produk digital yang relevan dan mendunia.

Kisah ketiga Binusian ini menjadi bukti nyata bahwa dengan dukungan kurikulum yang relevan, ekosistem pembelajaran yang kolaboratif, serta keberanian untuk memulai, mahasiswa dapat mengubah ide menjadi bisnis yang berkembang dan berdampak luas.

Melalui Entrepreneurial Odyssey, BINUS @Malang menegaskan bahwa dari kota Malang, semangat inovasi dan wirausaha digital dapat tumbuh subur dan menjawab tantangan zaman. Inilah Digitech Generation yaitu pencipta solusi, pembangun masa depan.

Harapannya, Entrepreneurial Odyssey tidak hanya menjadi panggung bagi karya mahasiswa BINUS @Malang, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda di seluruh Indonesia untuk berani memulai, berani berinovasi, dan berani mengambil peran dalam membentuk masa depan ekonomi digital bangsa. BINUS @Malang akan terus berkomitmen mendampingi langkah mereka menjadi technopreneur yang berdaya saing global.

  • Related Posts

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Jakarta, 3 Mei 2026 – Di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap mata uang emerging markets, investor mulai menggeser fokus dari sekadar mengejar imbal hasil ke arah yang lebih strategis: melindungi nilai portofolio tanpa kehilangan fleksibilitas untuk menangkap peluang.  Dalam beberapa waktu terakhir, rupiah bergerak di kisaran Rp17.300–Rp17.400 per dolar AS, mencerminkan tekanan dari penguatan dolar global serta ekspektasi kebijakan suku bunga yang bertahan lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Kondisi ini mendorong investor untuk semakin selektif dalam mengelola eksposur risiko, sekaligus mencari instrumen yang mampu menjaga nilai di tengah volatilitas pasar.  Dalam konteks tersebut, pendekatan terhadap portofolio pun mulai berubah. Portofolio tidak lagi dipandang semata sebagai alat untuk pertumbuhan, tetapi sebagai sistem yang membutuhkan keseimbangan antara proteksi, likuiditas, dan potensi upside. Di tengah dinamika ini, stablecoin mulai memainkan peran yang semakin signifikan sebagai bagian dari strategi alokasi aset modern.  Fenomena ini tercermin dari perkembangan pasar dalam beberapa waktu terakhir. Kapitalisasi stablecoin global terus menunjukkan peningkatan, dengan USDT berada di kisaran US$189 miliar, diikuti USDC sekitar US$77 miliar, sementara pemain baru seperti RLUSD telah menembus US$1,5 miliar dalam waktu relatif singkat. Menariknya, pertumbuhan ini terjadi di tengah volatilitas pasar kripto, mengindikasikan bahwa likuiditas tidak keluar dari ekosistem, melainkan berpindah ke posisi yang lebih defensif.  Peningkatan ini tidak terjadi secara terisolasi. Dalam beberapa bulan terakhir, kombinasi faktor global telah mendorong investor untuk mencari aset yang lebih stabil dan likuid. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga energi, serta inflasi global yang masih berada di atas target, menciptakan lingkungan pasar yang lebih defensif.  Di saat yang sama, kebijakan moneter yang cenderung higher-for-longer membuat biaya risiko menjadi lebih tinggi, sehingga investor semakin berhati-hati dalam menempatkan modal. Dalam kondisi seperti ini, terjadi pergeseran alokasi aset secara global, dari aset berisiko tinggi menuju instrumen yang mampu menjaga nilai sekaligus mempertahankan fleksibilitas.  Stablecoin berada di titik pertemuan dari kebutuhan tersebut. Berbeda dengan emas yang bersifat defensif namun kurang likuid dalam konteks repositioning cepat, atau dolar konvensional yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas, stablecoin menawarkan eksposur terhadap dolar AS dengan likuiditas tinggi serta akses pasar selama 24 jam.…

    Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%

    Jakarta, 1 Mei 2026 – Di tengah dinamika daya beli masyarakat yang masih menghadapi sejumlah tantangan, kendaraan roda dua tetap mempertahankan posisinya sebagai moda transportasi paling relevan di Indonesia. Fleksibilitas,…

    You Missed

    PetroSync Provides API 653 Training to Meet Tank Inspection Standards

    PetroSync Provides API 653 Training to Meet Tank Inspection Standards

    What’s the Best Brand of Omega Fish Oil? 2026 Pharmacist’s Guide to Top 10 Recommended Brands, High-EPA & Avoiding the “IQ Tax”

    What’s the Best Brand of Omega Fish Oil? 2026 Pharmacist’s Guide to Top 10 Recommended Brands, High-EPA & Avoiding the “IQ Tax”

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%

    Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%

    Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur

    Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur

    Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi

    Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi