Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!

Indosaku mengadakan kegiatan literasi dan edukasi keuangan bertajuk “Pindar Versus Pinjol”, yang berfokus pada literasi finansial bagi mahasiswa dan para pelaku UMKM.

Tangerang Selatan, 17 Juni 2025 – Dalam semangat mendorong masyarakat Indonesia agar makin cerdas dalam mengelola keuangan, Indosaku, salah satu platform fintech lending terpercaya, menggelar kegiatan literasi keuangan bersama Kampus Bisnis Umar Usman BSD. Tema yang diangkat kali ini cukup unik yaitu: “Pindar vs. Pinjol – Biar Nggak Salah Pilih!”

Acara yang berlangsung hangat ini diikuti oleh lebih dari 50 mahasiswa dan pelaku UMKM muda yang ingin memahami lebih dalam tentang dunia pinjaman digital. Dalam sesi edukatif ini, Indosaku mengupas tuntas perbedaan antara Pindar (Pinjaman Daring) dengan Pinjol (Pinjaman Online) Ilegal yang tidak resmi dan berisiko tinggi.

(Foto : Pemaparan materi literasi keuangan oleh Indosaku - Dokumentasi pribadi)

Pindar: Pinjaman Daring dan Bertanggung Jawab

Pindar adalah pendekatan pinjaman digital yang berbasis transparansi, edukasi, dan legalitas. Indosaku menekankan bahwa pinjaman bukan sekadar “dapat uang cepat”, tetapi harus disertai dengan pemahaman atas kewajiban, bunga, serta manfaat jangka panjang.

“Pinjam itu boleh, asal tahu rambu-rambunya. Di Indosaku, kita bukan cuma kasih dana, tapi juga edukasi. Kita ingin pengguna paham betul apa yang mereka ambil” ujar Kevin Gozal, selaku pembawa materi yang mewakili Indosaku, di sela-sela acara.

(Foto : Lily Zulaeha selaku Direktur Kampus Umar Usman BSD - Dokumentasi pribadi)

Pinjol Ilegal: Cepat, Tapi Nyesel Belakangan

Peserta juga diajak mengenali ciri-ciri pinjol ilegal: bunga tak masuk akal, penagihan kasar, hingga akses data pribadi yang membahayakan. Melalui simulasi kasus dan sesi tanya jawab, mahasiswa diajak berdiskusi soal dampak nyata pinjol ilegal di masyarakat.

“Banyak orang terjebak karena kurang informasi. Di sinilah pentingnya edukasi dari pelaku industri seperti Indosaku” ujar Lily Zulaeha, selaku Direktur Kampus Bisnis Umar Usman BSD.

(Foto : Pembawa materi Literasi diisi oleh Bapak Kevin Gozal - Dokumentasi pribadi)

Kolaborasi Nyata untuk Generasi Melek Finansial

Indosaku percaya bahwa generasi muda, khususnya mahasiswa dan wirausahawan pemula, perlu dibekali dengan pemahaman finansial yang praktis dan relevan. Melalui kegiatan seperti ini, Indosaku berharap bisa membangun ekosistem keuangan digital yang sehat dan bertanggung jawab.

Kegiatan ini ditutup dengan mini quiz dan pembagian hadiah kepada peserta yang aktif.

  • Related Posts

    AI Center Makassar dan GDGoC UNM Kembali Gelar Study Jam Robotics dan IoT Bahas Koneksi ESP32 ke Web

    Study Jam Robotics dan IoT kembali digelar oleh AI Center Makassar dan GDGoC UNM, membahas integrasi ESP32 ke web untuk memperkuat keterampilan talenta muda. Makassar – AI Center Makassar bersama…

    Tren Pernikahan Lebih Intimate Meningkat, Hotel di Palembang Tawarkan Paket Mulai Rp 128.000 per Tamu

    Tren pernikahan di Indonesia bergeser ke arah konsep intimate dan efisien. Menjawab kebutuhan tersebut, Ayola Sentosa Palembang menghadirkan paket pernikahan mulai Rp128.000 per tamu dengan fasilitas lengkap, menyasar pasangan muda…

    You Missed

    VRITIMES Amplifies The VoiceCon 2026 as Media Partner

    VRITIMES Amplifies The VoiceCon 2026 as Media Partner

    Autonomous Mobility Enters New Phase as Carziqo Advances Global Expansion

    Autonomous Mobility Enters New Phase as Carziqo Advances Global Expansion

    AI Center Makassar dan GDGoC UNM Kembali Gelar Study Jam Robotics dan IoT Bahas Koneksi ESP32 ke Web

    AI Center Makassar dan GDGoC UNM Kembali Gelar Study Jam Robotics dan IoT Bahas Koneksi ESP32 ke Web

    Tren Pernikahan Lebih Intimate Meningkat, Hotel di Palembang Tawarkan Paket Mulai Rp 128.000 per Tamu

    Tren Pernikahan Lebih Intimate Meningkat, Hotel di Palembang Tawarkan Paket Mulai Rp 128.000 per Tamu

    Pemerintah Indonesia Akui Kripto sebagai Sektor Usaha

    Pemerintah Indonesia Akui Kripto sebagai Sektor Usaha

    “Temporary does not mean low risk”: Malaysian engineering firm challenges how industry handles structural transport

    “Temporary does not mean low risk”: Malaysian engineering firm challenges how industry handles structural transport