KAI Properti dan Siemens Mobility Jalin Kerja Sama Kembangkan Sistem Persinyalan dan Elektrifikasi Kereta

Jakarta – PT KA Properti Manajemen (KAI Properti) dan PT Siemens Mobility Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pengembangan sistem persinyalan dan elektrifikasi perkeretaapian, Kamis (24/7/2025). Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung penguatan infrastruktur transportasi berbasis rel yang lebih andal, modern, dan ramah lingkungan.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama KAI Properti, Iwan Eka Putra, dan Direktur Utama Siemens Mobility Indonesia, Praka Adhi Nugraha, di Jakarta.

Kerja sama strategis ini mencakup pengembangan serta pemeliharaan sistem persinyalan dan elektrifikasi untuk jaringan kereta api antarkota maupun perkotaan. Selain itu, kedua pihak juga sepakat menjajaki penerapan solusi digital, pembentukan tim teknis bersama, perawatan berkelanjutan, serta peluang penguatan bisnis dan peningkatan kapasitas SDM.

“Kolaborasi ini merupakan bagian dari perluasan kontribusi KAI Properti di bidang teknologi perkeretaapian. Kami ingin berperan lebih dari sekadar pengelola aset, tetapi juga sebagai mitra pembangunan infrastruktur strategis nasional,” ujar Iwan.

Iwan menambahkan, upaya ini juga mendukung transformasi sistem transportasi nasional yang mengedepankan efisiensi, keselamatan, serta keberlanjutan lingkungan.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari misi KAI Properti dalam menyediakan fasilitas dan prasarana transportasi dengan standar mutu terbaik. Di sisi lain, kerja sama ini turut memperkuat sinergi antar sektor dalam mendorong terciptanya ekosistem transportasi yang hijau dan inovatif, sejalan dengan agenda transformasi BUMN.

Tentang KAI Properti

KAI Properti merupakan anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang pengembangan properti, manajemen aset, konstruksi, serta penyediaan fasilitas pendukung transportasi berbasis rel. Perusahaan ini berkomitmen menghadirkan solusi infrastruktur yang menunjang mobilitas modern dan gaya hidup berkelanjutan.

  • Related Posts

    FLOQ Perkuat Integrasi Lifestyle Lewat Kemitraan dengan ISMAYA

    FLOQ dan ISMAYA berkolaborasi, pengguna FLOQ kini dapat menikmati diskon hingga 10% di berbagai outlet ISMAYA di seluruh Indonesia. Jakarta, 26 Maret 2026 – FLOQ, platform jual beli aset kripto yang berfokus pada pengalaman pengguna, mengumumkan kemitraan strategis dengan ISMAYA Group, salah satu perusahaan restoran dan gaya hidup terkemuka di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, pengguna FLOQ kini dapat menikmati diskon* hingga 10% di berbagai outlet ISMAYA…

    Emas dan Silver Dipandang sebagai Safe Haven di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Ini Tanggapan Investor Bititme

    Jakarta, 26 Maret 2026 – Pergerakan harga emas di pasar domestik terus menjadi perhatian masyarakat Indonesia sebagai salah satu instrumen “safe haven” dalam menjaga nilai kekayaan. Berdasarkan data platform Bittime,…

    You Missed

    FLOQ Perkuat Integrasi Lifestyle Lewat Kemitraan dengan ISMAYA

    FLOQ Perkuat Integrasi Lifestyle Lewat Kemitraan dengan ISMAYA

    Emas dan Silver Dipandang sebagai Safe Haven di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Ini Tanggapan Investor Bititme

    Emas dan Silver Dipandang sebagai Safe Haven di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Ini Tanggapan Investor Bititme

    Karaoke Manekineko × NIJISANJI EN “Spring Bloom” Collaboration Across Southeast Asia

    Karaoke Manekineko × NIJISANJI EN “Spring Bloom” Collaboration Across Southeast Asia

    Learn Swimming at Civil Service Club Tessensohn with Swimwerks

    Learn Swimming at Civil Service Club Tessensohn with Swimwerks

    PT Pelindo Sinergi Lokaseva Lestarikan Budaya Inovasi untuk Perkuat Kinerja Berkelanjutan Lewat Program SPRINT

    PT Pelindo Sinergi Lokaseva Lestarikan Budaya Inovasi untuk Perkuat Kinerja Berkelanjutan Lewat Program SPRINT

    MARGMA Urges Government Intervention to Secure Raw Materials and Provide Relief Amid Strait of Hormuz Blockade

    MARGMA Urges Government Intervention to Secure Raw Materials and Provide Relief Amid Strait of Hormuz Blockade