Selamatkan Aset Negara Bernilai Miliaran Rupiah, KAI Daop 8 Surabaya Tertibkan Rumah Dinas di Jalan Tapaksiring, Surabaya

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya kembali menunjukkan komitmen dalam menjaga dan menyelamatkan aset negara dengan melakukan penertiban terhadap rumah dinas perusahaan yang ditempati secara tidak sah oleh pihak yang tidak berhak.

Penertiban aset rumah dinas kali ini dilakukan di salah satu aset milik KAI yang berlokasi di Jalan Tapaksiring No. 6/II, Kelurahan Pacarkeling, Surabaya, pada Kamis (24/7/2025). Aset yang ditertibkan memiliki luas tanah 450.5 m2, dan luas bangunan 300 m2, dengan nilai asset mencapai lebih dari 2 Miliar Rupiah.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, menjelaskan bahwa penertiban ini merupakan bagian dari komitmen KAI Daop 8 Surabaya dalam menjaga dan mengamankan aset negara yang dikuasakan kepada KAI sebagai BUMN. Lebihlanjut, aset tersebut merupakan aset KAI dan sah secara hukum. Penguasaan Aset tersebut berdasarkan Sertifikat Hak Pakai No. 05 Tahun 2000 dan tercatat di aktiva perusahaan.

Image

“Selama ini, lahan tersebut telah ditempati atau dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak memiliki legalitas, bahkan disewakan kepada pihak ketiga secara ilegal, dan penghuni tersebut sudah bertahun-tahun tidak melaksanakan kewajibannya yaitu membayar sewa ke KAI selaku pemilik aset” ungkapnya.

Dijelaskannya, sebelum dilakukan penertiban ini, KAI Daop 8 Surabaya telah melakukan berbagai upaya persuasif kepada penghuni aset tesebut agar melakukan perjanjian sewa. Namun, penghuni tersebut tidak memiliki itikad baik, sehingga KAI Daop 8 Surabaya memberikan Surat Peringatan 1 hingga 3. KAI Daop 8 juga telah berkoordinasi dengan kewilayahan setempat sebelum melakukan kegiatan tersebut.

Setelah dilakukan penertiban ini, dan untuk menghindari penggunaan lahan tersebut secara tidak bertanggungjawab, KAI Daop 8 Surabaya langsung melakukan pemagaran di lokasi. Aset tersebut kedepan akan digunakan untuk kepentingan dinas.

“PT KAI Daop 8 Surabaya akan terus melakukan monitoring aset yang berada di wilayahnya, termasuk juga akan menertibkan aset PT KAI di tempat lain yang saat ini masih dipergunakan ataupun dimanfaatkan pihak lain tanpa ada ikatan kontrak dengan PT KAI selaku pemilik aset tersebut. Mari bersama kita jaga aset negara demi kepentingan bersama, tutup Luqman Arif.

  • Related Posts

    Konflik Timur Tengah Picu Risiko Inflasi, Tekan Harapan Suku Bunga

    Eskalasi konflik Timur Tengah mendorong kenaikan harga energi dan risiko inflasi, membatasi ruang The Fed untuk memangkas suku bunga. Pasar keuangan global memasuki fase yang semakin kompleks seiring meningkatnya ketegangan…

    Bittime Catatkan Lonjakan Transaksi Emas $XAUT dan $SLVON di Tengah Meredanya Ketegangan Perang Iran

    Jakarta, 25 Maret 2026 – Tren positif kembali menghampiri pasar komoditas global yang kini merambah kuat ke sektor aset digital, di mana harga emas dunia terpantau mulai menunjukkan pemulihan signifikan…

    You Missed

    Konflik Timur Tengah Picu Risiko Inflasi, Tekan Harapan Suku Bunga

    Konflik Timur Tengah Picu Risiko Inflasi, Tekan Harapan Suku Bunga

    Bittime Catatkan Lonjakan Transaksi Emas $XAUT dan $SLVON di Tengah Meredanya Ketegangan Perang Iran

    Bittime Catatkan Lonjakan Transaksi Emas $XAUT dan $SLVON di Tengah Meredanya Ketegangan Perang Iran

    Bittime Hadirkan Token Pair HYPE/USDT, Perluas Akses bagi Investor Indonesia

    Bittime Hadirkan Token Pair HYPE/USDT, Perluas Akses bagi Investor Indonesia

    BRI Finance Optimalkan Peluang Pembiayaan Dana Tunai Pasca Mudik Lebaran 2026

    BRI Finance Optimalkan Peluang Pembiayaan Dana Tunai Pasca Mudik Lebaran 2026

    Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Insan Perusahaan melalui Ekspedisi Ramadan PTPN IV Regional VII

    Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Insan Perusahaan melalui Ekspedisi Ramadan PTPN IV Regional VII

    Elon Musk Dorong Investasi Chip Hingga US$13 Triliun Lewat Terafab

    Elon Musk Dorong Investasi Chip Hingga US$13 Triliun Lewat Terafab