Logo HUT RI Belum Juga Rilis, Sribu Dorong Desain Inklusif Lewat Kontes Terbuka

Sribu ajak publik rayakan kemerdekaan lewat kontes desain dalam gerakan #BerkaryaUntukNegeri

Jakarta – Hingga pertengahan Juli, logo resmi HUT RI 2025 yang biasa dirilis oleh Kementerian Sekretariat Negara belum juga tersedia. Hal ini menimbulkan kebingungan di kalangan pelaku usaha dan institusi yang menanti acuan resmi sebelum mencetak materi promosi.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Merek Global Indonesia (APREGINDO), Handaka Santosa, menilai keterlambatan ini berdampak pada sektor konsumsi yang menyumbang lebih dari 50% pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kenapa nggak kita jual merchandise dengan slogan 80 tahun kemerdekaan? Jadi topi, jadi kaos, itu jadi duit. Tapi kami nggak bisa cetak itu sebelum ada logo yang resmi,” jelas Handaka.

Melihat kondisi tersebut, Sribu, platform freelancer di Indonesia, mengusulkan pendekatan yang bisa dijalankan lebih efektif.

Menurut Alexandro Wibowo, Chief Operating Officer Sribu, desain logo peringatan hari besar nasional seharusnya bisa menjadi inklusif.

“Logo kemerdekaan ini milik bersama. Proses pembuatannya perlu melibatkan suara masyarakat dan pelaku kreatif dari berbagai daerah,” ujar Alex.

Sribu menilai mekanisme kontes terbuka dengan public voting menjadi solusi yang mempercepat pengumpulan ide kreatif dan meningkatkan keterlibatan publik.

“Selama lebih dari 10 tahun, Sribu udah fasilitasi puluhan ribu kontes desain serupa yang melibatkan desainer dari seluruh Indonesia.” tambah Alex.

Melalui platformnya, Sribu saat ini menjalankan #BerkaryaUntukNegeri, sebuah gerakan untuk menyumbangkan kontribusi positif bagi bangsa sesuai bidangnya masing-masing.

Dalam semangat ini, Kontes Desain Logo Kemerdekaan 2025 akan dibuka mulai 21 Juli 2025 dan dapat diikuti oleh siapa saja. Tak hanya desainer, publik juga bisa berpartisipasi dengan memberikan suara untuk karya yang mereka sukai. Proses voting dapat diakses di www.sribu.com.

“Kontes ini bukan untuk menggantikan logo resmi dari pemerintah, tapi menjadi ruang untuk ikut merayakan kemerdekaan melalui karya visual yang aspiratif,” ujar Alex.

  • Related Posts

    Erica Beauty Studio Hadir di Denpasar, Solusi Kecantikan Natural Favorit Anak Muda Bali

    Erica Beauty Studio Hadir di Denpasar, Solusi Kecantikan Natural Favorit Anak Muda Bali. Denpasar, Bali – Industri kecantikan di Bali terus berkembang pesat, terutama di kalangan anak muda yang semakin…

    ‘The Soul of Uluwatu’ Mendapatkan Penghargaan di JWTFF 2026, Bersaing dengan Puluhan Film dari Eropa dan Asia

    “The Soul of Uluwatu” karya sutradara Indonesia Aditya Ryandana dan diproduksi oleh Film Roxx bersama Six Senses Uluwatu meraih penghargaan Gold kategori Asia di Japan World’s Tourism Film Festival (JWTFF)…

    You Missed

    ANTICO FORNAIO: Khi ẩm thực Italia góp mặt trong “CRACKING THE LUXURY CODE” tại FHV 2026.

    ANTICO FORNAIO: Khi ẩm thực Italia góp mặt trong “CRACKING THE LUXURY CODE” tại FHV 2026.

    Erica Beauty Studio Hadir di Denpasar, Solusi Kecantikan Natural Favorit Anak Muda Bali

    Erica Beauty Studio Hadir di Denpasar, Solusi Kecantikan Natural Favorit Anak Muda Bali

    ‘The Soul of Uluwatu’ Mendapatkan Penghargaan di JWTFF 2026, Bersaing dengan Puluhan Film dari Eropa dan Asia

    ‘The Soul of Uluwatu’ Mendapatkan Penghargaan di JWTFF 2026, Bersaing dengan Puluhan Film dari Eropa dan Asia

    Hadirkan Nuansa Idulfitri di 18 Stasiun, LRT Jabodebek Ciptakan Pengalaman Perjalanan Lebaran yang Lebih Hangat

    Hadirkan Nuansa Idulfitri di 18 Stasiun, LRT Jabodebek Ciptakan Pengalaman Perjalanan Lebaran yang Lebih Hangat

    CKP Textile Perluas Jangkauan Pasar dengan Koleksi Kain Premium untuk Industri Fashion Lokal

    CKP Textile Perluas Jangkauan Pasar dengan Koleksi Kain Premium untuk Industri Fashion Lokal

    HOSHIYO DINING LOUNGE: ĐIỂM CHẠM CHIẾN LƯỢC CHO NHỮNG CUỘC GẶP GỠ C-LEVEL

    HOSHIYO DINING LOUNGE: ĐIỂM CHẠM CHIẾN LƯỢC CHO NHỮNG CUỘC GẶP GỠ C-LEVEL